Proyek Laboratorium Dinkes Kota Tidore Rp 12.8 Milyar, Terancam Mangkrak 

- Penulis Berita

Jumat, 17 Oktober 2025 - 06:34

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TIDORE,Coretansatu.com – Proyek pembangunan Laboratorium Kesehatan Masyarakat di Dinas Kesehatan Kota Tidore Kepulauan, provinsi Maluku Utara, kini menjadi sorotan publik

Proyek bernilai fantastis Rp12.859.554.734 yang dikerjakan oleh CV Ayahmor Sejatrah melalui skema Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun anggaran 2025 itu terancam menimbulkan masalah serius akibat pelaksanaan yang dipadatkan di penghujung tahun anggaran. Dengan waktu pengerjaan hanya 180 hari, publik mulai mempertanyakan keseriusan pemerintah daerah dalam memastikan mutu dan akuntabilitas proyek strategis tersebut, Jum’at 17/10/2025.

Pengalaman buruk di berbagai daerah menunjukkan bahwa proyek yang dikebut menjelang akhir tahun nyaris selalu bermasalah. Pekerjaan yang terburu-buru demi mengejar serapan anggaran sering kali berujung pada mutu konstruksi rendah, penggunaan material asal-asalan, hingga bangunan yang retak bahkan rusak sebelum diresmikan. Risiko ini kini mengintai proyek laboratorium kesehatan tersebut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lebih dari sekadar pekerjaan fisik, pembangunan fasilitas kesehatan menyangkut keselamatan masyarakat. Jika laboratorium ini nantinya digunakan untuk pemeriksaan kesehatan publik namun pembangunannya asal-asalan, maka dampaknya bisa fatal. Alih-alih menjadi pusat pelayanan, proyek ini justru bisa berubah menjadi monumen kegagalan tata kelola.

Tak hanya soal kualitas, potensi mangkraknya proyek juga sangat besar. Dengan kondisi geografis Tidore yang tidak selalu bersahabat, ditambah proses distribusi material yang kerap terkendala cuaca, penyelesaian proyek berisiko molor jauh dari target. Bila hal ini terjadi, maka konsekuensinya bisa menjalar hingga ke ranah hukum dan menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Rekam jejak audit BPK menunjukkan bahwa sebagian besar temuan kerugian negara berasal dari kekurangan volume pekerjaan dan spesifikasi yang tidak sesuai kontrak. Jika proyek ini mengalami hal serupa, maka bukan hanya kontraktor yang akan tersandung, tetapi juga pejabat pengguna anggaran yang menandatangani dokumen serah terima fiktif.

Sebagian kalangan mencoba berdalih bahwa sanksi denda keterlambatan bisa menjadi solusi bila proyek molor. Namun fakta di lapangan membuktikan, denda tidak pernah menjamin mutu konstruksi diperbaiki. Proyek tetap selesai secara asal-asalan, sementara laporan administrasi dibuat seolah-olah semuanya tuntas dan sesuai spesifikasi.

Situasi ini tak muncul begitu saja. Lambannya proses perencanaan, regulasi penyaluran DAK yang kompleks, lemahnya koordinasi antar-instansi, hingga faktor alam kerap dijadikan alasan atas keterlambatan pelaksanaan. Namun seribu alasan tak dapat menutupi satu fakta: buruknya manajemen dan perencanaan adalah akar persoalan utama.

Jika pemerintah daerah serius ingin memberikan pelayanan kesehatan terbaik, maka proyek strategis seperti ini seharusnya dimulai sejak awal tahun anggaran. Pengerjaan secara bertahap memungkinkan monitoring yang optimal, pengawasan mutu yang ketat, serta laporan keuangan yang akuntabel.

Masyarakat Tidore layak mendapatkan fasilitas kesehatan yang benar-benar berkualitas, bukan bangunan setengah jadi yang hanya indah di atas kertas kontrak. Apalagi proyek bernilai miliaran rupiah ini berasal dari uang rakyat yang wajib dipertanggungjawabkan secara transparan.

Kini semua mata tertuju pada Dinas Kesehatan dan CV Ayahmor Sejahtera. Apakah mereka mampu membuktikan diri sebagai pelaksana yang bertanggung jawab, atau justru akan menambah deretan proyek mangkrak yang menjadi aib daerah?

Satu hal yang pasti, publik tidak akan tinggal diam. Jika proyek ini dikerjakan asal-asalan, maka sorotan tajam akan berubah menjadi desakan hukum yang tak bisa dibendung.

 

Facebook Comments Box

Editor : Admin Coretansatu.com

Berita Terkait

CV Abdi Nusantara Menang Tender MIN Halbar, Hendra Kariangan: Wajib Hukumnya Kontrak Dijalankan!
Proyek MIN Halbar Rp3,6 M Mandek, Kakanwil Kemenag Malut Buka Suara Alasan Tender Ulang
Amsar Bantah Jual BBM Subsidi, Bungkam Soal Penjualan Dexlite
Akui Timbun BBM, Amsar Diduga Jual Solar BBM Subsidi Dari QR Code 11 Mobil Expedisi
Dugaan Bisnis Ampas Emas Ilegal di Halsel Seret Nama Oknum Polisi Berinisial LA
Proyek MIN Halbar Rp3,6 Miliar Terhambat, Kakanwil Kemenag Malut Diduga Intervensi Pemenang Tender
Kontraktor Minta Inspektorat Periksa Pokja III Malut
Kontroversi Kades Sawadai Halsel: Berulang Kali Terseret Kasus Moral, Mengaku Tak Takut Sanksi Bupati

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 07:50

CV Abdi Nusantara Menang Tender MIN Halbar, Hendra Kariangan: Wajib Hukumnya Kontrak Dijalankan!

Selasa, 21 Juli 2026 - 07:17

Proyek MIN Halbar Rp3,6 M Mandek, Kakanwil Kemenag Malut Buka Suara Alasan Tender Ulang

Selasa, 21 Juli 2026 - 06:21

Amsar Bantah Jual BBM Subsidi, Bungkam Soal Penjualan Dexlite

Senin, 20 Juli 2026 - 16:18

Akui Timbun BBM, Amsar Diduga Jual Solar BBM Subsidi Dari QR Code 11 Mobil Expedisi

Senin, 20 Juli 2026 - 15:23

Dugaan Bisnis Ampas Emas Ilegal di Halsel Seret Nama Oknum Polisi Berinisial LA

Senin, 20 Juli 2026 - 10:13

Kontraktor Minta Inspektorat Periksa Pokja III Malut

Jumat, 17 Juli 2026 - 12:45

Kontroversi Kades Sawadai Halsel: Berulang Kali Terseret Kasus Moral, Mengaku Tak Takut Sanksi Bupati

Jumat, 17 Juli 2026 - 06:11

Gelar Penyuluhan di Desa Baru, Polsek Obi Ajak Pelajar SMPN 13 Halsel Perangi Judol dan Napza

Berita Terbaru

Foto: istimewa

Maluku Utara

Amsar Bantah Jual BBM Subsidi, Bungkam Soal Penjualan Dexlite

Selasa, 21 Jul 2026 - 06:21