GPM Desak KPK Usut Dugaan Monopoli Proyek dan Lonjakan Kekayaan Gubernur Malut

- Penulis Berita

Rabu, 15 April 2026 - 15:02

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda

Foto: Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda

SOFIFI,Coretansatu.com – Gerakan Pemuda Marhaen (GPM) Maluku Utara kembali melontarkan tembakan keras. Kali ini, mereka menarik benang merah antara dugaan monopoli proyek besar senilai hampir Rp99 miliar di lingkungan Pemprov Maluku Utara dengan lonjakan kekayaan Gubernur Sherly Tjoanda yang mencapai hampir Rp972 miliar.

Ketua GPM Malut, Sartono Halek, menegaskan adanya pola yang sangat mencurigakan. Di satu sisi, proyek-proyek strategis diduga dikuasai lingkaran keluarga dan kroni, sementara di sisi lain, data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) menunjukkan kekayaan sang gubernur melejit tajam.

“Apakah dugaan monopoli proyek itu ada hubungannya dengan kekayaan Ibu Gubernur dalam LHKPN? Ini pertanyaan besar yang harus dijawab! Kita melihat proyek-proyek besar diduga digasak, sementara kekayaan yang tercatat justru melejit,” tegas Sartono, Rabu (15/04/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sartono menyoroti data LHKPN per Februari 2025 yang mencatat total kekayaan Sherly Tjoanda mencapai hampir Rp972 miliar, menjadikannya salah satu kepala daerah terkaya di Indonesia.

“Di balik data resmi itu, terselip pertanyaan besar: Apakah ada bagian dari uang rakyat yang justru memperbesar aset pribadi?” tanyanya menantang.

GPM merinci sejumlah proyek raksasa yang menjadi sorotan, dengan total nilai mencapai hampir Rp99 MILIAR, antara lain:

1. Rehabilitasi Rumah Dinas Gubernur Sofifi: Rp 8,9 Miliar

2. Irigasi Aha & Goal: Rp 19 Miliar lebih

3. Bendungan & Irigasi Wayamil: Rp 7,2 Miliar

4. Jalan & Jembatan Kedi-Galea, Tolabit-Togoreba Tua: Rp 72 Miliar

Nama-nama seperti Jhony Laos, Tony Laos, Fendi, dan Saldi disebut-sebut menjadi pihak yang paling diuntungkan karena memiliki kekerabatan erat dengan keluarga besar Gubernur.

Dalam sorotannya, Sartono melontarkan dugaan keras bahwa Gubernur Sherly diduga sengaja membiarkan kondisi ini terjadi. Bahkan, Kepala Dinas PUPR, Risman Iriyanto Djafar, dinilai tidak berani menjalankan tugas pengawasan dan evaluasi.

“Kami menduga Gubernur sengaja membiarkan. Kenapa Kadis PUPR diam seribu bahasa? Apakah dia takut, atau memang ada perintah untuk tidak mengganggu proyek-proyek keluarga?” serangnya.

GPM juga menyoroti posisi Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa yang diduga diisi orang kepercayaan, sehingga mekanisme tender dianggap hanya formalitas belaka. Ini dinilai sangat bertolak belakang dengan visi “Maluku Utara Bangkit”.

“Nyatanya? Anggaran pembangunan justru mengalir deras ke kantong segelintir orang. Visi itu hanya topeng, yang bangkit cuma kekayaan mereka.

Di akhir pernyataannya, Sartono mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan aparat penegak hukum lainnya untuk segera melakukan audit investigatif mendalam.

“Kami minta KPK segera usut tuntas! Jangan biarkan Maluku Utara jadi ladang bisnis pribadi pejabat. Pisahkan tegas kekuasaan dan bisnis. Jika tidak dihentikan, Maluku Utara Bangkit hanyalah mimpi buruk bagi rakyat, dan pesta durhaka bagi segelintir penguasa,” pungkasnya.

Facebook Comments Box

Editor : Admin Coretansatu.com

Berita Terkait

Berita Duka: Wartawan Adenyong Nafis Tutup Usia, Karya dan Dedikasinya Abadi dalam Ingatan
Dukung Olahraga Daerah: Harita Nickel Sumbang 10 Mobil Operasional untuk Sukseskan Porprov V Malut 2026
Jual Beli IUP Haltim Disorot, LKBHMI Cabang Ternate Desak Aparat Usut Dugaan Korupsi hingga Tuntas
PW SEMMI Maluku Utara Desak Kejati Segera Tangkap Drs. H. Iqbal Ruray Terkait Dugaan Korupsi Tunjangan DPRD
Hujan Deras Guyur Kota Weda, Tiga Desa Terendam Banjir: Warga Soroti Kinerja Pemda
Dugaan SPPD Fiktif Rp26,3 Miliar Mengguncang DPRD Ternate, FORMAPAS Desak KPK Tetapkan Tersangka!
Nekat Buka Saat Idul Adha, Star Cave Karaoke Terancam Ditutup Satpol PP Halteng
Di Tengah Gemerlap Industri Nikel, BPK Temukan Kekurangan Pungutan Pajak Listrik Halteng Capai Rp7,9 Miliar

Berita Terkait

Rabu, 3 Juni 2026 - 13:04

Rp 2,2 Triliun Kerugian Lingkungan Diduga Menganga, DPP IMM: PT. Halmahera Sukses Mineral Jangan Tutup Mata Perusak Ekologi

Senin, 1 Juni 2026 - 06:18

DPP IMM Mendesak APH Segera Periksa Dugaan Penyimpangan di BPBD Halsel: “Jangan Biarkan Kejahatan Anggaran Tumbuh di Atas Penderitaan Rakyat

Kamis, 28 Mei 2026 - 05:42

Usman Mansur Tagih Janji Kejati Malut, Jangan Main-Main dengan Skandal Tunjangan DPRD: Kuntu Daud Harus Bertanggung Jawab!

Selasa, 26 Mei 2026 - 10:02

Formapas Malut: Desak Cabut IUP PT Priven Lestari, Jangan Korbankan Gunung Wato-Wato Demi Keserakahan Tambang!

Selasa, 26 Mei 2026 - 04:51

PP Formapas: Menteri PU Harus Taat Hukum, Copot Kepala BPJN Malut yang Diduga Terseret Pusaran Korupsi dan Polemik MBG

Senin, 25 Mei 2026 - 18:09

DPP IMM Soroti Utang Proyek BPBD Halsel, Usman Mansur: Jangan Jadikan APBD sebagai Kuburan Transparansi

Senin, 25 Mei 2026 - 17:57

Usman Mansur: Jangan Jadikan Buruh Tumbal Keuntungan Perusahaan, Dugaan Kezaliman di PT Sampoerna Kayoe Harus Diusut!

Rabu, 20 Mei 2026 - 11:35

Skandal Tambang Haltim Meledak! DPP IMM Minta Aparat Usut Dugaan Izin Bermasalah PT Sumberdaya Arindo

Berita Terbaru