Pangkalan Amigo Diduga Jual Mitan di Atas HET, Warga Payahe Desak Disperindag Turun Tangan

- Penulis Berita

Jumat, 17 April 2026 - 03:29

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Pangakalan Minya Tanah Amigo Kelurahan Payahe

Foto: Pangakalan Minya Tanah Amigo Kelurahan Payahe

TIDORE,Coretansatu.com – Warga Kelurahan Payahe, Kecamatan Oba, Kota Tidore Kepulauan, kini menjerit. Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi jenis minyak tanah ( Mitan) di Pangkalan Amigo dikabarkan melonjak jauh di atas ketentuan pemerintah,”Jumat/17/04/2026).

Berdasarkan laporan masyarakat, harga minyak tanah di lokasi tersebut tembus mencapai Rp6.000 per liter. Padahal, Harga Eceran Tertinggi (HET) resmi yang ditetapkan pemerintah hanya Rp5.000 per liter.

Kondisi ini memicu keresahan Warga. Pasalnya, minyak tanah masih menjadi kebutuhan pokok utama bagi rumah tangga, terutama bagi masyarakat yang belum teraliri gas atau listrik memadai.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di balik lonjakan harga yang merugikan ini, nama Aspardi, seorang pengusaha asal Kelurahan Payahe, kini mencuat ke permukaan. Ia diduga kuat menjadi aktor utama di balik permainan harga di pangkalan tersebut.

Keberadaan nama ini semakin memperkuat dugaan bahwa kenaikan harga bukan semata-mata faktor pasar, melainkan adanya upaya penguasaan dan monopoli yang sengaja dilakukan untuk meraup keuntungan besar di atas penderitaan rakyat.

Masyarakat kini menuntut agar pihak berwenang, seperti Disperidag Disperindag dan aparat penegak hukum, segera turun tangan menindak tegas praktik curang ini.

“Mereka meminta agar pihak-pihak yang diduga menjadi otak di balik pelanggaran HET tersebut dipanggil dan dimintai pertanggungjawaban secara hukum.

Hingga berita ini dipublish, awak media masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pemilik Pangkalan Amigo untuk mendapatkan tanggapan resmi terkait tuduhan tersebut.

Facebook Comments Box

Editor : Admin Coretansatu.com

Sumber Berita : Delon

Berita Terkait

Langkah Tegas Satgas PKH Dipertanyakan, Ada ‘Pengecualian’ untuk PT Smart Marsindo
Karyawan PT. BTG Asal Papua Barat di Temukan Tak Bernyawa
Kantongi Bukti Kuat, KNPI Halsel Sebut Polemik Lahan Alimusu Sudah Selesai
Transformasi Ekonomi dari Desa, Wayamiga Mulai Tanam Jahe Lewat Demplot TEKAD
Halsel Darurat PETI: Tambang Ilegal Bebas Beroperasi di Lahan Eks-PT IMM
Diduga Tilap Dana Desa Rp888 Juta, Warga Sigela Yeef Kompak Tuntut Kades Dicopot!
Skandal Dana Desa Hager Mencuat: Aset Mewah Muncul Mendadak, Warga Desak Audit Total 
GPM Desak KPK Usut Dugaan Monopoli Proyek dan Lonjakan Kekayaan Gubernur Malut

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 09:45

Langkah Tegas Satgas PKH Dipertanyakan, Ada ‘Pengecualian’ untuk PT Smart Marsindo

Jumat, 17 April 2026 - 08:12

Karyawan PT. BTG Asal Papua Barat di Temukan Tak Bernyawa

Jumat, 17 April 2026 - 07:40

Kantongi Bukti Kuat, KNPI Halsel Sebut Polemik Lahan Alimusu Sudah Selesai

Jumat, 17 April 2026 - 03:29

Pangkalan Amigo Diduga Jual Mitan di Atas HET, Warga Payahe Desak Disperindag Turun Tangan

Jumat, 17 April 2026 - 02:06

Transformasi Ekonomi dari Desa, Wayamiga Mulai Tanam Jahe Lewat Demplot TEKAD

Kamis, 16 April 2026 - 06:12

Diduga Tilap Dana Desa Rp888 Juta, Warga Sigela Yeef Kompak Tuntut Kades Dicopot!

Kamis, 16 April 2026 - 04:16

Skandal Dana Desa Hager Mencuat: Aset Mewah Muncul Mendadak, Warga Desak Audit Total 

Rabu, 15 April 2026 - 15:02

GPM Desak KPK Usut Dugaan Monopoli Proyek dan Lonjakan Kekayaan Gubernur Malut

Berita Terbaru

Kondisi Korban Saat Dievakuasi Pihak Kepolisian dan TNI

Maluku Utara

Karyawan PT. BTG Asal Papua Barat di Temukan Tak Bernyawa

Jumat, 17 Apr 2026 - 08:12