TIDORE,Coretansatu.com – Dugaan penyimpangan pengelolaan dana desa di Desa Hager, Kecamatan Oba Selatan, Kota Tidore Kepulauan, akhirnya mencuat ke ruang publik. Gelombang kecurigaan warga yang selama ini terpendam kini berubah menjadi tekanan terbuka, menyusul fakta soal lonjakan aset aparat desa yang dinilai sangat janggal dan tidak masuk akal.
Sorotan ini paling mengarah langsung kepada Bendahara Desa Hager, Sahbar. Berdasarkan informasi yang dihimpun dari masyarakat, ia diduga memiliki sejumlah aset mencolok dalam waktu yang relatif singkat. Mulai dari kendaraan pribadi, usaha layanan keuangan BRILink, hingga depot air minum isi ulang yang aktif beroperasi.
Tak kalah mencuri perhatian, Kepala Desa Hager, Munir Mahmud, juga ikut terseret dalam pusaran isu. Ia dikabarkan tengah membangun rumah baru dengan nilai yang diperkirakan tidak sedikit. Perubahan ekonomi yang terjadi secara drastis dan mendadak ini dinilai publik sebagai anomali besar yang wajib ditelusuri.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Ini sudah tidak wajar. Lonjakannya terlalu cepat. Kalau memang bersih dan halal, kenapa tidak dibuka saja semua ke publik untuk membuktikannya?” ujar salah satu warga dengan nada tegas.
Pemicu utama kemarahan warga adalah minimnya keterbukaan informasi. Warga mengaku selama ini tidak pernah mendapatkan laporan rinci mengenai penggunaan anggaran dana desa, baik melalui forum musyawarah maupun papan pengumuman resmi.
Kondisi yang tertutup rapat ini memperkuat dugaan kuat adanya pengelolaan keuangan yang menyimpang dan berpotensi merugikan masyarakat. Situasi ini kini disebut warga sebagai “bom waktu” yang siap meledak lebih besar jika tidak segera ditangani secara profesional dan terbuka.
Tekanan publik kini mengerucut pada tuntutan keras agar Inspektorat Kota Tidore Kepulauan segera melakukan audit investigatif secara total dan tanpa kompromi. Tidak hanya itu, aparat penegak hukum juga didorong turun tangan mengusut indikasi tindak pidana korupsi yang terlihat sangat jelas.
“Jangan tunggu gaduh lebih besar. Audit sekarang, buka datanya ke publik, dan kalau terbukti ada pelanggaran, proses hukum sampai tuntas!” tegas warga.
Hingga berita ini dipublish, belum ada satu pun klarifikasi resmi atau pembelaan diri dari Pemerintah Desa Hager. Sikap diam yang ditunjukkan justru semakin memperkeruh suasana dan memicu spekulasi yang kian liar di tengah masyarakat.
Kasus ini kini menjadi ujian nyata bagi komitmen transparansi dan penegakan hukum di daerah. Publik kini menunggu dengan sabar: apakah dugaan busuk ini akan dibongkar habis, atau justru ditutup-tutupi dan hilang tanpa kejelasan.
Editor : Admin Coretansatu.com









