HALUT,Coretansatu.com— Politeknik Perdamaian Halmahera (Padamara) meresmikan program Budidaya Ikan Terpadu yang memadukan teknologi penangkapan modern dengan kearifan lokal nelayan Sero, sebagai bagian dari pengembangan Life Laboratory, Senin (15/10) di Pantai Pitu, Kecamatan Tobelo Tengah, Kabupaten Halmahera Utara.
Program ini menjadi terobosan Padamara dalam memperkuat pendidikan vokasi yang berorientasi pada praktik lapangan serta mendukung ketahanan pangan berbasis masyarakat pesisir.
Peresmian tersebut dihadiri oleh Badan Pekerja Harian Sinode Gereja Masehi Injili di Halmahera (GMIH), Sekertaris desa Pitu, Anggota DPRD Provinsi Maluku Utara Aksandri Kitong, Anggota DPRD Kabupaten Halmahera Utara Aditya Steven Benawan, dan pihak Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara yang diwakili oleh Sekretaris Dinas Komunikasi, Informasi, dan Persandian Halmahera Utara, Dalton Sero.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam sambutannya, para pihak memberikan apresiasi terhadap langkah Padamara yang dinilai inovatif dan berdampak. Kolaborasi antara kampus, masyarakat lokal, dan pemerintah daerah dinilai menjadi contoh sinergi nyata dalam pembangunan berkelanjutan di bidang perikanan.
“Langkah Padamara ini menunjukkan bahwa pendidikan tinggi vokasi di Halmahera tidak hanya berfokus pada teori, tetapi mampu hadir langsung di tengah masyarakat dan memberi dampak nyata,” ujar Aksandri Kitong.
Program Life Laboratory Padamara dirancang sebagai sarana pembelajaran dan riset terbuka, yang memungkinkan mahasiswa dan dosen berinteraksi langsung dengan ekosistem sosial serta lingkungan pesisir. Selain itu, laboratorium ini juga menjadi wadah pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat nelayan, terutama melalui pengelolaan keramba modern yang terintegrasi dengan sistem tradisional Sero.
Sebagai lembaga pendidikan milik GMIH, Padamara terus mengembangkan program yang sejalan dengan Grand Strategi GMIH, secara spesifik Bidang Ekonomi dan Lingkungan Hidup yakni mewujudkan kemandirian ekonomi dan pelestarian lingkungan melalui pendekatan ilmiah dan partisipatif.
Padamara berharap program ini dapat menjadi model edukatif dan produktif yang menginspirasi masyarakat dan pemerintah daerah untuk mengembangkan inovasi berbasis potensi lokal dan keberlanjutan lingkungan.
Editor : Admin Coretansatu.com








