HALTENG,Coretansatu.com – Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah mulai melakukan pembangunan kembali rumah warga yang rusak akibat perselisihan antar-desa beberapa waktu lalu. Sekretaris Daerah (Sekda), Bahri Sudirman, turun langsung ke lokasi di Desa Sibenpopo, Kecamatan Patani Barat, pada Senin (13/04/2026) untuk mengawal tahap awal pekerjaan.
Kedatangan Sekda menandai dimulainya konstruksi, ditandai dengan pemasangan bowplank atau patok dasar bangunan. Langkah ini merupakan wujud respons cepat pemerintah daerah pasca kerusuhan antara warga Desa Banemo dan Desa Sibenpopo yang terjadi pada 3 April 2026 lalu.
Berdasarkan data di lapangan, total terdapat 56 unit bangunan yang mengalami kerusakan berat. Dari jumlah tersebut, dua di antaranya adalah fasilitas umum berupa gereja dan balai desa. Selain itu, terdapat 25 unit rumah lainnya yang mengalami kerusakan ringan hingga sedang.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Di lokasi, Bahri Sudirman yang ditunjuk Bupati Ikram Malan Sangadji sebagai koordinator, memimpin langsung koordinasi lintas OPD, didampingi personel TNI dan Polri. Ia memastikan penataan lokasi, ketersediaan material, hingga kesiapan tenaga kerja berjalan tertib dan efisien.
Bahri menegaskan bahwa pembangunan ini bukan sekadar soal fisik, melainkan upaya memulihkan kehidupan sosial masyarakat.
“Pemerintah daerah memandang pembangunan kembali rumah warga ini sebagai tanggung jawab negara. Hunian yang layak bukan sekadar kebutuhan dasar, tetapi juga simbol hadirnya pemerintah dalam menjaga martabat dan ketenteraman masyarakat,” ujar Bahri.
Menurutnya, percepatan ini dilakukan melalui sinergi kuat antar instansi agar prosesnya terencana dan memiliki kepastian waktu.
“Dalam tata kelola pemerintahan, keberhasilan program ditentukan oleh koordinasi yang kuat. Kita pastikan setiap tahapan dilaksanakan secara tertib, akuntabel, dan terukur,” tambahnya.
Masyarakat terdampak pun menyampaikan apresiasi tinggi atas kepedulian pemerintah. Melalui Sekda, mereka mengucapkan terima kasih kepada Bupati Ikram Malan Sangadji dan Wakil Bupati Ahlan Djumadil yang bertindak cepat.
“Kehadiran pemerintah dalam situasi seperti ini memberikan ketenangan bagi masyarakat,” jelasnya.
Di akhir penjelasannya, Bahri berharap proses pembangunan ini menjadi momentum pemulihan total.
“Proses ini harus dimaknai sebagai langkah menata kembali kehidupan masyarakat dengan semangat kebersamaan, saling menghargai, dan komitmen menjaga kedamaian,” pungkasnya.
Editor : Admin Coretansatu.com









