Di Balik Gemerlap Gaji Tinggi, PT IWIP Simpan Luka Rumah Tangga: Banyak Pasangan Retak Karena Perselingkuhan

- Penulis Berita

Rabu, 22 Oktober 2025 - 03:12

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HALTENG,Coretansatu.com — Di balik megahnya kawasan industri PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) di Halmahera Tengah, tersimpan kisah pilu yang jarang terungkap. Di tempat ribuan pekerja menggantungkan hidupnya, bukan hanya keringat dan tenaga yang diperas, tapi juga hubungan rumah tangga yang kerap menjadi korban.

Bagi sebagian besar pekerja, gaji besar yang ditawarkan PT IWIP adalah harapan untuk mengubah nasib. Namun, seiring waktu, kehidupan di lingkungan industri raksasa itu justru membuka babak baru yang pahit. Banyak rumah tangga yang awalnya harmonis kini berakhir di meja perceraian.

Sebut saja Danu, seorang teknisi yang telah bekerja di PT IWIP selama tiga tahun. Ia mengaku kehidupannya berubah drastis sejak pindah ke kawasan industri. “Awalnya saya hanya ingin cari rezeki untuk keluarga. Tapi lama-lama suasana kerja, lingkungan, dan pergaulan di sini membuat banyak yang goyah,” tuturnya kepada Coretansatu.com dengan nada lirih.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tak sedikit pekerja laki-laki maupun perempuan yang terjebak dalam hubungan terlarang. Godaan datang dari lingkungan kerja yang padat, interaksi yang intens, hingga rasa kesepian karena terpisah jauh dari keluarga berbulan-bulan. “Banyak yang akhirnya punya pasangan baru di sini, entah karena kesepian atau terbawa suasana,” ungkap seorang pekerja lainnya.

Fenomena ini menjadi rahasia umum di kalangan karyawan PT IWIP. Di balik seragam kerja yang sama, banyak cerita asmara gelap yang tumbuh diam-diam di antara barak dan asrama pekerja. Hubungan yang awalnya sekadar pertemanan, sering kali berujung pada kehancuran rumah tangga.

Menurut Seorang pekerja , yang enggan disebut namanya, mengatakan bahwa perceraian di wilayah itu meningkat sejak hadirnya kawasan industri. “Kami sering dengar ada keluarga di kampung yang pisah gara-gara suami atau istri kerja di IWIP. Banyak yang tergoda lingkungan baru,” ucapnya prihatin.

Menurutnya, gaji besar memang mampu mengangkat ekonomi keluarga, tapi tanpa pengawasan moral dan komunikasi yang kuat, uang justru menjadi awal dari kehancuran. “Mereka punya uang, tapi kehilangan rumah tangga. Itu yang paling menyedihkan,” tambahnya.

Di sisi lain, sejumlah pihak menilai perusahaan seharusnya turut berperan dalam membangun keseimbangan sosial pekerja. Program pembinaan keluarga, penyuluhan moral, dan dukungan psikologis sangat dibutuhkan di tengah tekanan kerja dan godaan lingkungan industri.

Sejumlah pekerja juga berharap perusahaan memberikan ruang komunikasi yang lebih manusiawi, agar mereka tidak terjebak dalam kesepian yang berujung pada pelarian emosional. “Kami butuh kegiatan sosial yang sehat, bukan hanya kerja, lembur, dan tidur,” kata seorang karyawan perempuan yang juga enggan disebutkan namanya.

Kini, kawasan industri yang semula menjadi simbol kemakmuran justru menyimpan kisah ironis di balik tembok pabriknya. Cerita-cerita perceraian dan perselingkuhan terus berulang, menjadi bagian dari bayang kelam di balik cahaya industri.

Gemerlap gaji besar ternyata tak selalu seindah yang dibayangkan. Di balik angka-angka rupiah yang menggiurkan, banyak hati yang retak, banyak keluarga yang kehilangan makna rumah, karena cinta dan kesetiaan tak bisa dibeli dengan upah sebesar apa pun.

Facebook Comments Box

Editor : Admin.Coretansatu

Berita Terkait

Cinta yang Diremehkan, Harga Diri yang Diuji
Gaji Tinggi, Cinta Tergadai: Tragedi Pekerja Tambang di IWIP Berujung Penyesalan”
Trauma Cinta di Weda, Pelarian ke Pulau Obi: Mampukah Ais Temukan Kedamaian?”
Coretan Luka di IWIP: Cinta Segitiga Berujung Tragis di Dermaga Lama
Kesunyian di Trans Kobe: Hidup Baru Ais Setelah Hari Kelam
Cinta Yang Mengkhianati Darah Sendiri: Luka Yang Lahir Dari Tambang HUAFEI Maluku Utara

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 08:09

Buntut Pembatalan Pemenang Proyek MIN Halbar Rp3,6 Miliar, Dugaan Intervensi Kakanwil Kemenag Malut Jadi Sorotan

Rabu, 22 Juli 2026 - 04:24

Polres Halsel Kantongi Hasil Visum Kasus Penganiayaan Guru PPPK, Tersangka Ditetapkan Pekan Depan

Rabu, 22 Juli 2026 - 01:04

Puskesmas Yaba Dinilai Tak Lagi Memadai, Warga Harap Bupati Bassam Prioritaskan Pembangunan

Selasa, 21 Juli 2026 - 07:50

CV Abdi Nusantara Menang Tender MIN Halbar, Hendra Kariangan: Wajib Hukumnya Kontrak Dijalankan!

Selasa, 21 Juli 2026 - 07:17

Proyek MIN Halbar Rp3,6 M Mandek, Kakanwil Kemenag Malut Buka Suara Alasan Tender Ulang

Senin, 20 Juli 2026 - 16:18

Akui Timbun BBM, Amsar Diduga Jual Solar BBM Subsidi Dari QR Code 11 Mobil Expedisi

Senin, 20 Juli 2026 - 15:23

Dugaan Bisnis Ampas Emas Ilegal di Halsel Seret Nama Oknum Polisi Berinisial LA

Senin, 20 Juli 2026 - 11:11

Proyek MIN Halbar Rp3,6 Miliar Terhambat, Kakanwil Kemenag Malut Diduga Intervensi Pemenang Tender

Berita Terbaru