Ternate,Coretansatu.Com — Serikat Mahasiswa Muslim Indonesia (SEMMI) Maluku Utara melayangkan sindiran tajam terhadap Sherly Tjoanda Laos. Mereka menduga bahwa niat politik menuju kursi Gubernur Maluku Utara jangan dijadikan alasan untuk menguasai, membiarkan, atau melindungi kepentingan tambang yang merusak Hutan Gebe.
Ketua SEMMI Malut,Sarjan Hi Rifai menilai, sikap diam Sherly Laos terhadap kerusakan Pulau Gebe menunjukkan adanya kepentingan tersembunyi. Mereka menegaskan bahwa jabatan kepala daerah bukan lisensi untuk memperkaya kelompok tertentu dengan mengorbankan lingkungan hidup dan masa depan masyarakat lokal.
Dalam pernyataannya, Sarja menduga adanya aktor-aktor politik yang sengaja memposisikan diri di lingkar kekuasaan untuk mengamankan sumber daya alam. Nama Sherly Laos disebut sebagai salah satu figur yang harus bertanggung jawab moral atas pembiaran kehancuran ekologi Gebe.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Jangan karena ingin jadi Gubernur lalu merasa bisa seenaknya menguasai Hutan Gebe. Rakyat tidak buta, dan mahasiswa tidak akan diam,” tegas Ketua SEMMI.
Pulau Gebe, yang dulunya subur dan kaya hayati, kini berubah menjadi wilayah luka terbuka akibat eksploitasi tambang. Lumpur merah menggantikan birunya laut, hutan digunduli, dan habitat satwa lenyap tanpa pertanggungjawaban hukum maupun politik.
Sarja juga mempertanyakan integritas Sherly Laos yang dianggap tak bersuara terhadap kerusakan tersebut. Mereka mendesak agar Sherly membuka sikap resmi: berpihak kepada rakyat dan lingkungan, atau tunduk pada kepentingan modal yang selama ini menyedot kekayaan Gebe.
“Kalau memang bersih, Sherly harus berani bicara tegas: hentikan perusakan Gebe dan bongkar mafia tambang. Kalau memilih diam, berarti ia bagian dari masalah,” lanjut Sarjan.
Organisasi mahasiswa itu juga menyatakan siap melakukan aksi besar-besaran Di Kejagung apabila dugaan keterlibatan politik dalam eksploitasi Gebe terus disangkal tanpa klarifikasi. Mereka menegaskan bahwa kekuasaan publik bukan panggung privat untuk kepentingan keluarga atau korporasi.
Sarjan menutup sikapnya dengan peringatan keras: siapa pun yang berambisi menjadi Gubernur Maluku Utara harus siap diuji di hadapan rakyat dan hukum. Bagi mereka, Hutan Gebe bukan warisan kekuasaan, melainkan amanah yang tidak boleh diperdagangkan oleh siapa pun, termasuk Sherly Tjoanda Laos.
Editor : Admin.Coretansatu









