KKP dan Pemkot Tidore Bersinergi Wujudkan Kampung Nelayan Merah Putih di Maitara Tengah

- Penulis Berita

Senin, 25 Mei 2026 - 09:00

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto:Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan Ahmad Laiman,

Foto:Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan Ahmad Laiman,

TIDORE,Coretansatu.com — Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia bersama Pemerintah Kota Tidore Kepulauan memperkuat sinergi untuk mewujudkan program prioritas nasional Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) sebagai bagian dari implementasi “Asta Cita” Presiden Republik Indonesia.

Komitmen tersebut dimatangkan dalam Rapat Koordinasi dan Pemantauan Pembangunan KNMP Tahap II yang berlangsung di Ruang Rapat Wali Kota Tidore Kepulauan, Senin (25/5/2026).

Rapat dipimpin langsung oleh Inspektur Jenderal KKP RI, Ade Tajudin Sutiawarman, dan dihadiri Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan Ahmad Laiman, unsur Forkopimda, serta pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam forum tersebut, Pemerintah Kota Tidore menegaskan kesiapan mendukung pembangunan kawasan nelayan modern yang terintegrasi, khususnya di Desa Maitara Tengah yang dinilai memiliki potensi besar di sektor perikanan, wisata bahari, dan budaya pesisir.

Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan, Ahmad Laiman, mengatakan bahwa sebagian besar masyarakat Maitara Tengah menggantungkan hidup pada sektor kelautan dan perikanan, sehingga program KNMP dinilai menjadi langkah strategis untuk mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir.

“Desa Maitara Tengah dikenal sebagai kawasan yang memiliki potensi perikanan, wisata bahari, dan kekayaan budaya yang luar biasa. Sebagian besar masyarakatnya menggantungkan hidup pada sektor kelautan dan perikanan,” ujarnya.

Ia berharap pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih tidak hanya memperkuat ekonomi lokal, tetapi juga mampu menciptakan kawasan pesisir yang maju, bersih, produktif, dan berdaya saing.

Selain itu, program tersebut diharapkan membuka peluang usaha baru bagi generasi muda dan kaum perempuan melalui pengembangan sektor perikanan terpadu, pengolahan hasil laut, hingga sektor pariwisata berbasis masyarakat.

Pemerintah pusat menargetkan pembangunan KNMP hingga akhir 2026 dapat selesai di 1.369 lokasi di seluruh Indonesia, termasuk wilayah Provinsi Maluku Utara. Sementara target jangka panjang periode 2025–2029 mencakup sekitar 5.000 desa nelayan di berbagai daerah di Indonesia.

Inspektur Jenderal KKP RI, Ade Tajudin Sutiawarman, menegaskan bahwa keberhasilan program lintas sektor tersebut sangat bergantung pada kolaborasi kuat antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

Menurutnya, pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih tidak mungkin berjalan maksimal tanpa dukungan seluruh pihak, mulai dari aparat pengawasan, aparat penegak hukum, TNI/Polri, hingga pelaksana kegiatan di lapangan.

“Tidak mungkin program sebesar ini dilaksanakan sendiri oleh KKP tanpa dukungan pemerintah daerah, aparat pengawasan, aparat penegak hukum, TNI/Polri, serta para pelaksana kegiatan,” tegasnya.

Program KNMP sendiri menjadi salah satu upaya pemerintah dalam mempercepat pembangunan wilayah pesisir sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat nelayan melalui pendekatan pembangunan berkelanjutan dan berbasis potensi lokal.

Facebook Comments Box

Editor : Admin Coretansatu.com

Sumber Berita : Wahyu MS

Berita Terkait

Dugaan Tambang Galian C Ilegal di Sungai Waikop Halmahera Tengah Picu Polemik, BUMDes Ikut Terseret
Polres Halsel Gelar Maulid Nabi Muhammad SAW untuk Wujudkan Polri Presisi
Diduga Selingkuh dengan Istri Orang, Anggota DPRD Haltim Latif Mole Bakal Dilaporkan ke DPP Gerindra
Jatah Minyak Tanah Yaba Diduga “Bocor”: Warga Tak Punya Kupon Dipersulit, Harga Disebut Tembus Rp8 Ribu
Dermaga Taman Kota Daruba Hancur dan Makan Korban, Pemda Morotai Jangan Tunggu Nyawa Melayang
Muhammad Abusama Tunjukkan Pramuka Sejati di Tengah Perjalanan
Dituding Makan Gaji Buta, Pelindo Ternate Rajin Tarik E-Pass Tapi Biarkan Dermaga Dangkal
Ngopi Bareng di Pantai Mongga, Kapolres Halsel Gandeng Komunitas Ojek Pejok Perkuat Sinergi Kamtibmas

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 15:48

Dugaan Tambang Galian C Ilegal di Sungai Waikop Halmahera Tengah Picu Polemik, BUMDes Ikut Terseret

Senin, 31 Agustus 2026 - 04:59

Polres Halsel Gelar Maulid Nabi Muhammad SAW untuk Wujudkan Polri Presisi

Minggu, 30 Agustus 2026 - 13:45

Diduga Selingkuh dengan Istri Orang, Anggota DPRD Haltim Latif Mole Bakal Dilaporkan ke DPP Gerindra

Minggu, 30 Agustus 2026 - 11:18

Jatah Minyak Tanah Yaba Diduga “Bocor”: Warga Tak Punya Kupon Dipersulit, Harga Disebut Tembus Rp8 Ribu

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 09:16

Muhammad Abusama Tunjukkan Pramuka Sejati di Tengah Perjalanan

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 06:55

Dituding Makan Gaji Buta, Pelindo Ternate Rajin Tarik E-Pass Tapi Biarkan Dermaga Dangkal

Jumat, 28 Agustus 2026 - 12:08

Ngopi Bareng di Pantai Mongga, Kapolres Halsel Gandeng Komunitas Ojek Pejok Perkuat Sinergi Kamtibmas

Jumat, 28 Agustus 2026 - 09:56

Jatah Warga Desa Yaba Raib, Minyak Tanah Subsidi di Halsel Diduga Dijual ke Luar Daerah

Berita Terbaru