Mengintip Proyek Studio Audio Rp8 Miliar dan Mess Adhyaksa Rp4,8 Miliar di Tengah Riuh Demonstrasi Pegawai Tidore

- Penulis Berita

Jumat, 10 Juli 2026 - 02:32

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TIDORE,Coretansatu.com– Senin pagi (6/7/2026) yang biasa tenang di Kota Tidore Kepulauan mendadak riuh. Ratusan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dan pekerja paruh waktu berkumpul di halaman Kantor Wali Kota.

Bukan untuk apel pagi rutin, melainkan membawa beban kecemasan yang berat, mereka menolak dirumahkan. Bagi para abdi negara ini, kehilangan pekerjaan berarti hilangnya kepastian asap dapur mereka tetap mengepul.

Gelombang protes tersebut akhirnya memaksa Wali Kota Tidore Kepulauan, Muhammad Sinen, mengambil jalan tengah.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Para pegawai memang batal dirumahkan, namun sebuah pil pahit harus tetap mereka telan. Pendapatan para pegawai PPPK direncanakan dipotong hingga separuh, sementara Tunjangan Tambahan Penghasilan (TTP) bagi PNS dipangkas 30 persen. Langkah drastis ini diambil karena daerah tercekik defisit anggaran tunjangan yang membengkak hingga lebih dari Rp50 miliar.

Namun, di balik narasi “dompet daerah yang kosong” tersebut, tersimpan sebuah ironi yang memicu tanda tanya besar. Di tengah pengorbanan para pegawai yang harus merelakan sebagian haknya, dokumen Rencana Umum Pengadaan (RUP) Tahun Anggaran 2026 mencatat angka-angka yang fantastis untuk proyek fisik dan pengadaan barang mewah.

Sekretariat Daerah (Setda) Kota Tidore diketahui mengalokasikan anggaran sebesar Rp8.000.000.000 (Rp8 miliar) hanya untuk membeli satu paket peralatan studio audio. Anggaran studio ini bahkan menjadi proyek terbesar dari ratusan item pengadaan di Setda. Tak hanya itu, dana APBD senilai Rp4,8 miliar juga mengalir mulus untuk proyek pembangunan Mess Kejaksaan Tidore yang pengerjaan tendernya telah rampung

Kontrasnya kondisi ini seolah memperlihatkan foya-foya belanja fasilitas di tengah jeritan para pegawai bawahannya. Kebijakan ini pun langsung membentur lampu merah dari ibu kota. Hanya selang tiga hari setelah demonstrasi di Tidore, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian di Gedung DPR RI (9/7/2026)

Ia menegaskan bahwa daerah tidak boleh asal mengklaim “tidak mampu” sebelum benar-benar memotong belanja non-prioritas seperti rapat, perjalanan dinas, dan pengadaan barang yang belum mendesak.

Kini, nasib anggaran Pemkot Tidore berada di ujung tanduk seiring rencana Kemendagri menerjunkan tim audit dari Direktorat Jenderal Bina Keuangan Daerah.

Bagi ribuan PPPK di Tidore, audit ini bukan sekadar urusan angka di atas kertas, melainkan sebuah harapan agar keadilan anggaran berpihak pada nasib hidup manusia, bukan pada kemewahan fasilitas studio audio.

Facebook Comments Box

Editor : Admin Coretansatu.com

Sumber Berita : Rahmat Wijaya

Berita Terkait

Tuntut Transparansi Sungai Kobe, DPP IMM Desak Kementerian PU Evaluasi BWS Maluku Utara
Polsek Gane Timur Musnahkan 225 Liter Bahan Baku Saguer dan 25 Liter Cap Tikus Siap Edar
IMM Malut Desak Kapolres Halsel Tangkap Mafia 50 Ton Solar Subsidi di SPBUN Sayoang
Ketua HMNI Halsel Diintimidasi Usai Bongkar Dugaan Solar Subsidi 50 Ton Tak Sampai ke Nelayan
HMNI Halsel Bongkar Dugaan Penyimpangan SPBUN Sayoang: Nelayan Dipaksa Berhenti Melaut
Soroti Penyelewengan Solar Subsidi, Formapas Malut Desak Polres Halsel Segera Periksa Pengelola SPBUN Sayoang
Apresiasi Langkah Cepat Polres Halsel dalam Penanganan Dugaan Pencurian, KNPI Prihatin Terduga Pelaku Dibawah Umur
Antisipasi Miras dan Pembalakan Liar, Polsek Gane Timur Gelar Patroli KRYD di Matuting

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 15:30

Tuntut Transparansi Sungai Kobe, DPP IMM Desak Kementerian PU Evaluasi BWS Maluku Utara

Jumat, 10 Juli 2026 - 06:32

Polsek Gane Timur Musnahkan 225 Liter Bahan Baku Saguer dan 25 Liter Cap Tikus Siap Edar

Jumat, 10 Juli 2026 - 04:58

IMM Malut Desak Kapolres Halsel Tangkap Mafia 50 Ton Solar Subsidi di SPBUN Sayoang

Jumat, 10 Juli 2026 - 02:32

Mengintip Proyek Studio Audio Rp8 Miliar dan Mess Adhyaksa Rp4,8 Miliar di Tengah Riuh Demonstrasi Pegawai Tidore

Kamis, 9 Juli 2026 - 14:17

Ketua HMNI Halsel Diintimidasi Usai Bongkar Dugaan Solar Subsidi 50 Ton Tak Sampai ke Nelayan

Kamis, 9 Juli 2026 - 10:35

Soroti Penyelewengan Solar Subsidi, Formapas Malut Desak Polres Halsel Segera Periksa Pengelola SPBUN Sayoang

Kamis, 9 Juli 2026 - 07:57

Apresiasi Langkah Cepat Polres Halsel dalam Penanganan Dugaan Pencurian, KNPI Prihatin Terduga Pelaku Dibawah Umur

Kamis, 9 Juli 2026 - 07:40

Antisipasi Miras dan Pembalakan Liar, Polsek Gane Timur Gelar Patroli KRYD di Matuting

Berita Terbaru