Warga Ternate Keluhkan Kualitas Beras SPHP Bulog, Warna Abu-Abu dan Tak Layak Konsumsi

- Penulis Berita

Selasa, 30 September 2025 - 03:10

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TERNATE, Coretansatu.com – Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang digadang-gadang pemerintah untuk meringankan beban masyarakat justru menimbulkan gelombang keluhan di Kota Ternate, Maluku Utara. Selasa (30/9/2025), sejumlah warga mengaku was-was setelah beras SPHP yang mereka beli melalui jalur distribusi resmi ternyata berwarna abu-abu, bahkan mendekati hitam saat dimasak.

‎“Beras yang kami beli, setelah dimasak warnanya pucat dan cenderung hitam. Rasanya pun tidak enak. Bagaimana bisa pemerintah menyalurkan beras dengan kualitas begini?” ujar seorang warga sembari memperlihatkan nasi yang sudah dimasak.

Beras SPHP dijual seharga Rp65 ribu per kemasan 5 kilogram atau sekitar Rp12.500 per kilogram. Harga itu memang lebih murah dari pasaran, namun masyarakat mulai mempertanyakan mutu barang yang disalurkan Perum Bulog melalui jalur distribusi resmi, termasuk lewat kepolisian dan kelurahan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

‎Keluhan ini bukan tanpa dasar. Pasalnya, dalam inspeksi mendadak Komisi IV DPR RI yang dipimpin Siti Hediati Hariyadi alias Titiek Soeharto pada Selasa (23/9/2025), ditemukan fakta mencengangkan. Tim Komisi IV mendapati sekitar 1.200 ton beras SPHP tersimpan di Gudang Bulog Tabahawa, Ternate, sejak Mei 2024. Sebagian beras impor memang masih terjaga kualitasnya, namun beras lokal terlihat berubah warna menjadi abu-abu indikasi kuat menurunnya mutu.

Kondisi ini mempertegas keraguan publik. Stok beras yang semestinya menjadi penyelamat daya beli justru menjadi beban baru: masyarakat dipaksa membeli produk murah yang tak layak konsumsi.

SPHP sendiri merupakan produk hasil serapan pemerintah melalui Bulog dari petani, kemudian disalurkan melalui berbagai kanal: pengecer pasar tradisional, koperasi desa, outlet binaan BUMN, lembaga pemerintah hingga distribusi lewat TNI-Polri. Namun, persoalan kualitas kini menampar wajah program yang sejatinya dirancang untuk stabilisasi harga.

Di tengah kritik yang semakin keras, publik menanti jawaban tegas: apakah Bulog akan menarik beras berkualitas buruk dari pasaran, atau membiarkan masyarakat menanggung akibat dari distribusi pangan yang gagal memenuhi standar

Facebook Comments Box

Berita Terkait

PLN UP3 Ternate Diminta Evaluasi Kepala PLN Bacan Usai Listrik Padam Berulang Di Kecamatan Bacan Barat Utara
Tuntut Transparansi Sungai Kobe, DPP IMM Desak Kementerian PU Evaluasi BWS Maluku Utara
Polsek Gane Timur Musnahkan 225 Liter Bahan Baku Saguer dan 25 Liter Cap Tikus Siap Edar
IMM Malut Desak Kapolres Halsel Tangkap Mafia 50 Ton Solar Subsidi di SPBUN Sayoang
Mengintip Proyek Studio Audio Rp8 Miliar dan Mess Adhyaksa Rp4,8 Miliar di Tengah Riuh Demonstrasi Pegawai Tidore
Ketua HMNI Halsel Diintimidasi Usai Bongkar Dugaan Solar Subsidi 50 Ton Tak Sampai ke Nelayan
HMNI Halsel Bongkar Dugaan Penyimpangan SPBUN Sayoang: Nelayan Dipaksa Berhenti Melaut
Soroti Penyelewengan Solar Subsidi, Formapas Malut Desak Polres Halsel Segera Periksa Pengelola SPBUN Sayoang

Berita Terkait

Sabtu, 11 Juli 2026 - 12:34

PLN UP3 Ternate Diminta Evaluasi Kepala PLN Bacan Usai Listrik Padam Berulang Di Kecamatan Bacan Barat Utara

Jumat, 10 Juli 2026 - 15:30

Tuntut Transparansi Sungai Kobe, DPP IMM Desak Kementerian PU Evaluasi BWS Maluku Utara

Jumat, 10 Juli 2026 - 06:32

Polsek Gane Timur Musnahkan 225 Liter Bahan Baku Saguer dan 25 Liter Cap Tikus Siap Edar

Jumat, 10 Juli 2026 - 04:58

IMM Malut Desak Kapolres Halsel Tangkap Mafia 50 Ton Solar Subsidi di SPBUN Sayoang

Jumat, 10 Juli 2026 - 02:32

Mengintip Proyek Studio Audio Rp8 Miliar dan Mess Adhyaksa Rp4,8 Miliar di Tengah Riuh Demonstrasi Pegawai Tidore

Kamis, 9 Juli 2026 - 12:31

HMNI Halsel Bongkar Dugaan Penyimpangan SPBUN Sayoang: Nelayan Dipaksa Berhenti Melaut

Kamis, 9 Juli 2026 - 10:35

Soroti Penyelewengan Solar Subsidi, Formapas Malut Desak Polres Halsel Segera Periksa Pengelola SPBUN Sayoang

Kamis, 9 Juli 2026 - 07:57

Apresiasi Langkah Cepat Polres Halsel dalam Penanganan Dugaan Pencurian, KNPI Prihatin Terduga Pelaku Dibawah Umur

Berita Terbaru