Cinta Terakhir di Balik Tragedi Gantung diri: Pesan Pilu ‘Ila I Love You’ Jadi Salam Perpisahan Rey Hendro Seay

- Penulis Berita

Sabtu, 9 Mei 2026 - 10:27

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Ilustrasi

Foto: Ilustrasi

HALTENG,Coretansatu.com– Kabar duka menyelimuti warga Halmahera Tengah atas ditemukannya jenazah Rey Hendro Seay (19), karyawan swasta asal Desa Sebenpopo, Kecamatan Patani Barat, yang meninggal dunia dalam keadaan menggantung diri di bawah sebatang pohon jambu, tak jauh dari area tempat ia mengontrak. Peristiwa menyedihkan ini terjadi pada Sabtu pagi (9/5/2026), dan jenazah pertama kali ditemukan oleh rekan satu kosan, Adi Hidayat (27), sekitar pukul 07.50 WIT.

Kepastian ini dibenarkan langsung oleh Juru Bicara Polres Halmahera Tengah, Ipda Amir Mahmud, atas nama Kapolres AKBP Fiat Dedawanto. “Iya benar, kejadian tadi pagi pukul 07.50 WIT,” ujarnya singkat namun tegas.

Berdasarkan hasil penghimpunan keterangan saksi, polisi menduga kuat kematian Rey berakar dari konflik emosional yang terjadi antara dirinya dengan kekasihnya, Aprila Bunga (19), seorang pelajar asal Ternate yang kebetulan juga tinggal di dalam kompleks kosan yang sama.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kronologi peristiwa bermula pada Jumat sore, sekitar pukul 14.05 WIT. Saat itu, Rey mendatangi Aprila dan bertanya apakah ia melihat uang miliknya yang hilang. Menurut keterangan Aprila, ia menjawab tidak tahu dan balik bertanya di mana uang itu disimpan. Rey pun menjelaskan bahwa uang tersebut ia simpan di dalam pembungkus tembakau.

Percakapan itu berlangsung biasa, namun suasana berubah saat Rey kembali ke kamar setelah sempat keluar membawa tas ransel merah dan mengambil pakaian di jemuran. Ia tampak sangat marah karena uangnya belum juga ditemukan. Meski Aprila terus menyangkal tahu-menahu, keduanya pun terlibat pertengkaran mulut yang memanas.

Emosi Rey semakin meluap hingga ia menendang kipas angin dan keranjang sampah di dalam kamar hingga rusak dan pecah. Karena takut akan kemarahan Rey, Aprila pun segera keluar kamar, mandi, lalu berangkat bekerja meninggalkan Rey sendirian.

Situasi sempat reda hingga malam harinya, tepatnya pukul 23.15 WIT, saat Aprila pulang kerja dan berpapasan dengan Rey di jalan menuju kosan. Mereka masuk ke lingkungan kosan secara bersamaan, namun Aprila memilih tidak tidur di kamarnya sendiri, melainkan menumpang di kamar temannya, Nur.

Peristiwa penting terjadi kembali di dini hari Sabtu, sekitar pukul 02.00 WIT. Rey datang mengetuk pintu kamar tempat Aprila menginap. Karena takut, Aprila enggan membukakan pintu. Nur yang kemudian membuka jendela kamar justru menemukan selembar tisu yang diletakkan di sana, bertuliskan kalimat menyentuh: “ILA I LOVE YOU”. Diduga kuat, kata “Ila” adalah panggilan sayang yang biasa digunakan Rey untuk Aprila.

Melihat pesan itu, hati Aprila luluh dan ia pun membuka pintu, namun Rey sudah tidak terlihat lagi di sana. Ia hanya mengambil dan meremas tisu tersebut, lalu kembali tidur di kamar Nur tanpa menyadari bahwa itu adalah pesan terakhir dari kekasihnya.

