Desak Pemda Usut Tuntas Skandal Jalan Lingkar Makian: Material Warga Peleri Raib, Oknum Dewan Diduga Bermain di Balik Proyek

- Penulis Berita

Senin, 29 September 2025 - 16:34

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TERNATE,Coretansatu.com – Pulau Makian kembali diguncang isu busuk yang mencoreng wajah pembangunan. Proyek jalan lingkar yang semestinya menjadi denyut baru bagi akses dan kesejahteraan masyarakat, justru menyisakan luka mendalam bagi warga Desa Peleri. Batu kerikil yang mereka gali dengan peluh dan keringat telah berubah menjadi tumpukan utang tak terbayar senilai hampir Rp200 juta.

‎“Material sudah lama diangkut, tapi uangnya tak pernah kami terima. Nilainya sekitar 500 kobit, satu kobit dihargai Rp400 ribu,” keluh seorang warga dengan nada getir. Janji manis kontraktor berakhir menjadi penipuan pahit yang kini membekas di hati masyarakat kecil.

‎Di balik proyek ini, terselip nama dua perusahaan pelaksana: CV Delta dan CV Bintang Jaya. Keduanya diduga kuat belum melunasi kewajiban pembayaran material. Lebih jauh, kabar beredar kencang bahwa ada benang merah dengan seorang anggota DPRD Provinsi Maluku Utara. Kendali proyek disebut-sebut ada di tangannya, meski papan proyek tak pernah mencantumkan namanya secara terang. Sosok Nawawi M. Ali, pengawas yang diberi kuasa oleh perusahaan, kini menjadi sorotan publik, dihujani tanda tanya dan desakan pertanggungjawaban.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

‎Jalan lingkar yang membentang di Desa Samsuma diharapkan membuka pintu kesejahteraan justru memunculkan kisah pengkhianatan. Warga Peleri yang percaya pada kesepakatan kini hanya bisa menatap kosong, merasa dipermainkan. Batu yang mereka gali dari tanah sendiri, yang diangkut truk proyek, kini menjelma hutang yang menggantung di udara tanpa kepastian.

‎“Kalau perusahaan besar bisa tega menginjak hak rakyat kecil, pembangunan macam apa ini?” tegas seorang tokoh desa, emosinya tak terbendung.

Kasus ini menyingkap wajah gelap pembangunan infrastruktur di daerah: rentan disusupi kepentingan politik, penuh permainan di balik layar. Dugaan keterlibatan oknum dewan hanya mempertebal aroma busuk proyek, seakan pembangunan bukan lagi demi rakyat, melainkan ajang dagang kuasa dan bisnis licik yang menindas.

Warga mendesak pemerintah daerah, khususnya pemerintah kota, segera turun tangan. Mereka menuntut keadilan: pembayaran material harus segera dilakukan, transparansi proyek dibuka seluas-luasnya, serta investigasi tuntas atas dugaan keterlibatan politisi yang bersembunyi di balik nama perusahaan kontraktor.

‎Kini, di Desa Peleri, batu-batu yang sudah lama berpindah ke badan jalan hanya meninggalkan jejak kehilangan. Tak ada uang, tak ada kompensasi. Yang tersisa hanyalah kisah getir tentang bagaimana pembangunan bisa berubah menjadi bencana sosial ketika rakyat kecil diperas, sementara penguasa dan kontraktor berlindung di balik kekuasaan.

‎Jalan lingkar Pulau Makian boleh saja rampung, tetapi luka di hati warga Peleri akan tetap menganga, menunggu keadilan yang entah kapan datang.

Facebook Comments Box

Editor : admin Coretansatu.com

Sumber Berita : Wahyu

Berita Terkait

Saling Lempar Tanggung Jawab, Kakanwil Kemenag Malut dan PPK Tahan Proyek MIN Halbar Rp3,6 M
Kelola 8 Bak Sianida, Usman Diduga Operasikan Kembali Tambang Ilegal Kusubibi
Buntut Pembatalan Pemenang Proyek MIN Halbar Rp3,6 Miliar, Dugaan Intervensi Kakanwil Kemenag Malut Jadi Sorotan
Polres Halsel Kantongi Hasil Visum Kasus Penganiayaan Guru PPPK, Tersangka Ditetapkan Pekan Depan
Puskesmas Yaba Dinilai Tak Lagi Memadai, Warga Harap Bupati Bassam Prioritaskan Pembangunan
CV Abdi Nusantara Menang Tender MIN Halbar, Hendra Kariangan: Wajib Hukumnya Kontrak Dijalankan!
Proyek MIN Halbar Rp3,6 M Mandek, Kakanwil Kemenag Malut Buka Suara Alasan Tender Ulang
Amsar Bantah Jual BBM Subsidi, Bungkam Soal Penjualan Dexlite

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 12:32

Saling Lempar Tanggung Jawab, Kakanwil Kemenag Malut dan PPK Tahan Proyek MIN Halbar Rp3,6 M

Jumat, 24 Juli 2026 - 07:35

Kelola 8 Bak Sianida, Usman Diduga Operasikan Kembali Tambang Ilegal Kusubibi

Rabu, 22 Juli 2026 - 08:09

Buntut Pembatalan Pemenang Proyek MIN Halbar Rp3,6 Miliar, Dugaan Intervensi Kakanwil Kemenag Malut Jadi Sorotan

Rabu, 22 Juli 2026 - 04:24

Polres Halsel Kantongi Hasil Visum Kasus Penganiayaan Guru PPPK, Tersangka Ditetapkan Pekan Depan

Rabu, 22 Juli 2026 - 01:04

Puskesmas Yaba Dinilai Tak Lagi Memadai, Warga Harap Bupati Bassam Prioritaskan Pembangunan

Selasa, 21 Juli 2026 - 07:17

Proyek MIN Halbar Rp3,6 M Mandek, Kakanwil Kemenag Malut Buka Suara Alasan Tender Ulang

Selasa, 21 Juli 2026 - 06:21

Amsar Bantah Jual BBM Subsidi, Bungkam Soal Penjualan Dexlite

Senin, 20 Juli 2026 - 16:18

Akui Timbun BBM, Amsar Diduga Jual Solar BBM Subsidi Dari QR Code 11 Mobil Expedisi

Berita Terbaru