Indikasi Tindakan Sewenang-wenang, LBH Ansor Malut Desak Evaluasi Total Oknum Polisi

- Penulis Berita

Senin, 2 Maret 2026 - 19:54

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Ketua LBH Ansor Maluku Utara,Zulfikran A. Bailussy, S.H.,

Foto: Ketua LBH Ansor Maluku Utara,Zulfikran A. Bailussy, S.H.,

TERNATE,Coretansatu.com — Ketua LBH Ansor Maluku Utara, Zulfikran A. Bailussy, S.H., mengecam keras tindakan oknum anggota Satuan Reserse Narkoba Polres Ternate yang melakukan salah sasaran operasi terhadap wartawan media online TintaOne.com berinisial FS pada Selasa (3/3) dini hari.

LBH Ansor Malut menilai peristiwa tersebut bukan sekadar kesalahan teknis di lapangan, melainkan terdapat indikasi kuat tindakan sewenang-wenang, intimidatif, dan tidak sesuai prosedur hukum. Lima orang yang mengaku sebagai intel kepolisian melakukan penyergapan tanpa menunjukkan identitas resmi maupun surat tugas, serta melakukan tindakan fisik berupa pencabutan kunci kendaraan dan penahanan tubuh korban sebelum ada klarifikasi hukum yang sah.

“Ini bukan semata-mata soal salah target. Yang menjadi persoalan serius adalah cara dan prosedurnya. Jika aparat dapat menyergap warga tanpa identitas, tanpa surat tugas, lalu bertanya dengan nada intimidatif, maka itu berpotensi menjadi preseden buruk bagi perlindungan hak warga negara,” tegas Ketua LBH Ansor Malut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menegaskan bahwa tindakan tersebut bertentangan langsung dengan prinsip due process of law sebagaimana diatur dalam Pasal 17 dan Pasal 18 KUHAP, yang mensyaratkan adanya dasar hukum yang jelas dalam setiap tindakan penangkapan serta kewajiban menunjukkan surat tugas dan identitas resmi.

Selain itu, tindakan aparat juga harus tunduk pada Peraturan Kapolri Nomor 8 Tahun 2009 tentang Implementasi Prinsip dan Standar HAM dalam Penyelenggaraan Tugas Kepolisian, yang mewajibkan profesionalisme, proporsionalitas, dan penghormatan terhadap hak asasi manusia.

LBH Ansor Malut juga menegaskan bahwa kerja jurnalistik dilindungi oleh Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Setiap bentuk intimidasi atau tindakan represif terhadap wartawan dalam menjalankan profesinya merupakan pelanggaran terhadap kebebasan pers yang dijamin konstitusi.

Lebih lanjut, LBH Ansor Maluku Utara menyatakan sikap tegas terkait kasus ini:

1. Mengecam keras tindakan salah sasaran operasi yang dilakukan tanpa prosedur hukum yang jelas.

2. Mendesak klarifikasi terbuka dari Kanit Intel dan pimpinan satuan terkait mengenai dasar operasi dan mekanisme pengawasan internal.

3. Meminta Kapolres Ternate melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pola operasi intelijen di lapangan.

4. Menyatakan siap melaporkan oknum yang terlibat ke Divisi Propam Polda Maluku Utara guna pemeriksaan etik dan disiplin.

Ketua LBH Ansor Malut menegaskan bahwa kesalahan prosedur dalam tindakan aparat bukan hanya pelanggaran administratif, tetapi berpotensi masuk dalam ranah pelanggaran disiplin dan kode etik profesi Polri. Apabila ditemukan unsur kesengajaan atau penyalahgunaan kewenangan, tidak tertutup kemungkinan adanya konsekuensi hukum yang lebih serius.

“Kami tidak ingin institusi kepolisian dirusak oleh tindakan oknum. Penegakan hukum harus berjalan dalam koridor hukum, bukan di luar hukum,” tutupnya.

LBH Ansor Maluku Utara memastikan akan terus mengawal kasus ini hingga ada kejelasan dan pertanggungjawaban yang transparan demi menjaga prinsip negara hukum dan perlindungan terhadap kebebasan pers di Maluku Utara.

Facebook Comments Box

Editor : Admin Coretansatu.com

Berita Terkait

CV Abdi Nusantara Menang Tender MIN Halbar, Hendra Kariangan: Wajib Hukumnya Kontrak Dijalankan!
Proyek MIN Halbar Rp3,6 M Mandek, Kakanwil Kemenag Malut Buka Suara Alasan Tender Ulang
Amsar Bantah Jual BBM Subsidi, Bungkam Soal Penjualan Dexlite
Akui Timbun BBM, Amsar Diduga Jual Solar BBM Subsidi Dari QR Code 11 Mobil Expedisi
Dugaan Bisnis Ampas Emas Ilegal di Halsel Seret Nama Oknum Polisi Berinisial LA
Proyek MIN Halbar Rp3,6 Miliar Terhambat, Kakanwil Kemenag Malut Diduga Intervensi Pemenang Tender
Kontraktor Minta Inspektorat Periksa Pokja III Malut
Kontroversi Kades Sawadai Halsel: Berulang Kali Terseret Kasus Moral, Mengaku Tak Takut Sanksi Bupati

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 07:50

CV Abdi Nusantara Menang Tender MIN Halbar, Hendra Kariangan: Wajib Hukumnya Kontrak Dijalankan!

Selasa, 21 Juli 2026 - 07:17

Proyek MIN Halbar Rp3,6 M Mandek, Kakanwil Kemenag Malut Buka Suara Alasan Tender Ulang

Selasa, 21 Juli 2026 - 06:21

Amsar Bantah Jual BBM Subsidi, Bungkam Soal Penjualan Dexlite

Senin, 20 Juli 2026 - 16:18

Akui Timbun BBM, Amsar Diduga Jual Solar BBM Subsidi Dari QR Code 11 Mobil Expedisi

Senin, 20 Juli 2026 - 15:23

Dugaan Bisnis Ampas Emas Ilegal di Halsel Seret Nama Oknum Polisi Berinisial LA

Senin, 20 Juli 2026 - 10:13

Kontraktor Minta Inspektorat Periksa Pokja III Malut

Jumat, 17 Juli 2026 - 12:45

Kontroversi Kades Sawadai Halsel: Berulang Kali Terseret Kasus Moral, Mengaku Tak Takut Sanksi Bupati

Jumat, 17 Juli 2026 - 06:11

Gelar Penyuluhan di Desa Baru, Polsek Obi Ajak Pelajar SMPN 13 Halsel Perangi Judol dan Napza

Berita Terbaru

Foto: istimewa

Maluku Utara

Amsar Bantah Jual BBM Subsidi, Bungkam Soal Penjualan Dexlite

Selasa, 21 Jul 2026 - 06:21