Diduga Mark-Up, Kejati Diminta Telisik Pengadaan Beras Program Pangan Murah Pemprov Malut

- Penulis Berita

Kamis, 23 April 2026 - 22:38

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua DPD GPM Malut : Sartono Halek

Ketua DPD GPM Malut : Sartono Halek

Ternate, coretansatu.com – Program pangan murah yang digagas Pemerintah Provinsi Maluku Utara melalui Dinas Pangan untuk membantu ekonomi masyarakat mendapat sorotan publik.

Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Pemuda Marhaenis (GPM) Maluku Utara mempertanyakan dugaan penggelembungan harga beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dalam kegiatan pasar murah Tahun Anggaran 2026.

DPD GPM menilai, harga beras SPHP yang digunakan dalam program tersebut diduga tidak sebanding dengan harga pasar. Pasalnya, perbedaan harga yang cukup mencolok memunculkan kecurigaan adanya praktik yang kurang transparan dalam proses pengadaan komoditas bahan pangan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua DPD GPM Provinsi Malut, Sartono Halek mengungkapkan, bahwa berdasarkan dokumen pengadaan, Dinas Pangan membeli beras SPHP dengan harga Rp 98.000.000 per sak, sementara untuk 10 kg. dibeli dengan harga Rp 180.000 (termasuk PPN 12 persen).

Padahal, harga beras SPHP 5 kg. umumnya dijual dengan harga Rp 65.000 per sak. “Nilai pengadaan barang/jasa dalam E-Katalog jauh lebih tinggi daripada harga pasar yang wajar, ini namanya pemborosan APBD,”kata Tono sapaan akrab Sartono Halek, Kamis (23/4/2026).

Sartono mendesak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku Utara untuk menilisik proyek pengadaan beras SPHP yang diduga mark-up anggarannya.

“Kami minta Kejati Maluku Utara menelisik proyek pengadaan beras SPHP yang diduga digelembungkan harganya. Kami juga mendesak Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) untuk segera melakukan audit, sebab ini merugikan keuangan negara dan merupakan salah satu indikasi tindak pidana korupsi,” ucapnya.

Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Dinas Pangan Provinsi Maluku Utara, Deni Tjan belum memberikan keterangan resmi terkait dasar harga pengadaan tersebut. (Red)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

IPDA Hatab Bode Pimpin Aksi Bersih-Bersih Tempat Ibadah, Jelang HUT Bhayangkara
Kapolda Malut Didesak Copot Kapolres Halsel Terkait Pembiaran Tambang Emas Ilegal
Terkait Isu Penjualan Tanah di Sumae, KNPI Halsel Sebut Tidak Ada Galian C dan Kaitan dengan Harita. Sefnat : Apresiasi untuk Polres yang Sudah Menangani 
Diduga Selundupkan 5 Ton BBM Subsidi, Eks Anggota DPRD Halsel Lontarkan Kata Kasar ke Presiden Prabowo
Bongkar Praktik Mafia BBM di Halsel: Oknum SPBUN Sayoang Diduga Suplai Solar ke Kapal Tangker EVEREST XL
Lompatan Kasus HIV/AIDS di Maluku Utara: Halmahera Utara dan Ternate Jadi Episentrum Tertinggi
IMM Malut Desak Kapolda Evaluasi Kapolres Halsel Terkait Maraknya Tambang Emas Ilegal
PETI di Halsel Menjamur, Komitmen Kapolres Hendra Gunawan Dipertanyakan

Berita Terkait

Sabtu, 27 Juni 2026 - 04:16

IPDA Hatab Bode Pimpin Aksi Bersih-Bersih Tempat Ibadah, Jelang HUT Bhayangkara

Kamis, 25 Juni 2026 - 16:03

Kapolda Malut Didesak Copot Kapolres Halsel Terkait Pembiaran Tambang Emas Ilegal

Kamis, 25 Juni 2026 - 12:16

Terkait Isu Penjualan Tanah di Sumae, KNPI Halsel Sebut Tidak Ada Galian C dan Kaitan dengan Harita. Sefnat : Apresiasi untuk Polres yang Sudah Menangani 

Kamis, 25 Juni 2026 - 10:02

Diduga Selundupkan 5 Ton BBM Subsidi, Eks Anggota DPRD Halsel Lontarkan Kata Kasar ke Presiden Prabowo

Kamis, 25 Juni 2026 - 06:09

Bongkar Praktik Mafia BBM di Halsel: Oknum SPBUN Sayoang Diduga Suplai Solar ke Kapal Tangker EVEREST XL

Rabu, 24 Juni 2026 - 10:28

IMM Malut Desak Kapolda Evaluasi Kapolres Halsel Terkait Maraknya Tambang Emas Ilegal

Selasa, 23 Juni 2026 - 16:48

PETI di Halsel Menjamur, Komitmen Kapolres Hendra Gunawan Dipertanyakan

Selasa, 23 Juni 2026 - 10:48

LKBHMI Desak Propam Turun Tangan Dugaan Kekerasan Kabag Ops Polres Ternate Dalam Pengamanan Aksi HMI Cabang Ternate

Berita Terbaru