Bangun Persatuan Nasional Lawan Politik “Serakahnomics”: LMND Malut Kritik Kunjungan Wapres Gibran

- Penulis Berita

Selasa, 14 Oktober 2025 - 19:15

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TERNATE,Coretansatu.com — Kehadiran Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, di Maluku Utara menuai kritik tajam dari Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Wilayah Maluku Utara.

Ketua Eksekutif Wilayah LMND, Mujahir Sabihi, menilai kunjungan tersebut sarat kepentingan politik rezim untuk mempertahankan legitimasi di tengah krisis sosial, ekonomi, dan lingkungan yang semakin menganga di daerah penghasil tambang tersebut.

Menurut Mujahir, kunjungan Wapres tidak dapat dilepaskan dari upaya pemerintah mempertahankan citra politik melalui narasi pembangunan dan hilirisasi industri. “Di balik kunjungan pejabat pusat, terselip agenda mempertahankan politik Serakahnomics — politik ekonomi serakah yang menindas rakyat, merampas sumber daya, dan menyingkirkan kedaulatan rakyat atas tanah, laut, serta hasil bumi,” tegasnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menyoroti maraknya operasi industri ekstraktif di sektor pertambangan yang menurutnya telah membawa dampak negatif besar bagi masyarakat Maluku Utara. “Keuntungan triliunan dari hasil ekspor tambang tidak sebanding dengan kerusakan sosial, ekonomi, dan lingkungan yang ditanggung masyarakat. Pertumbuhan ekonomi yang digembar-gemborkan pemerintah hanya dinikmati oleh segelintir elit,” ujarnya.

LMND menilai, masyarakat lingkar tambang masih hidup dalam kesenjangan dan keterpurukan. Aktivitas pertanian dan perikanan lokal kian terpinggirkan akibat kerusakan lingkungan yang masif. Sejumlah riset bahkan menunjukkan pencemaran limbah kimia di perairan sekitar tambang yang berpotensi membahayakan kesehatan manusia.

“Bukan hanya laut, tapi juga lahan-lahan rakyat yang diwariskan turun-temurun kini dirampas untuk ekspansi tambang. Mereka yang berjuang mempertahankan tanahnya justru dikriminalisasi, seperti yang dialami 11 warga Maba Sangaji,” tambah Mujahir.

Ia menilai kondisi tersebut sebagai cerminan nyata ketimpangan struktural akibat model pembangunan neoliberalisme. “Eksploitasi tambang nikel hanya memperkaya korporasi, sementara nelayan kehilangan ruang tangkap, petani kehilangan lahan, dan rakyat kecil tidak mendapat apa pun dari kekayaan tanah mereka sendiri,” katanya.

LMND menuding pemerintah, baik pusat maupun daerah, gagal menjalankan mandat konstitusi untuk melindungi rakyat dan lingkungan. “Negara bersama korporasi menjadikan Maluku Utara sebagai sapi perah. Pemerintah seharusnya menempatkan kepentingan rakyat di atas kepentingan modal,” tegasnya.

Melalui pernyataan sikap resminya, LMND Maluku Utara menegaskan empat poin utama:

Pembangunan sejati bukanlah hilirisasi untuk kepentingan korporasi asing, melainkan industrialisasi nasional berbasis kepentingan rakyat.

Kedaulatan ekonomi harus berpihak pada petani, nelayan, dan kaum pekerja — bukan pada oligarki tambang dan penguasa modal.

Penolakan terhadap pencitraan politik yang menutupi praktik ketidakadilan sosial dan perampasan sumber daya rakyat Maluku Utara.

Seruan persatuan nasional, antara mahasiswa, buruh, tani, nelayan, dan rakyat miskin kota untuk melawan sistem Serakahnomics yang dinilai menindas rakyat Indonesia.

“Maluku Utara tidak butuh pencitraan, tapi keberpihakan nyata. Bangun kedaulatan rakyat, tegakkan keadilan sosial!” pungkas Mujahir Sabihi.

Facebook Comments Box

Editor : Admin Coretansatu.com

Sumber Berita : Arfandi Latif

Berita Terkait

Terkuak! Vendor Katering Penyebab Keracunan 69 Buruh Weda Utara Terhubung dengan Pemilik Cafe Godi & Resto 
Terungkap! Pemilik Cafe Dan Resto di Weda Diduga Vendor Katering Keracunan Buruh
Keracunan Massal Pekerja PT TID-TMI Berulang, Siapa Pemilik Katering ‘Misterius’ Pemasok Makanan?
Dugaan Intervensi Pilkades Wairoro Indah, Camat Weda Selatan Terciduk di TPS Bawa Undangan
Dugaan Kecurangan Pilkades Tepeleo Batu Dua Halteng: Saksi Tolak Tanda Tangan, Warga Desak Pemilihan Ulang
Kali Kukuba Tercemar Lumpur, Pemuda Pancasila Ancam Boikot Total PT Feni Haltim
PN Ternate Jadwalkan Sidang Teguran Eksekusi Perkara Muhammad Utokoi Rabu Depan
Cinta Terakhir di Balik Tragedi Gantung diri: Pesan Pilu ‘Ila I Love You’ Jadi Salam Perpisahan Rey Hendro Seay

Berita Terkait

Selasa, 12 Mei 2026 - 14:13

Terkuak! Vendor Katering Penyebab Keracunan 69 Buruh Weda Utara Terhubung dengan Pemilik Cafe Godi & Resto 

Senin, 11 Mei 2026 - 09:10

Terungkap! Pemilik Cafe Dan Resto di Weda Diduga Vendor Katering Keracunan Buruh

Senin, 11 Mei 2026 - 08:19

Keracunan Massal Pekerja PT TID-TMI Berulang, Siapa Pemilik Katering ‘Misterius’ Pemasok Makanan?

Minggu, 10 Mei 2026 - 14:41

Dugaan Kecurangan Pilkades Tepeleo Batu Dua Halteng: Saksi Tolak Tanda Tangan, Warga Desak Pemilihan Ulang

Minggu, 10 Mei 2026 - 14:25

Kali Kukuba Tercemar Lumpur, Pemuda Pancasila Ancam Boikot Total PT Feni Haltim

Minggu, 10 Mei 2026 - 03:03

PN Ternate Jadwalkan Sidang Teguran Eksekusi Perkara Muhammad Utokoi Rabu Depan

Sabtu, 9 Mei 2026 - 10:27

Cinta Terakhir di Balik Tragedi Gantung diri: Pesan Pilu ‘Ila I Love You’ Jadi Salam Perpisahan Rey Hendro Seay

Jumat, 8 Mei 2026 - 17:13

Nyawa Pekerja Bukan Tumbal Produksi: Akademisi Unkhair Desak DPRD Halteng Usut Tuntas Kasus Keracunan Berulang

Berita Terbaru