Bungkam Di Tengah Dugaan Skandal Dana Desa: Bupati Halsel Dan Dua Kepala Dinas Disorot Tajam Kasus Kades Toin

- Penulis Berita

Jumat, 9 Januari 2026 - 16:50

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto, Kondisi Kantor Desa Toin

Foto, Kondisi Kantor Desa Toin

HALSEL,Coretansatu.com – Sikap diam Bupati Halmahera Selatan, Hasan Ali Bassam Kasuba, kembali menuai sorotan tajam publik. Bersama dua pejabat strategis daerah, yakni Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) M. Zaki Wahab serta Kepala Inspektorat Ilham Abubakar, bupati dinilai bungkam dan seolah menutup mata atas persoalan serius yang melilit Kepala Desa Toin, Fahmi Taher.

Kepala Desa Toin diketahui sebelumnya didemo oleh warganya sendiri. Aksi tersebut dipicu dugaan kuat penyelewengan dana desa selama dua tahun anggaran hingga memasuki tahun ketiga masa kepemimpinannya sejak dilantik. Ironisnya, warga menilai tidak ada satu pun pembangunan yang benar-benar dirasakan di Desa Toin.

Hartono, salah satu warga Desa Toin, menyampaikan kekecewaannya terhadap sikap pemerintah daerah yang dinilai melakukan pembungkaman. Menurutnya, sikap diam ini terkesan sebagai bentuk perlindungan terhadap kepala desa yang diduga menghabiskan uang negara tanpa kejelasan dan pertanggungjawaban jelas.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tak hanya itu, Hartono mengungkapkan bahwa warga Desa Toin sebelumnya telah mendatangi langsung Bupati Halmahera Selatan, Kepala DPMD, dan Inspektorat dalam aksi unjuk rasa. Mereka menuntut kejelasan atas dugaan penyimpangan dana desa serta perlakuan kepala desa terhadap warganya.

Salah satu persoalan yang hingga kini belum terselesaikan adalah penggantian biaya meteran listrik warga. Hartono menyebutkan, sejumlah warga memasang meteran listrik secara mandiri, namun hingga kini tidak pernah diganti oleh pemerintah desa sebagaimana yang dijanjikan.

Foto, Kantor Desa Toin Di Palang

Lebih memprihatinkan lagi, kantor Desa Toin diketahui dipalang hampir setengah tahun akibat konflik internal dan kekecewaan warga. Namun kondisi tersebut tidak mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah, seolah-olah persoalan desa tersebut bukan bagian dari tanggung jawab mereka.

Hartono juga menyoroti janji Inspektorat Kabupaten Halmahera Selatan yang disebut akan melakukan audit khusus terhadap pengelolaan dana Desa Toin. Janji tersebut, menurutnya, hanya menjadi isapan jempol dan kebohongan belaka, karena hingga kini audit yang dijanjikan tak pernah dilakukan.

Kekecewaan serupa disampaikan Bakir Adam, tokoh masyarakat Desa Toin. Ia menilai sikap pasif bupati dan dua kepala dinas tersebut tidak wajar dan patut dipertanyakan secara serius oleh publik.

Bakir bahkan menduga adanya hubungan keluarga antara Bupati Halmahera Selatan, Kepala DPMD, Kepala Inspektorat, dengan Kepala Desa Toin. Dugaan ini mencuat lantaran tidak adanya tindakan tegas yang diambil meski persoalan sudah berulang kali disuarakan warga.

“Mungkin saja Bupati Halmahera Selatan deng Kepala Dinas DPMD dan Kepala Inspektorat ada kaitan keluarga deng Fahmi Taher, jadi dorang tra pernah ambil langkah tegas terhadap Kades Toin itu,” ungkap Bakir dengan nada kesal.

Hingga berita ini diterbitkan, Bupati Halmahera Selatan, Kepala DPMD, maupun Kepala Inspektorat belum memberikan klarifikasi resmi. Sikap bungkam ini semakin memperkuat kecurigaan publik bahwa ada sesuatu yang sengaja ditutup rapat dalam pusaran dugaan skandal dana desa di Desa Toin.

Facebook Comments Box

Editor : Editor_Coretansatu

Sumber Berita : Taslim Barakati

Berita Terkait

Berita Duka: Wartawan Adenyong Nafis Tutup Usia, Karya dan Dedikasinya Abadi dalam Ingatan
Dukung Olahraga Daerah: Harita Nickel Sumbang 10 Mobil Operasional untuk Sukseskan Porprov V Malut 2026
Jual Beli IUP Haltim Disorot, LKBHMI Cabang Ternate Desak Aparat Usut Dugaan Korupsi hingga Tuntas
PW SEMMI Maluku Utara Desak Kejati Segera Tangkap Drs. H. Iqbal Ruray Terkait Dugaan Korupsi Tunjangan DPRD
Hujan Deras Guyur Kota Weda, Tiga Desa Terendam Banjir: Warga Soroti Kinerja Pemda
Dugaan SPPD Fiktif Rp26,3 Miliar Mengguncang DPRD Ternate, FORMAPAS Desak KPK Tetapkan Tersangka!
Nekat Buka Saat Idul Adha, Star Cave Karaoke Terancam Ditutup Satpol PP Halteng
Di Tengah Gemerlap Industri Nikel, BPK Temukan Kekurangan Pungutan Pajak Listrik Halteng Capai Rp7,9 Miliar

Berita Terkait

Rabu, 3 Juni 2026 - 13:04

Rp 2,2 Triliun Kerugian Lingkungan Diduga Menganga, DPP IMM: PT. Halmahera Sukses Mineral Jangan Tutup Mata Perusak Ekologi

Senin, 1 Juni 2026 - 06:18

DPP IMM Mendesak APH Segera Periksa Dugaan Penyimpangan di BPBD Halsel: “Jangan Biarkan Kejahatan Anggaran Tumbuh di Atas Penderitaan Rakyat

Kamis, 28 Mei 2026 - 05:42

Usman Mansur Tagih Janji Kejati Malut, Jangan Main-Main dengan Skandal Tunjangan DPRD: Kuntu Daud Harus Bertanggung Jawab!

Selasa, 26 Mei 2026 - 10:02

Formapas Malut: Desak Cabut IUP PT Priven Lestari, Jangan Korbankan Gunung Wato-Wato Demi Keserakahan Tambang!

Selasa, 26 Mei 2026 - 04:51

PP Formapas: Menteri PU Harus Taat Hukum, Copot Kepala BPJN Malut yang Diduga Terseret Pusaran Korupsi dan Polemik MBG

Senin, 25 Mei 2026 - 18:09

DPP IMM Soroti Utang Proyek BPBD Halsel, Usman Mansur: Jangan Jadikan APBD sebagai Kuburan Transparansi

Senin, 25 Mei 2026 - 17:57

Usman Mansur: Jangan Jadikan Buruh Tumbal Keuntungan Perusahaan, Dugaan Kezaliman di PT Sampoerna Kayoe Harus Diusut!

Rabu, 20 Mei 2026 - 11:35

Skandal Tambang Haltim Meledak! DPP IMM Minta Aparat Usut Dugaan Izin Bermasalah PT Sumberdaya Arindo

Berita Terbaru