GP PARMUSI Desak Bupati, Evaluasi Manajemen RSUD Labuha atas Pengelolaan Keuangan

- Penulis Berita

Senin, 15 September 2025 - 05:51

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto istimewa

Foto istimewa

Halmahera Selatan, Coretansatu.com- Dugaan penyimpangan dalam pengelolaan anggaran Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Labuha, Kabupaten Halmahera Selatan, pada tahun anggaran 2024 kembali menjadi sorotan publik.

Sorotan ini memuncak setelah Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara DPRD dan manajemen RSUD yang digelar pada Senin, (21/4) lalu, terpaksa ditunda dan dijadwalkan ulang pada malam hari pukul 22.00 WIT.

Penundaan RDP ini menjadi keritik tajam terhadap kinerja manajemen RSUD, khususnya terkait ketidaktransparanan dalam penggunaan anggaran sebesar Rp88 miliar. Dari jumlah tersebut, realisasi penggunaan anggaran dilaporkan jauh dari target, sementara sisa dana yang tidak terpakai tidak dapat dipertanggungjawabkan secara jelas oleh pihak rumah sakit.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain itu, muncul persoalan serius dalam pengelolaan dana BPJS Non Kapitasi yang mencapai Rp11,2 miliar. Dana ini seharusnya digunakan untuk pembayaran jasa pelayanan (jaspel) kepada tenaga medis dan staf administrasi yang menangani pasien, termasuk dokter spesialis, perawat, dan tenaga lainnya. Namun hingga kini, pembayaran jaspel tersebut belum direalisasikan oleh manajemen RSUD.

Manajemen RSUD Labuha berdalih keterlambatan pembayaran jaspel disebabkan oleh belum terbitnya Peraturan Bupati (Perbup) yang mengatur teknis pembagian dana. Padahal, mekanisme pembagian jaspel dari dana BPJS Non Kapitasi telah diatur secara jelas dalam Permenkes No. 52 Tahun 2016, sehingga hal ini menimbulkan pertanyaan terkait kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.

Sebagai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), RSUD Labuha sebenarnya memiliki pendapatan rutin bulanan yang berkisar antara Rp3 miliar hingga Rp4 miliar. Meski memiliki pendapatan tetap, pihak manajemen sering mengeluhkan kekurangan anggaran, yang menambah daftar pertanyaan publik mengenai transparansi dan akuntabilitas dalam tata kelola keuangan rumah sakit tersebut.

Ketua Umum Gerakan Pemuda Persaudaraan Muslimin Indonesia (GP PARMUSI) Halmahera Selatan, Adi Hi. Adam, menanggapi dengan mendesak Bupati Halmahera Selatan untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap jajaran pimpinan RSUD Labuha, termasuk direktur dan sekretaris rumah sakit.

“Anggaran rumah sakit sangat besar, tetapi pengelolaannya tidak berjalan dengan baik. Limbah medis dibuang sembarangan, obat-obatan sering kosong. Ini menunjukkan ada persoalan serius dalam tata kelola rumah sakit,” tegas Adi, Senin (15/9) saat menyoroti berbagai masalah yang berdampak pada kualitas pelayanan kesehatan di RSUD.

Menanggapi tuduhan tersebut, Direktur RSUD Labuha memberikan klarifikasi bahwa biaya tambahan untuk CT Scan diperlukan guna menyiapkan tambahan daya yang menjadi tanggung jawab rumah sakit. Ia juga membantah kabar mengenai pendapatan BLUD RSUD Labuha yang disebut mencapai Rp3-4 miliar per bulan.

“Tidak benar pendapatan BLUD RSUD Labuha sebesar Rp3-4 miliar per bulan,” tegasnya, menutup pernyataan dengan penegasan mengenai kondisi keuangan rumah sakit.

Facebook Comments Box

Editor : Admin Coretansatu.com

Berita Terkait

GPM Desak KPK Usut Dugaan Monopoli Proyek dan Lonjakan Kekayaan Gubernur Malut
Kasus Korupsi ISDA Taliabu Rugikan Daerah Rp17,5 Miliar, KPK Malut Desak Kejati Tetapkan Tersangka
Dugaan Pungli Kupon Minyak Tanah di Kelurahan Jati Ternate Disorot
Perkuat Manajemen Keuangan, Bupati Halteng Tunjuk Fitra U. Ali Jabat Plt BPKAD
Praktisi Hukum Dorong Umar Ismail Seret Polresta Tidore ke Praperadilan
Kasus Tambang dan Denda Rp500 Miliar, Pertemuan Sherly Tjoanda Laos-Satgas PKH Picu Kecurigaan
Kasus Minyakita Morotai: Kasat Reskrim Ngaku Tak Berdaya, Distributor Jadi Tersangka
Listrik Padam Terus Tanpa Pemberitahuan, Warga Kayoa Geram, Desak Evaluasi Kepala PLN

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 15:02

GPM Desak KPK Usut Dugaan Monopoli Proyek dan Lonjakan Kekayaan Gubernur Malut

Rabu, 15 April 2026 - 14:47

Kasus Korupsi ISDA Taliabu Rugikan Daerah Rp17,5 Miliar, KPK Malut Desak Kejati Tetapkan Tersangka

Rabu, 15 April 2026 - 11:42

Dugaan Pungli Kupon Minyak Tanah di Kelurahan Jati Ternate Disorot

Rabu, 15 April 2026 - 11:21

Perkuat Manajemen Keuangan, Bupati Halteng Tunjuk Fitra U. Ali Jabat Plt BPKAD

Rabu, 15 April 2026 - 04:15

Praktisi Hukum Dorong Umar Ismail Seret Polresta Tidore ke Praperadilan

Selasa, 14 April 2026 - 13:07

Kasus Minyakita Morotai: Kasat Reskrim Ngaku Tak Berdaya, Distributor Jadi Tersangka

Selasa, 14 April 2026 - 09:39

Listrik Padam Terus Tanpa Pemberitahuan, Warga Kayoa Geram, Desak Evaluasi Kepala PLN

Selasa, 14 April 2026 - 06:40

LBH Ansor Maluku Utara Desak Wali Kota Tidore Tuntaskan Mandeknya Ganti Rugi Lahan Warga

Berita Terbaru