TERNATE,Coretansatu.com – Insiden kekerasan terhadap awak media kembali terjadi. Kali ini melibatkan seorang ajudan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI, Bahlil Lahadalia, yang diduga melakukan pemukulan terhadap seorang jurnalis pada saat peliputan Musyawarah Daerah (Musda) VI Partai Golkar Provinsi Maluku Utara di Ternate.
Peristiwa naas tersebut terjadi usai pembukaan acara, tepatnya sekitar pukul 15.20 WIT, di pintu keluar Gamalama Ballroom, Bella Hotel Ternate. Saat itu, sejumlah wartawan tengah melakukan sesi wawancara dengan Ketua DPP Partai Golkar yang juga menjabat sebagai Menteri ESDM tersebut.
Di tengah suasana yang cukup ramai, salah satu ajudan menteri diduga bertindak berlebihan. Aksi bermula ketika ajudan tersebut menarik baju korban untuk menjauhkannya dari posisi menteri, namun tindakan itu berlanjut hingga melakukan pemukulan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Korban yang diketahui bernama Afan, jurnalis dari media online Haliyora.id, mengaku menerima pukulan keras di bagian rusuk kanannya.
“Tong ada rame-rame wawancara, tiba-tiba ajudannya Pak Bahlil langsung tarik baju, tidak lama langsung pukulan masuk di rusuk kanan lagi,” ungkap Afan menceritakan kronologi kejadian.
Insiden ini semakin menuai pertanyaan besar setelah tanggapan yang muncul dari panitia penyelenggara. Ketua Panitia Musda, Arifin Jafar yang juga Sekretaris DPD Golkar Maluku Utara, justru meminta agar masalah ini tidak dipublikasikan atau diperbesar.
“Babadiam kabawa, jangan kasih besar,” tegas Arifin saat dikonfirmasi.
Sikap ini dinilai sangat menyayangkan dan berpotensi menutupi tindakan kekerasan yang jelas-jelas melanggar hak kebebasan pers dan perlindungan terhadap wartawan dalam menjalankan tugas.
Hingga berita ini dipublish,belum ada keterangan resmi maupun klarifikasi dari pihak terkait, baik dari tim menteri maupun pihak kepolisian, mengenai motif dan alasan di balik tindakan kekerasan tersebut.
Editor : Admin Coretansatu.com









