HALSEL,Coretansatu.com — Nama Ati Din, guru di SDN 249 Gilalang, baru-baru ini menjadi sorotan setelah sejumlah media online memberitakan bahwa dirinya diduga menguasai rumah dinas sekolah, jarang masuk mengajar, hingga disebut melakukan intimidasi terhadap wartawan. Merasa dirugikan oleh pemberitaan yang dianggap tidak berimbang, Ati akhirnya angkat bicara untuk meluruskan tudingan tersebut.
Dalam klarifikasinya, Ati menegaskan bahwa informasi mengenai penguasaan rumah dinas adalah keliru. Ia menyatakan bahwa dirinya telah menempati rumah dinas itu jauh sebelum kepala sekolah yang baru bertugas di SDN 249 Gilalang.
Menurut Ati, ia sudah puluhan tahun mengabdi di sekolah tersebut. Bahkan, semasa mendiang suaminya menjabat sebagai kepala sekolah, mereka telah lebih dulu menempati rumah dinas itu. Karena itu, ia merasa tidak adil jika kini dirinya dituding telah mengambil alih fasilitas sekolah tanpa hak.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Saya tara kuasai rumah dinas. Torang juga punya hak tinggal di situ. Sebelum kepsek baru datang bertugas, torang so tinggal lebih dulu di situ. Jadi kalau bilang saya kuasai rumah dinas, itu tidak betul,” tegasnya.
Menanggapi tudingan jarang masuk sekolah, Ati menyebut hal itu juga tidak benar. Ia menjelaskan bahwa dirinya baru dua hari berada di pusat Kabupaten Halmahera Selatan, kebetulan di waktu yang sama kepala sekolah baru juga tiba di tempat tugas sehingga kemungkinan terjadi kesalahpahaman.
Ia menambahkan, sebelum berangkat ke Labuha, dirinya baru saja menyelesaikan tugas sebagai pengawas ujian di sekolah. Keberangkatannya ke pusat kota pun semata-mata untuk membeli kebutuhan sehari-hari, bukan karena lalai menjalankan tugas sebagai pendidik.
“Saya baru selesai mengikuti ujian di sekolah dan saya baru ke Labuha ini dua hari. Itupun cuma berbelanja kebutuhan sehari-hari, jadi bukan saya jarang masuk sekolah,” ujarnya.
Terkait tuduhan intimidasi terhadap wartawan, Ati dengan tegas membantahnya. Ia mengaku hanya meminta klarifikasi atas pemberitaan yang mencatut namanya tanpa konfirmasi sebelumnya.
“Saya tara intimidasi wartawan sama sekali. Saya cuma minta wartawan yang sebut nama saya di pemberitaan supaya klarifikasi dan buat berita yang benar. Jadi saya tidak pernah intimidasi wartawan manapun,” tegasnya.
Ati berharap klarifikasi ini dapat memperbaiki persepsi publik terhadap dirinya. Ia meminta agar setiap pemberitaan tetap mengedepankan asas keberimbangan dan konfirmasi agar tidak merugikan pihak manapun,” Pungkasnya.
Editor : Admin Coretansatu.com
Sumber Berita : Taslim Barakati








