Skandal Nikel Ilegal Ratusan Miliar di Malut: PW SEMMI Desak Kapolri Copot Kapolda!

- Penulis Berita

Selasa, 13 Januari 2026 - 11:29

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Ketua SEMMI Malut 
Sarjan Hi Rifai

Foto: Ketua SEMMI Malut Sarjan Hi Rifai

TERNATE,Coretansau.com— Kisruh dugaan penjualan ilegal barang sitaan negara berupa 90 ribu metrik ton ore nikel yang menyeret PT Wana Kencana Mineral (WKM) kian memanas.

Kasus ini menyita perhatian publik lantaran material tambang bernilai ratusan miliar rupiah tersebut diduga diperjualbelikan meski berstatus aset negara.

Persoalan ini bermula dari kepemilikan sekitar 90 ribu metrik ton ore nikel milik PT Kemakmuran Pertiwi Tambang (KPT). Setelah Izin Usaha Pertambangan (IUP) perusahaan tersebut dicabut, ore nikel dimaksud disita berdasarkan putusan pengadilan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dengan penyitaan tersebut, status material ore nikel resmi beralih menjadi aset negara, yang selanjutnya diserahkan kepada pemerintah daerah untuk berada dalam pengawasan negara.

Namun, situasi menjadi semakin rumit setelah Mahkamah Agung (MA) mengeluarkan putusan yang mengalihkan konsesi tambang kepada PT Wana Kencana Mineral (WKM).

Putusan ini kemudian memicu polemik, menyusul munculnya dugaan bahwa PT WKM menjual ore nikel yang masih berstatus aset sitaan negara.

Atas dugaan tersebut, Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Maluku Utara mulai melakukan penyelidikan sejak awal tahun 2025.

Ironisnya, hingga memasuki awal tahun 2026, penanganan kasus ini belum menunjukkan perkembangan yang signifikan.

Kondisi tersebut memantik reaksi keras dari Pengurus Wilayah Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PW SEMMI) Maluku Utara. Organisasi mahasiswa ini berencana menggelar aksi unjuk rasa di Mabes Polri dan Kejaksaan Agung RI.

“Aksi yang kami lakukan merupakan upaya mendesak Kapolri, Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, agar mencopot Kapolda Maluku Utara, Irjen Pol. Waris Agono. Selain itu, kami juga meminta Kejaksaan Agung mengambil alih dan menangani kasus ini secara serius,” tegas Sarjan Hi Rivai, Ketua PW SEMMI Malut.

Sarjan juga mengingatkan agar klaim dari pihak-pihak tertentu tidak menyesatkan publik. Menurutnya, pengalihan konsesi tambang tidak serta-merta mengalihkan kepemilikan aset sitaan.

“Secara hukum, IUP atau konsesi tambang berbeda dengan status kepemilikan barang bukti atau aset negara. Aset yang telah disita berdasarkan putusan pengadilan hanya dapat dilepas melalui mekanisme resmi,” jelas Sarjan.

Ia menegaskan, mekanisme tersebut meliputi penetapan pengadilan lanjutan, persetujuan instansi berwenang, atau proses lelang negara.

Lebih lanjut, Sarjan mengungkapkan bahwa apabila benar ore nikel tersebut dijual tanpa adanya keputusan resmi pelepasan aset negara, tanpa mekanisme lelang, serta tanpa penyetoran hasil penjualan ke kas negara atau daerah, maka tindakan tersebut berpotensi merupakan perbuatan melawan hukum.

“Secara yuridis, praktik semacam ini dapat mengarah pada penyalahgunaan aset negara, penguasaan aset negara secara tidak sah, bahkan tindak pidana korupsi apabila terbukti menimbulkan kerugian keuangan negara,” tegasnya.

Tak hanya mendesak Kejaksaan Agung, SEMMI Maluku Utara juga meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk turun tangan dan melakukan intervensi langsung.

“KPK mestinya terlibat untuk mengungkap dugaan praktik yang terstruktur dan berpotensi merugikan negara hingga ratusan miliar rupiah, mengingat nilai jual ore nikel yang sangat fantastis,” pungkas Sarjan.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, pihak PT Wana Kencana Mineral maupun pemerintah daerah masih belum memberikan keterangan resmi, meski telah berulang kali diupayakan konfirmasi oleh wartawan.

Facebook Comments Box

Editor : Admin Coretansatu.com

Berita Terkait

Jual Beli IUP Haltim Disorot, LKBHMI Cabang Ternate Desak Aparat Usut Dugaan Korupsi hingga Tuntas
PW SEMMI Maluku Utara Desak Kejati Segera Tangkap Drs. H. Iqbal Ruray Terkait Dugaan Korupsi Tunjangan DPRD
Hujan Deras Guyur Kota Weda, Tiga Desa Terendam Banjir: Warga Soroti Kinerja Pemda
Dugaan SPPD Fiktif Rp26,3 Miliar Mengguncang DPRD Ternate, FORMAPAS Desak KPK Tetapkan Tersangka!
Nekat Buka Saat Idul Adha, Star Cave Karaoke Terancam Ditutup Satpol PP Halteng
Di Tengah Gemerlap Industri Nikel, BPK Temukan Kekurangan Pungutan Pajak Listrik Halteng Capai Rp7,9 Miliar
Nazlah Gunakan Dana Pribadi untuk Kurban, Sherly Salurkan Sapi lewat APBD
Retak di Lingkar Kekuasaan, Nazlah Mulai Dibaca Jadi Penantang Sherly 2030

Berita Terkait

Rabu, 3 Juni 2026 - 13:04

Rp 2,2 Triliun Kerugian Lingkungan Diduga Menganga, DPP IMM: PT. Halmahera Sukses Mineral Jangan Tutup Mata Perusak Ekologi

Selasa, 2 Juni 2026 - 11:58

Formapas Malut Mendesak ESDM dan APH Usut Aktifitas Pertambangan PT HSM Yang Diduga Ilegal.

Kamis, 28 Mei 2026 - 05:42

Usman Mansur Tagih Janji Kejati Malut, Jangan Main-Main dengan Skandal Tunjangan DPRD: Kuntu Daud Harus Bertanggung Jawab!

Selasa, 26 Mei 2026 - 10:02

Formapas Malut: Desak Cabut IUP PT Priven Lestari, Jangan Korbankan Gunung Wato-Wato Demi Keserakahan Tambang!

Selasa, 26 Mei 2026 - 04:51

PP Formapas: Menteri PU Harus Taat Hukum, Copot Kepala BPJN Malut yang Diduga Terseret Pusaran Korupsi dan Polemik MBG

Senin, 25 Mei 2026 - 18:09

DPP IMM Soroti Utang Proyek BPBD Halsel, Usman Mansur: Jangan Jadikan APBD sebagai Kuburan Transparansi

Senin, 25 Mei 2026 - 17:57

Usman Mansur: Jangan Jadikan Buruh Tumbal Keuntungan Perusahaan, Dugaan Kezaliman di PT Sampoerna Kayoe Harus Diusut!

Rabu, 20 Mei 2026 - 11:35

Skandal Tambang Haltim Meledak! DPP IMM Minta Aparat Usut Dugaan Izin Bermasalah PT Sumberdaya Arindo

Berita Terbaru