Diduga Pangkalan Bhakti Agung Jual BBM Subsidi Melebihi HET

- Penulis Berita

Sabtu, 8 November 2025 - 15:01

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Istimewa

Foto: Istimewa

HALSEL,Coretansatu.com – Praktik penyaluran BBM bersubsidi di Kecamatan Bacan Barat Utara, Kabupaten Halmahera Selatan, kembali menjadi sorotan. Pangkalan Bhakti Agung, milik Iksan Barmawi, diduga kuat menjual BBM subsidi jenis minyak tanah di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.

Bukannya meringankan beban ekonomi warga berpenghasilan rendah, BBM bersubsidi justru dijadikan ladang mengeruk keuntungan pribadi. Warga Desa Yaba justru harus membayar lebih mahal dari harga resmi yang seharusnya mereka bayar.

Menurut keterangan sejumlah warga Desa Yaba, harga yang mereka bayar tidak seragam. Warga yang memiliki kupon resmi masih bisa membeli dengan harga Rp6.000 per liter, sementara mereka yang tidak memiliki kupon harus merogoh kocek lebih dalam hingga Rp7.000 per liter. Padahal, sesuai ketentuan resmi, harga BBM subsidi jenis minyak tanah untuk wilayah Desa Yaba seharusnya Rp5.500 per liter.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tak hanya soal harga yang mencekik, warga juga menuding Iksan Barmawi kerap mengangkut sisa BBM yang seharusnya disimpan di pangkalan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat setempat ke luar desa. Praktik ini tentu saja membuat warga semakin geram dan merasa dipermainkan.

” Kalau stok di pangkalan habis, kami yang susah. Tapi yang bikin marah, sisa minyak malah dibawa keluar dijual ke desa lain,” ungkap seorang warga Desa Yaba dengan nada kesal.

Informasi yang dihimpun Coretansatu.com menyebutkan, praktik penjualan lintas desa ini diduga kuat dilakukan secara rutin. Warga dari desa tetangga, seperti Sidopo dan Loid, mengaku sering membeli minyak tanah dari Pangkalan Bhakti Agung dengan harga yang jauh lebih mahal.

Hingga berita ini dipublish, pihak Pangkalan Minyak Bhakti Agung belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan pelanggaran tersebut.

Facebook Comments Box

Editor : Admin Coretansatu.com

Berita Terkait

Langkah Tegas Satgas PKH Dipertanyakan, Ada ‘Pengecualian’ untuk PT Smart Marsindo
Karyawan PT. BTG Asal Papua Barat di Temukan Tak Bernyawa
Kantongi Bukti Kuat, KNPI Halsel Sebut Polemik Lahan Alimusu Sudah Selesai
Pangkalan Amigo Diduga Jual Mitan di Atas HET, Warga Payahe Desak Disperindag Turun Tangan
Transformasi Ekonomi dari Desa, Wayamiga Mulai Tanam Jahe Lewat Demplot TEKAD
Halsel Darurat PETI: Tambang Ilegal Bebas Beroperasi di Lahan Eks-PT IMM
Diduga Tilap Dana Desa Rp888 Juta, Warga Sigela Yeef Kompak Tuntut Kades Dicopot!
Skandal Dana Desa Hager Mencuat: Aset Mewah Muncul Mendadak, Warga Desak Audit Total 

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 09:45

Langkah Tegas Satgas PKH Dipertanyakan, Ada ‘Pengecualian’ untuk PT Smart Marsindo

Jumat, 17 April 2026 - 08:12

Karyawan PT. BTG Asal Papua Barat di Temukan Tak Bernyawa

Jumat, 17 April 2026 - 07:40

Kantongi Bukti Kuat, KNPI Halsel Sebut Polemik Lahan Alimusu Sudah Selesai

Jumat, 17 April 2026 - 03:29

Pangkalan Amigo Diduga Jual Mitan di Atas HET, Warga Payahe Desak Disperindag Turun Tangan

Jumat, 17 April 2026 - 02:06

Transformasi Ekonomi dari Desa, Wayamiga Mulai Tanam Jahe Lewat Demplot TEKAD

Kamis, 16 April 2026 - 06:12

Diduga Tilap Dana Desa Rp888 Juta, Warga Sigela Yeef Kompak Tuntut Kades Dicopot!

Kamis, 16 April 2026 - 04:16

Skandal Dana Desa Hager Mencuat: Aset Mewah Muncul Mendadak, Warga Desak Audit Total 

Rabu, 15 April 2026 - 15:02

GPM Desak KPK Usut Dugaan Monopoli Proyek dan Lonjakan Kekayaan Gubernur Malut

Berita Terbaru

Kondisi Korban Saat Dievakuasi Pihak Kepolisian dan TNI

Maluku Utara

Karyawan PT. BTG Asal Papua Barat di Temukan Tak Bernyawa

Jumat, 17 Apr 2026 - 08:12