SEMMI Malut Peringatkan Sherly Laos: Jabatan Gubernur Bukan Tiket Untuk Menguasai Hutan Gebe”

- Penulis Berita

Minggu, 5 Oktober 2025 - 15:12

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ternate,Coretansatu.Com — Serikat Mahasiswa Muslim Indonesia (SEMMI) Maluku Utara melayangkan sindiran tajam terhadap Sherly Tjoanda Laos. Mereka menduga bahwa niat politik menuju kursi Gubernur Maluku Utara jangan dijadikan alasan untuk menguasai, membiarkan, atau melindungi kepentingan tambang yang merusak Hutan Gebe.

Ketua SEMMI Malut,Sarjan Hi Rifai menilai, sikap diam Sherly Laos terhadap kerusakan Pulau Gebe menunjukkan adanya kepentingan tersembunyi. Mereka menegaskan bahwa jabatan kepala daerah bukan lisensi untuk memperkaya kelompok tertentu dengan mengorbankan lingkungan hidup dan masa depan masyarakat lokal.

Dalam pernyataannya, Sarja menduga adanya aktor-aktor politik yang sengaja memposisikan diri di lingkar kekuasaan untuk mengamankan sumber daya alam. Nama Sherly Laos disebut sebagai salah satu figur yang harus bertanggung jawab moral atas pembiaran kehancuran ekologi Gebe.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Jangan karena ingin jadi Gubernur lalu merasa bisa seenaknya menguasai Hutan Gebe. Rakyat tidak buta, dan mahasiswa tidak akan diam,” tegas Ketua SEMMI.

Pulau Gebe, yang dulunya subur dan kaya hayati, kini berubah menjadi wilayah luka terbuka akibat eksploitasi tambang. Lumpur merah menggantikan birunya laut, hutan digunduli, dan habitat satwa lenyap tanpa pertanggungjawaban hukum maupun politik.

Sarja juga mempertanyakan integritas Sherly Laos yang dianggap tak bersuara terhadap kerusakan tersebut. Mereka mendesak agar Sherly membuka sikap resmi: berpihak kepada rakyat dan lingkungan, atau tunduk pada kepentingan modal yang selama ini menyedot kekayaan Gebe.

“Kalau memang bersih, Sherly harus berani bicara tegas: hentikan perusakan Gebe dan bongkar mafia tambang. Kalau memilih diam, berarti ia bagian dari masalah,” lanjut Sarjan.

Organisasi mahasiswa itu juga menyatakan siap melakukan aksi besar-besaran Di Kejagung apabila dugaan keterlibatan politik dalam eksploitasi Gebe terus disangkal tanpa klarifikasi. Mereka menegaskan bahwa kekuasaan publik bukan panggung privat untuk kepentingan keluarga atau korporasi.

Sarjan menutup sikapnya dengan peringatan keras: siapa pun yang berambisi menjadi Gubernur Maluku Utara harus siap diuji di hadapan rakyat dan hukum. Bagi mereka, Hutan Gebe bukan warisan kekuasaan, melainkan amanah yang tidak boleh diperdagangkan oleh siapa pun, termasuk Sherly Tjoanda Laos.

Facebook Comments Box

Editor : Admin.Coretansatu

Berita Terkait

GPM Desak KPK Usut Dugaan Monopoli Proyek dan Lonjakan Kekayaan Gubernur Malut
Kasus Korupsi ISDA Taliabu Rugikan Daerah Rp17,5 Miliar, KPK Malut Desak Kejati Tetapkan Tersangka
Dugaan Pungli Kupon Minyak Tanah di Kelurahan Jati Ternate Disorot
Perkuat Manajemen Keuangan, Bupati Halteng Tunjuk Fitra U. Ali Jabat Plt BPKAD
Praktisi Hukum Dorong Umar Ismail Seret Polresta Tidore ke Praperadilan
Kasus Tambang dan Denda Rp500 Miliar, Pertemuan Sherly Tjoanda Laos-Satgas PKH Picu Kecurigaan
Kasus Minyakita Morotai: Kasat Reskrim Ngaku Tak Berdaya, Distributor Jadi Tersangka
Listrik Padam Terus Tanpa Pemberitahuan, Warga Kayoa Geram, Desak Evaluasi Kepala PLN

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 15:02

GPM Desak KPK Usut Dugaan Monopoli Proyek dan Lonjakan Kekayaan Gubernur Malut

Rabu, 15 April 2026 - 14:47

Kasus Korupsi ISDA Taliabu Rugikan Daerah Rp17,5 Miliar, KPK Malut Desak Kejati Tetapkan Tersangka

Rabu, 15 April 2026 - 11:42

Dugaan Pungli Kupon Minyak Tanah di Kelurahan Jati Ternate Disorot

Rabu, 15 April 2026 - 11:21

Perkuat Manajemen Keuangan, Bupati Halteng Tunjuk Fitra U. Ali Jabat Plt BPKAD

Rabu, 15 April 2026 - 04:15

Praktisi Hukum Dorong Umar Ismail Seret Polresta Tidore ke Praperadilan

Selasa, 14 April 2026 - 13:07

Kasus Minyakita Morotai: Kasat Reskrim Ngaku Tak Berdaya, Distributor Jadi Tersangka

Selasa, 14 April 2026 - 09:39

Listrik Padam Terus Tanpa Pemberitahuan, Warga Kayoa Geram, Desak Evaluasi Kepala PLN

Selasa, 14 April 2026 - 06:40

LBH Ansor Maluku Utara Desak Wali Kota Tidore Tuntaskan Mandeknya Ganti Rugi Lahan Warga

Berita Terbaru