LBH Ansor Maluku Utara Apresiasi Permohonan Maaf JendelaNewsTV, Tegaskan Pers Wajib Patuh Kode Etik dan UU Pers

- Penulis Berita

Rabu, 31 Desember 2025 - 02:31

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Istimewa, Ketua LBH Ansor Maluku Utara, Zulfikran Bailussy, SH

Foto Istimewa, Ketua LBH Ansor Maluku Utara, Zulfikran Bailussy, SH

Ternate,Coretansatu.com — Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ansor Maluku Utara memberikan tanggapan resmi atas permohonan maaf terbuka yang disampaikan oleh redaksi media daring JendelaNewsTV.com kepada Yusri N. Syamsudin, Aparatur Sipil Negara di lingkungan Kementerian Agama Provinsi Maluku Utara, menyusul pemberitaan yang dinilai tidak berimbang dan melanggar kode etik jurnalistik.

Ketua LBH Ansor Maluku Utara, Zulfikran Bailussy, SH, menyampaikan bahwa permohonan maaf tersebut merupakan konsekuensi etik dan hukum dari proses pengaduan yang sebelumnya diajukan LBH Ansor ke Dewan Pers, atas sejumlah pemberitaan yang memuat tuduhan serius tanpa konfirmasi dan verifikasi kepada pihak yang diberitakan.

“Kami menilai permohonan maaf ini sebagai langkah korektif yang tepat. Namun perlu ditegaskan, ini bukan sekadar persoalan klarifikasi, melainkan pelanggaran prinsip dasar jurnalistik, yakni keberimbangan, praduga tak bersalah, dan akurasi,” tegas Zulfikran, Selasa (30/12/2025).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Zulfikran menjelaskan bahwa dalam kasus Yusri N. Syamsudin, media memuat tuduhan serius mulai dari rangkap jabatan, nepotisme, penyalahgunaan wewenang, hingga isu asusila, tanpa pernah melakukan konfirmasi langsung kepada yang bersangkutan. Padahal, tuduhan-tuduhan tersebut menyentuh kehormatan, reputasi, dan integritas pribadi seseorang, serta berpotensi menimbulkan stigma sosial yang luas.

“Pers boleh kritis, bahkan keras. Tapi tidak boleh menghakimi. Ketika media memuat tuduhan pidana atau moral tanpa verifikasi, itu sudah keluar dari fungsi pers dan masuk ke wilayah trial by the press,” ujarnya.

LBH Ansor menilai, koreksi dan permohonan maaf redaksi JendelaNewsTV menunjukkan bahwa mekanisme Dewan Pers bekerja sebagaimana mestinya, sekaligus menjadi pengingat bahwa sengketa pemberitaan harus diselesaikan terlebih dahulu melalui jalur etik, bukan langsung dipidanakan.

Zulfikran juga mengingatkan bahwa Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers memberikan kemerdekaan yang luas kepada jurnalis, namun kebebasan tersebut tidak bersifat absolut dan dibatasi oleh tanggung jawab etik serta hukum.

“Kemerdekaan pers bukan kebebasan untuk menuduh tanpa dasar. Pers wajib bekerja dengan verifikasi, konfirmasi, dan memberi ruang hak jawab. Itu perintah undang-undang, bukan pilihan,” tegasnya.

Ia menambahkan, LBH Ansor tidak pernah bertujuan membungkam pers, tetapi justru mendorong pers agar tetap kuat, profesional, dan kredibel, dengan mematuhi Kode Etik Jurnalistik dan ketentuan hukum yang berlaku.

LBH Ansor Maluku Utara berharap kasus ini menjadi pelajaran penting bagi seluruh insan pers di Maluku Utara agar lebih berhati-hati dalam memproduksi berita, khususnya yang menyangkut tuduhan hukum dan moral terhadap individu.

“Kritik dan kontrol sosial itu penting, tapi harus dilakukan secara bertanggung jawab. Jika tidak, pers justru bisa menjadi alat ketidakadilan baru,” pungkas Zulfikran.

LBH Ansor menegaskan akan tetap konsisten menggunakan mekanisme Dewan Pers dalam menyikapi sengketa pemberitaan, dan hanya akan menempuh jalur hukum pidana apabila terdapat unsur kesengajaan, itikad buruk, serta pengulangan pelanggaran yang nyata.

Facebook Comments Box

Editor : Editor_Coretansatu

Berita Terkait

Langkah Tegas Satgas PKH Dipertanyakan, Ada ‘Pengecualian’ untuk PT Smart Marsindo
Karyawan PT. BTG Asal Papua Barat di Temukan Tak Bernyawa
Kantongi Bukti Kuat, KNPI Halsel Sebut Polemik Lahan Alimusu Sudah Selesai
Pangkalan Amigo Diduga Jual Mitan di Atas HET, Warga Payahe Desak Disperindag Turun Tangan
Transformasi Ekonomi dari Desa, Wayamiga Mulai Tanam Jahe Lewat Demplot TEKAD
Halsel Darurat PETI: Tambang Ilegal Bebas Beroperasi di Lahan Eks-PT IMM
Diduga Tilap Dana Desa Rp888 Juta, Warga Sigela Yeef Kompak Tuntut Kades Dicopot!
Skandal Dana Desa Hager Mencuat: Aset Mewah Muncul Mendadak, Warga Desak Audit Total 

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 09:45

Langkah Tegas Satgas PKH Dipertanyakan, Ada ‘Pengecualian’ untuk PT Smart Marsindo

Jumat, 17 April 2026 - 08:12

Karyawan PT. BTG Asal Papua Barat di Temukan Tak Bernyawa

Jumat, 17 April 2026 - 07:40

Kantongi Bukti Kuat, KNPI Halsel Sebut Polemik Lahan Alimusu Sudah Selesai

Jumat, 17 April 2026 - 03:29

Pangkalan Amigo Diduga Jual Mitan di Atas HET, Warga Payahe Desak Disperindag Turun Tangan

Jumat, 17 April 2026 - 02:06

Transformasi Ekonomi dari Desa, Wayamiga Mulai Tanam Jahe Lewat Demplot TEKAD

Kamis, 16 April 2026 - 06:12

Diduga Tilap Dana Desa Rp888 Juta, Warga Sigela Yeef Kompak Tuntut Kades Dicopot!

Kamis, 16 April 2026 - 04:16

Skandal Dana Desa Hager Mencuat: Aset Mewah Muncul Mendadak, Warga Desak Audit Total 

Rabu, 15 April 2026 - 15:02

GPM Desak KPK Usut Dugaan Monopoli Proyek dan Lonjakan Kekayaan Gubernur Malut

Berita Terbaru

Kondisi Korban Saat Dievakuasi Pihak Kepolisian dan TNI

Maluku Utara

Karyawan PT. BTG Asal Papua Barat di Temukan Tak Bernyawa

Jumat, 17 Apr 2026 - 08:12