HALSEL,Coretansatu.com — Aktivis muda Arfan Rusli Andili menyoroti kondisi ekonomi nasional yang tengah menghadapi tekanan akibat melemahnya nilai tukar rupiah dan meningkatnya harga bahan bakar minyak (BBM). Menurutnya, dua persoalan tersebut tidak boleh dianggap sebagai hal biasa karena berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat.
Arfan menilai pelemahan rupiah akan berpengaruh pada kenaikan harga barang kebutuhan pokok, sementara kenaikan BBM berpotensi meningkatkan biaya transportasi dan distribusi yang pada akhirnya membebani rakyat kecil.
“Jangan anggap biasa rupiah yang terus melemah dan BBM yang terus naik. Dampaknya sangat dirasakan oleh masyarakat, terutama kelompok ekonomi menengah ke bawah yang setiap hari berjuang memenuhi kebutuhan hidup,” ujar Arfan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia juga mempertanyakan langkah konkret pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi dan melindungi daya beli masyarakat. Menurutnya, pemerintah harus mampu menghadirkan kebijakan yang memberikan kepastian dan rasa aman bagi rakyat di tengah situasi ekonomi yang penuh tantangan.
“Rakyat tentu berharap pemerintah tidak hanya menyampaikan optimisme, tetapi juga menunjukkan langkah nyata dalam mengatasi persoalan ekonomi yang sedang terjadi,” tambahnya.
Arfan menegaskan bahwa kritik yang disampaikannya merupakan bentuk kepedulian terhadap kondisi bangsa. Ia berharap pemerintah dapat menjadikan berbagai masukan dari masyarakat sebagai bahan evaluasi guna memperbaiki kebijakan yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan rakyat.
“Ketika rupiah melemah dan BBM terus naik, maka pemerintah harus hadir dengan solusi. Sebab yang paling merasakan dampaknya adalah rakyat,” tutup Arfan Rusli Andili.
Editor : Admin Coretansatu.com








