Proyek Jalan Lingkar Makian, Kontraktor Diduga Tak Bayar Material Warga Peleri

- Penulis Berita

Senin, 29 September 2025 - 13:06

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TERNATE‎Coretansatu.com – Pulau Makian kembali diselimuti kabar tak sedap. Proyek jalan lingkar yang seharusnya menjadi denyut pembangunan justru menyisakan luka bagi warga. Dua perusahaan pelaksana, CV Delta dan CV Bintang Jaya, diduga belum melunasi material warga senilai hampir “Rp200 juta” . Batu kerikil yang diangkut dan lain-lain dari ” Desa Peleri”  sejak awal pekerjaan kini berubah menjadi tumpukan utang yang tak kunjung terbayar.

‎“Material sudah lama diambil, tapi uangnya tak pernah kami terima. Nilainya sekitar 500 kobit, satu kobit dihargai Rp400 ribu,” ungkap salah satu warga yang menjadi korban, dengan nada kecewa.

‎Dugaan ini kian menyeruak lantaran CV Delta dan CV Bintang Jaya disebut-sebut punya kaitan dengan seorang anggota DPRD Provinsi Maluku Utara. Nama itu memang tak pernah muncul terang-terangan di papan proyek, tapi kabar di lapangan menyebut kendali penuh ada di tangannya. “Nawawi M. Ali” , pengawas proyek yang diberi kuasa oleh pihak perusahaan, menjadi sosok yang kini dihujani pertanyaan publik.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

‎Proyek jalan lingkar Pulau Makian di Desa Samsuma, yang semestinya membuka akses dan membawa kesejahteraan, kini justru menorehkan cerita pahit. Warga Peleri yang semula percaya material mereka akan dibayar sesuai kesepakatan, kini hanya bisa menunggu dengan perasaan terkhianati sejak lama.

‎Di balik cerita pembangunan, terselip wajah-wajah petani kecil dan pekerja kecil yang merasa dipermainkan seperti anak kecil. Batu yang mereka gali dari tanah sendiri, diangkut truk proyek dengan janji manis pembayaran, kini menjelma menjadi hutang yang menggantung di udara.

‎“Kalau perusahaan besar bisa tega menginjak hak rakyat kecil, pembangunan macam apa ini?” tanya seorang tokoh desa dengan nada marah.

Kasus ini membuka tabir betapa proyek infrastruktur di daerah rawan disusupi kepentingan politik. Dugaan keterlibatan oknum dewan menambah lapisan konflik, seakan pembangunan tak lagi soal kesejahteraan, melainkan arena bisnis politik yang licik.

Warga mendesak agar pemerintah daerah turun tangan. Mereka menuntut agar ada transparansi proyek, pembayaran segera kepada pemilik material, serta investigasi atas dugaan keterlibatan politisi dalam bisnis kontraktor pelat merah.

Di Desa Peleri, tumpukan batu yang sudah berpindah ke proyek jalan kini meninggalkan jejak kosong. Tak ada uang, tak ada kompensasi. Yang tersisa hanyalah kisah getir tentang bagaimana pembangunan bisa berbalik menjadi bencana sosial.

‎Fenomena ini bukan sekadar soal batu yang belum dibayar. Ia adalah potret ketidakadilan yang nyata: rakyat kecil diperas, kontraktor mengelak, dan politik bermain di belakang layar. Jalan lingkar Pulau Makian mungkin akan rampung, tapi luka di hati warga Peleri akan tetap menganga.

Facebook Comments Box

Editor : admin Coretansatu.com

Sumber Berita : Wahyu MS

Berita Terkait

Kasus Tambang Ilegal Obi Masuk Tahap II, Ratusan Karung Material Emas Diserahkan ke Jaksa
Perkuat Kamtibmas, Kapolda Malut Silaturahmi ke Sultan Tidore
Kapolresta Tidore Sebut Arahan Kapolda Malut Jadi Pedoman dan Motivasi Personel di Lapangan
Pilkada Halsel 2031: Menguji Identitas Politik Ananta Risky di Bawah Bayang-Bayang Nama Besar Usman Sidik
Lakukan Maladministrasi, GMNI Minta Bupati Halsel Copot Kades Kaputusan
Gunakan Sertifikat Rumah Warga, Suratin Hukum Terancam Dipolisikan
Lobi Pusat Jadi Kunci, Nazla Tunjukkan Cara Bangun Daerah di Tengah Efisiensi Anggaran
BPK Bongkar Potensi PAD Halmahera Tengah: Dari Reklame Liar Lelilef hingga Pajak Raksasa PLTU Kawasan Industri

Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 13:31

Kasus Tambang Ilegal Obi Masuk Tahap II, Ratusan Karung Material Emas Diserahkan ke Jaksa

Kamis, 13 Agustus 2026 - 11:46

Perkuat Kamtibmas, Kapolda Malut Silaturahmi ke Sultan Tidore

Kamis, 13 Agustus 2026 - 11:18

Kapolresta Tidore Sebut Arahan Kapolda Malut Jadi Pedoman dan Motivasi Personel di Lapangan

Kamis, 13 Agustus 2026 - 10:35

Pilkada Halsel 2031: Menguji Identitas Politik Ananta Risky di Bawah Bayang-Bayang Nama Besar Usman Sidik

Rabu, 12 Agustus 2026 - 10:32

Gunakan Sertifikat Rumah Warga, Suratin Hukum Terancam Dipolisikan

Rabu, 12 Agustus 2026 - 06:28

Lobi Pusat Jadi Kunci, Nazla Tunjukkan Cara Bangun Daerah di Tengah Efisiensi Anggaran

Selasa, 11 Agustus 2026 - 14:35

BPK Bongkar Potensi PAD Halmahera Tengah: Dari Reklame Liar Lelilef hingga Pajak Raksasa PLTU Kawasan Industri

Selasa, 11 Agustus 2026 - 13:53

Begal Hasil Tender Proyek MIN Halbar Rp3,6 M: Kakanwil dan Keponakannya Akal-Akali E-Katalog Demi Akomodir Kerabat

Berita Terbaru

Maluku Utara

Perkuat Kamtibmas, Kapolda Malut Silaturahmi ke Sultan Tidore

Kamis, 13 Agu 2026 - 11:46