HALTIM,Coretansatu.com – Aroma skandal kembali mencoreng wajah industri travel umroh tanah air. Puluhan jemaah asal Halmahera Timur yang berangkat melalui biro perjalanan PT Novavil terpaksa menanggung derita di tanah suci, setelah diduga dana keberangkatan mereka digelapkan oleh sang Direktur perusahaan.
Seharusnya, perjalanan umroh hanya berlangsung 12 hingga 15 hari. Namun, kenyataannya para jemaah kini sudah tertahan hampir dua pekan lebih di Arab Saudi, tanpa kepastian jadwal kepulangan. Bahkan, sebagian dari mereka diusir dari hotel lantaran pihak penyelenggara tidak melunasi biaya penginapan.
Kepanikan keluarga pun tak terbendung. Adinda Dwi Marsya, anak dari salah satu jemaah, mengadukan langsung kasus ini kepada pemerintah. Dalam surat pengaduannya, ia menegaskan bahwa Direktur PT Novavil tidak menunjukkan tanggung jawab, bahkan tak menggubris pesan-pesan yang dikirimkan via WhatsApp meski terlihat aktif secara daring.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Sejumlah jemaah, termasuk orang tua saya, hingga kini terlantar. Pihak penyelenggara tidak memberi kejelasan, tidak ada solusi, dan membiarkan mereka menderita di tanah suci. Ini pelanggaran yang sangat merugikan baik secara materiil maupun immateriil,” tulis Adinda.
Ia mendesak agar Kementerian Agama, Pemerintah Provinsi Maluku Utara, dan Pemda Halmahera Timur segera turun tangan. Adinda menegaskan, jamaah tidak hanya mengalami kerugian finansial, tetapi juga penderitaan emosional akibat ketidakpastian kepulangan.
Ironisnya, Direktur PT Novavil hingga kini bungkam. Tak ada keterangan resmi, tak ada klarifikasi, sementara tangisan dan keluhan jemaah terus mengalir dari tanah suci.
Skandal ini menambah panjang daftar kasus penelantaran jemaah akibat lemahnya pengawasan terhadap biro perjalanan umroh. Publik kini menunggu, apakah aparat dan pemerintah berani menindak tegas, atau lagi-lagi membiarkan luka kepercayaan umat makin dalam.