Pagi harinya, sekitar pukul 08.47 WIT, Aprila berjalan menuju kamarnya untuk bersiap-siap. Di tengah perjalanan, ia bertemu Adi Hidayat yang kemudian menyampaikan kabar mengerikan itu. “Rey sudah tiada, ditemukan gantung diri di bawah pohon jambu,” ujar Adi menyampaikan kabar yang menggetarkan hati itu.

Adi menceritakan, saat bangun pagi hendak mencuci pakaian, ia melihat sosok tubuh tergantung di bawah pohon. Saat didekati, ternyata itu adalah Rey yang sudah tak bernyawa, tergantung menggunakan tali berwarna hijau. “Selama ini Rey tidak pernah punya masalah atau berselisih paham dengan penghuni kosan lainnya. Ia sosok yang pendiam dan baik,” ungkap Adi penuh kesedihan.

Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), pihak kepolisian telah mengamankan dua barang bukti utama, yaitu seutas tali hijau yang digunakan untuk menggantung diri, serta selembar tisu bertuliskan pesan cinta tersebut. Kedua barang ini menjadi petunjuk krusial yang akan dijadikan dasar dalam penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan motif lengkap di balik peristiwa tragis ini.

Facebook Comments Box

Editor : Admin Coretansatu.com

Berita Terkait

Nyawa Pekerja Bukan Tumbal Produksi: Akademisi Unkhair Desak DPRD Halteng Usut Tuntas Kasus Keracunan Berulang
Sikat Tambang Ilegal, Kapolres Halsel Tegaskan Komitmen Tanpa Pandang Bulu
Utamakan Nyawa Karyawan, DPRD Halteng Tuntut PT TID Bertanggung Jawab Atas Keracunan Massal
Kebebasan Berpendapat Bukan Berbuat Semena-mena, Sefnat Tagaku: Komentar Munawir Mandar Keliru dan Menyesatkan
Pernah Terseret Kasus Suap, Abdul Hamid Payapo Kini Pimpin BPJN Malut, Publik Pertanyakan Komitmen KPK 
Penyegaran di Polres Halteng, Sejumlah Pejabat Utama Resmi Berganti!
Polsek Gane Barat Tutup Pesta Ronggeng Tanpa Izin, Edukasi Warga Aturan Baru KUHP
Diduga Intimidasi Wartawan Bawah Nama Polda Malut, Aksi Agusti Talip Dinilai Lukai Institusi Polri 

Berita Terkait

Sabtu, 9 Mei 2026 - 10:27

Cinta Terakhir di Balik Tragedi Gantung diri: Pesan Pilu ‘Ila I Love You’ Jadi Salam Perpisahan Rey Hendro Seay

Jumat, 8 Mei 2026 - 17:13

Nyawa Pekerja Bukan Tumbal Produksi: Akademisi Unkhair Desak DPRD Halteng Usut Tuntas Kasus Keracunan Berulang

Jumat, 8 Mei 2026 - 13:08

Sikat Tambang Ilegal, Kapolres Halsel Tegaskan Komitmen Tanpa Pandang Bulu

Jumat, 8 Mei 2026 - 06:01

Utamakan Nyawa Karyawan, DPRD Halteng Tuntut PT TID Bertanggung Jawab Atas Keracunan Massal

Jumat, 8 Mei 2026 - 02:00

Kebebasan Berpendapat Bukan Berbuat Semena-mena, Sefnat Tagaku: Komentar Munawir Mandar Keliru dan Menyesatkan

Kamis, 7 Mei 2026 - 11:45

Penyegaran di Polres Halteng, Sejumlah Pejabat Utama Resmi Berganti!

Kamis, 7 Mei 2026 - 02:04

Polsek Gane Barat Tutup Pesta Ronggeng Tanpa Izin, Edukasi Warga Aturan Baru KUHP

Rabu, 6 Mei 2026 - 12:36

Diduga Intimidasi Wartawan Bawah Nama Polda Malut, Aksi Agusti Talip Dinilai Lukai Institusi Polri 

Berita Terbaru