Hutan Halmahera Jadi ‘Zona Maut’, Formapas Malut: Polisi Tak Berdaya Hadapi Teror OTK

- Penulis Berita

Minggu, 12 April 2026 - 11:09

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Ketua Umum Forum Mahasiswa Pascasarjana (Formapas) Maluku Utara, Riswan Sanun,

Foto: Ketua Umum Forum Mahasiswa Pascasarjana (Formapas) Maluku Utara, Riswan Sanun,

TERNATE,Coretansatu.com – Rentetan aksi pembunuhan dan teror yang terjadi di wilayah hutan Halmahera Tengah (Halteng) dan Halmahera Timur (Haltim) memantik kemarahan dari . Forum Mahasiswa Pascasarjana Maluku Utara (Formapas Malut) mengecam keras kondisi ini dan menilai aparat kepolisian terlihat tidak berdaya dalam mengatasi kasus yang sudah berlangsung puluhan tahun tersebut.

Ketua Umum Pengurus Pusat Formapas Malut, Riswan Sanun, menyoroti fakta bahwa aksi kekerasan oleh orang tak dikenal (OTK) ini telah berlangsung sejak tahun 1985 hingga 2026. Korban jiwa terus berjatuhan, dan kasus terbaru bahkan kembali terjadi pada 2 April 2026 lalu di wilayah Patani Barat.

“Ini bukan lagi kasus kriminal biasa. Ini adalah tragedi kemanusiaan yang terjadi berulang-ulang selama puluhan tahun. Negara, dalam hal ini aparat penegak hukum, terlihat tidak berdaya menghadapi teror yang terus menghantui masyarakat,” tegas Riswan dalam keterangannya, Minggu (12/04/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, kegagalan dalam mengungkap identitas pelaku serta mencegah kejadian berulang merupakan bentuk kelalaian serius. Situasi ini, lanjutnya, telah menciptakan rasa takut yang berkepanjangan di tengah masyarakat, khususnya warga yang tinggal di sekitar kawasan hutan.

Formapas Malut pun mendesak Kepolisian Negara Republik Indonesia untuk segera mengambil langkah konkret dan tegas. Tiga tuntutan utama diajukan, yaitu:

1. Membentuk tim khusus untuk mengusut tuntas seluruh rangkaian kasus pembunuhan.

2. Menempatkan personel keamanan secara permanen di wilayah rawan konflik.

3. Mengungkap identitas dan jaringan pelaku OTK yang selama ini beroperasi leluasa.

“Kalau ini terus dibiarkan, maka kepercayaan publik terhadap aparat akan runtuh. Negara tidak boleh kalah oleh teror. Ini soal nyawa manusia,” lanjut Riswan.

Ia juga meminta perhatian serius dari pemerintah pusat agar tidak menganggap persoalan ini sebagai kasus lokal semata. Pola kejadian yang berulang dan terorganisir mengindikasikan adanya jaringan besar yang harus segera diungkap.

Di akhir pernyataannya, Formapas Malut menyerukan solidaritas nasional terhadap penderitaan masyarakat di Halteng dan Haltim.

“Masyarakat butuh keamanan, bukan janji. Hentikan teror OTK sekarang juga dan selamatkan warga kami,” tandasnya.

Facebook Comments Box

Editor : Admin Coretansatu.com

Berita Terkait

IPDA Hatab Bode Pimpin Aksi Bersih-Bersih Tempat Ibadah, Jelang HUT Bhayangkara
Kapolda Malut Didesak Copot Kapolres Halsel Terkait Pembiaran Tambang Emas Ilegal
Terkait Isu Penjualan Tanah di Sumae, KNPI Halsel Sebut Tidak Ada Galian C dan Kaitan dengan Harita. Sefnat : Apresiasi untuk Polres yang Sudah Menangani 
Diduga Selundupkan 5 Ton BBM Subsidi, Eks Anggota DPRD Halsel Lontarkan Kata Kasar ke Presiden Prabowo
Bongkar Praktik Mafia BBM di Halsel: Oknum SPBUN Sayoang Diduga Suplai Solar ke Kapal Tangker EVEREST XL
Lompatan Kasus HIV/AIDS di Maluku Utara: Halmahera Utara dan Ternate Jadi Episentrum Tertinggi
IMM Malut Desak Kapolda Evaluasi Kapolres Halsel Terkait Maraknya Tambang Emas Ilegal
PETI di Halsel Menjamur, Komitmen Kapolres Hendra Gunawan Dipertanyakan

Berita Terkait

Sabtu, 27 Juni 2026 - 04:16

IPDA Hatab Bode Pimpin Aksi Bersih-Bersih Tempat Ibadah, Jelang HUT Bhayangkara

Kamis, 25 Juni 2026 - 16:03

Kapolda Malut Didesak Copot Kapolres Halsel Terkait Pembiaran Tambang Emas Ilegal

Kamis, 25 Juni 2026 - 12:16

Terkait Isu Penjualan Tanah di Sumae, KNPI Halsel Sebut Tidak Ada Galian C dan Kaitan dengan Harita. Sefnat : Apresiasi untuk Polres yang Sudah Menangani 

Kamis, 25 Juni 2026 - 10:02

Diduga Selundupkan 5 Ton BBM Subsidi, Eks Anggota DPRD Halsel Lontarkan Kata Kasar ke Presiden Prabowo

Kamis, 25 Juni 2026 - 06:09

Bongkar Praktik Mafia BBM di Halsel: Oknum SPBUN Sayoang Diduga Suplai Solar ke Kapal Tangker EVEREST XL

Rabu, 24 Juni 2026 - 10:28

IMM Malut Desak Kapolda Evaluasi Kapolres Halsel Terkait Maraknya Tambang Emas Ilegal

Selasa, 23 Juni 2026 - 16:48

PETI di Halsel Menjamur, Komitmen Kapolres Hendra Gunawan Dipertanyakan

Selasa, 23 Juni 2026 - 10:48

LKBHMI Desak Propam Turun Tangan Dugaan Kekerasan Kabag Ops Polres Ternate Dalam Pengamanan Aksi HMI Cabang Ternate

Berita Terbaru