HALUT,Coretansatu.com — Pelaksanaan Sidang Sinode Istimewa Bersama (SSIB) Gereja Masehi Injili di Halmahera (GMIH) Tahun 2026 dalam rangka rekonsiliasi dan penyatuan GMIH tinggal menghitung hari. Sidang tersebut dijadwalkan berlangsung pada tanggal 23–26 Juli 2026, bertempat di Gedung Gereja Jemaat GMIH Imanuel Gamsungi, Tobelo, Kabupaten Halmahera Utara.
Menjelang pelaksanaan persidangan gerejawi tersebut, Panitia SSIB GMIH telah membuka pendaftaran peserta. Hingga H-10 pelaksanaan, jumlah peserta yang telah mendaftar mencapai 687 orang. Angka ini menunjukkan antusiasme yang sangat menggembirakan, mengingat dalam kebiasaan persidangan sinode, kepastian pendaftaran peserta biasanya baru terlihat pada H-2 atau bahkan pada hari pelaksanaan sidang.
Tingginya antusiasme peserta ini dipandang sebagai tanda kuat adanya kerinduan warga jemaat agar GMIH dapat kembali bersatu seperti sediakala. Karena itu, Ketua Panitia SSIB GMIH, Pdt. Siraya Botara, terus mengajak seluruh jemaat untuk mendukung dan mendoakan suksesnya pelaksanaan SSIB GMIH Tahun 2026.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“SSIB GMIH telah ditetapkan berlangsung pada tanggal 23–26 Juli 2026. Panitia sebagai pelaksana hingga hari ini tetap menyiapkan segala sesuatu untuk menjamin terselenggaranya sidang ini dengan baik,” ujar Pdt. Siraya Botara.
Ia juga mengimbau seluruh warga GMIH agar tidak mudah percaya terhadap informasi yang tidak benar, khususnya berita bohong atau hoaks yang menyebutkan adanya pembatalan atau penundaan pelaksanaan SSIB GMIH.
“Jangan percaya hoaks atau berita yang menyebutkan pembatalan maupun penundaan SSIB GMIH. Sidang ini tetap disiapkan sesuai jadwal yang telah ditetapkan oleh Tim Penyatuan,” tegasnya.
Menurutnya, SSIB GMIH merupakan wadah percakapan Majelis Sinode yang sangat penting dalam upaya rekonsiliasi dan penyatuan GMIH. Karena itu, penggiringan opini di media sosial yang bertujuan melemahkan atau mem-framing persidangan gerejawi yang sah tidak perlu dipercaya.
Panitia menegaskan bahwa gereja memiliki mekanisme persidangan dan pengambilan keputusan yang sah. Di luar mekanisme gerejawi tersebut, berbagai informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan hendaknya tidak dijadikan dasar dalam menilai pelaksanaan SSIB GMIH.
Dengan semangat rekonsiliasi dan persaudaraan sebagai Tubuh Kristus, Panitia SSIB GMIH mengajak seluruh warga jemaat untuk terus menjaga suasana damai, menolak hoaks, serta mendukung pelaksanaan Sidang Sinode Istimewa Bersama GMIH Tahun 2026.
Editor : Admin Coretansatu.com








