Langkah Tegas Satgas PKH Dipertanyakan, Ada ‘Pengecualian’ untuk PT Smart Marsindo

- Penulis Berita

Jumat, 17 April 2026 - 09:45

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: aktifitas Pertimbangan PT Smart marsindo Milik Shanty Alda

Foto: aktifitas Pertimbangan PT Smart marsindo Milik Shanty Alda

HALTENG,Coretansatu.com – Kinerja Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) di Maluku Utara memantik sorotan publik. Pasalnya, terlihat adanya perbedaan perlakuan yang mencolok dalam penindakan pelanggaran di sektor tambang nikel.

Sebelumnya, Satgas PKH tampak sangat transparan dan tegas. Mereka secara terbuka mengumumkan penindakan terhadap empat perusahaan besar yang terbukti melanggar kawasan hutan, dengan total denda yang nilainya fantastis melampaui Rp7 Triliun.

– PT Karya Wijaya (Milik Gubernur Malut, Sherly Tjoanda): Denda Rp500,05 Miliar atas luasan 51,33 Ha.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

– PT Halmahera Sukses Mineral: Denda Rp2,27 Triliun atas luasan 234,04 Ha.

– PT Trimega Bangun Persada: Denda Rp772,24 Miliar atas luasan 79,27 Ha.

– PT Weda Bay Nickel: Denda Rp4,32 Triliun atas luasan 444,42 Ha.

Seluruh proses dan besaran denda dipublikasikan secara terbuka. Namun, sikap “jantan” dan transparan ini seketika hilang saat Satgas PKH menangani kasus PT Smart Marsindo.

Perbedaan penanganan ini memunculkan kesan kuat adanya perlakuan tidak setara atau double standard dalam penegakan hukum.

Diketahui, PT Smart Marsindo dikabarkan dimiliki oleh oknum anggota DPR RI Fraksi PDIP, Shanty Alda Nathalia. Perusahaan ini mengantongi Izin Usaha Pertambangan (IUP) seluas 666,30 hektare di Pulau Gebe Kabupaten Halmahera Tengah,yang berlaku hingga tahun 2032.

Bahkan, pada Februari 2026 lalu, Satgas PKH diketahui telah turun langsung dan memasang papan penindakan di area tambang milik perusahaan tersebut. Biasanya, pemasangan papan itu menjadi indikator kuat adanya dugaan pelanggaran serius.

Anehnya, hingga saat ini Satgas PKH belum pernah mengungkap jenis pelanggaran apa yang dilakukan, apalagi mengumumkan besaran sanksi atau denda seperti yang dilakukan pada empat perusahaan lainnya.

Kondisi ini menimbulkan tanda tanya besar di tengah masyarakat. Publik mempertanyakan konsistensi dan transparansi penegakan hukum. Mengapa kasus lain diumbar, sementara kasus perusahaan yang diduga memiliki koneksi kuat di parlemen justru ditutup-tutupi?

Sampai berita ini dipublish, pihak Satgas PKH hingga kini masih bungkam dan belum memberikan keterangan resmi terkait penanganan kasus PT Smart Marsindo tersebut.

Facebook Comments Box

Editor : Admin Coretansatu.com

Berita Terkait

IPDA Hatab Bode Pimpin Aksi Bersih-Bersih Tempat Ibadah, Jelang HUT Bhayangkara
Kapolda Malut Didesak Copot Kapolres Halsel Terkait Pembiaran Tambang Emas Ilegal
Terkait Isu Penjualan Tanah di Sumae, KNPI Halsel Sebut Tidak Ada Galian C dan Kaitan dengan Harita. Sefnat : Apresiasi untuk Polres yang Sudah Menangani 
Diduga Selundupkan 5 Ton BBM Subsidi, Eks Anggota DPRD Halsel Lontarkan Kata Kasar ke Presiden Prabowo
Bongkar Praktik Mafia BBM di Halsel: Oknum SPBUN Sayoang Diduga Suplai Solar ke Kapal Tangker EVEREST XL
Lompatan Kasus HIV/AIDS di Maluku Utara: Halmahera Utara dan Ternate Jadi Episentrum Tertinggi
IMM Malut Desak Kapolda Evaluasi Kapolres Halsel Terkait Maraknya Tambang Emas Ilegal
PETI di Halsel Menjamur, Komitmen Kapolres Hendra Gunawan Dipertanyakan

Berita Terkait

Sabtu, 27 Juni 2026 - 04:16

IPDA Hatab Bode Pimpin Aksi Bersih-Bersih Tempat Ibadah, Jelang HUT Bhayangkara

Kamis, 25 Juni 2026 - 16:03

Kapolda Malut Didesak Copot Kapolres Halsel Terkait Pembiaran Tambang Emas Ilegal

Kamis, 25 Juni 2026 - 12:16

Terkait Isu Penjualan Tanah di Sumae, KNPI Halsel Sebut Tidak Ada Galian C dan Kaitan dengan Harita. Sefnat : Apresiasi untuk Polres yang Sudah Menangani 

Kamis, 25 Juni 2026 - 10:02

Diduga Selundupkan 5 Ton BBM Subsidi, Eks Anggota DPRD Halsel Lontarkan Kata Kasar ke Presiden Prabowo

Kamis, 25 Juni 2026 - 06:09

Bongkar Praktik Mafia BBM di Halsel: Oknum SPBUN Sayoang Diduga Suplai Solar ke Kapal Tangker EVEREST XL

Rabu, 24 Juni 2026 - 10:28

IMM Malut Desak Kapolda Evaluasi Kapolres Halsel Terkait Maraknya Tambang Emas Ilegal

Selasa, 23 Juni 2026 - 16:48

PETI di Halsel Menjamur, Komitmen Kapolres Hendra Gunawan Dipertanyakan

Selasa, 23 Juni 2026 - 10:48

LKBHMI Desak Propam Turun Tangan Dugaan Kekerasan Kabag Ops Polres Ternate Dalam Pengamanan Aksi HMI Cabang Ternate

Berita Terbaru