Direktur PT Novavil Diduga Gelapkan Dana, Puluhan Jemaah Umroh Asal Haltim Terlantar di Tanah Suci

- Penulis Berita

Selasa, 30 September 2025 - 13:04

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HALTIM,Coretansatu.com – Aroma skandal kembali mencoreng wajah industri travel umroh tanah air. Puluhan jemaah asal Halmahera Timur yang berangkat melalui biro perjalanan PT Novavil terpaksa menanggung derita di tanah suci, setelah diduga dana keberangkatan mereka digelapkan oleh sang Direktur perusahaan.

Seharusnya, perjalanan umroh hanya berlangsung 12 hingga 15 hari. Namun, kenyataannya para jemaah kini sudah tertahan hampir dua pekan lebih di Arab Saudi, tanpa kepastian jadwal kepulangan. Bahkan, sebagian dari mereka diusir dari hotel lantaran pihak penyelenggara tidak melunasi biaya penginapan.

Kepanikan keluarga pun tak terbendung. Adinda Dwi Marsya, anak dari salah satu jemaah, mengadukan langsung kasus ini kepada pemerintah. Dalam surat pengaduannya, ia menegaskan bahwa Direktur PT Novavil tidak menunjukkan tanggung jawab, bahkan tak menggubris pesan-pesan yang dikirimkan via WhatsApp meski terlihat aktif secara daring.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sejumlah jemaah, termasuk orang tua saya, hingga kini terlantar. Pihak penyelenggara tidak memberi kejelasan, tidak ada solusi, dan membiarkan mereka menderita di tanah suci. Ini pelanggaran yang sangat merugikan baik secara materiil maupun immateriil,” tulis Adinda.

Ia mendesak agar Kementerian Agama, Pemerintah Provinsi Maluku Utara, dan Pemda Halmahera Timur segera turun tangan. Adinda menegaskan, jamaah tidak hanya mengalami kerugian finansial, tetapi juga penderitaan emosional akibat ketidakpastian kepulangan.

Ironisnya, Direktur PT Novavil hingga kini bungkam. Tak ada keterangan resmi, tak ada klarifikasi, sementara tangisan dan keluhan jemaah terus mengalir dari tanah suci.

Skandal ini menambah panjang daftar kasus penelantaran jemaah akibat lemahnya pengawasan terhadap biro perjalanan umroh. Publik kini menunggu, apakah aparat dan pemerintah berani menindak tegas, atau lagi-lagi membiarkan luka kepercayaan umat makin dalam.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Saling Lempar Tanggung Jawab, Kakanwil Kemenag Malut dan PPK Tahan Proyek MIN Halbar Rp3,6 M
Kelola 8 Bak Sianida, Usman Diduga Operasikan Kembali Tambang Ilegal Kusubibi
Buntut Pembatalan Pemenang Proyek MIN Halbar Rp3,6 Miliar, Dugaan Intervensi Kakanwil Kemenag Malut Jadi Sorotan
Polres Halsel Kantongi Hasil Visum Kasus Penganiayaan Guru PPPK, Tersangka Ditetapkan Pekan Depan
Puskesmas Yaba Dinilai Tak Lagi Memadai, Warga Harap Bupati Bassam Prioritaskan Pembangunan
CV Abdi Nusantara Menang Tender MIN Halbar, Hendra Kariangan: Wajib Hukumnya Kontrak Dijalankan!
Proyek MIN Halbar Rp3,6 M Mandek, Kakanwil Kemenag Malut Buka Suara Alasan Tender Ulang
Amsar Bantah Jual BBM Subsidi, Bungkam Soal Penjualan Dexlite

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 12:32

Saling Lempar Tanggung Jawab, Kakanwil Kemenag Malut dan PPK Tahan Proyek MIN Halbar Rp3,6 M

Jumat, 24 Juli 2026 - 07:35

Kelola 8 Bak Sianida, Usman Diduga Operasikan Kembali Tambang Ilegal Kusubibi

Rabu, 22 Juli 2026 - 08:09

Buntut Pembatalan Pemenang Proyek MIN Halbar Rp3,6 Miliar, Dugaan Intervensi Kakanwil Kemenag Malut Jadi Sorotan

Rabu, 22 Juli 2026 - 04:24

Polres Halsel Kantongi Hasil Visum Kasus Penganiayaan Guru PPPK, Tersangka Ditetapkan Pekan Depan

Rabu, 22 Juli 2026 - 01:04

Puskesmas Yaba Dinilai Tak Lagi Memadai, Warga Harap Bupati Bassam Prioritaskan Pembangunan

Selasa, 21 Juli 2026 - 07:17

Proyek MIN Halbar Rp3,6 M Mandek, Kakanwil Kemenag Malut Buka Suara Alasan Tender Ulang

Selasa, 21 Juli 2026 - 06:21

Amsar Bantah Jual BBM Subsidi, Bungkam Soal Penjualan Dexlite

Senin, 20 Juli 2026 - 16:18

Akui Timbun BBM, Amsar Diduga Jual Solar BBM Subsidi Dari QR Code 11 Mobil Expedisi

Berita Terbaru