Haji Cen, Penambang Galian C Ilegal Tuding Oknum Polres Halteng Terlibat

- Penulis Berita

Jumat, 7 November 2025 - 17:33

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Kantor Polres Halteng

Foto: Kantor Polres Halteng

HALTENG,Coretansatu.com –– Seorang penambang galian C ilegal di Kabupaten Halmahera Tengah, Haji Cen, melontarkan pernyataan mengejutkan dengan menyebut adanya keterlibatan oknum aparat penegak hukum (Polisi) dalam aktivitas pertambangan tanpa izin di wilayah tersebut.

Pernyataan ini ditegaskan Haji Cen menyusul sorotan tajam dari media, Coretansatu.com terhadap operasi galian C ilegal miliknya di Desa Wairoro Indah, Kecamatan Weda Selatan.

Kepada wartawan, Haji Cen mengungkapkan niatnya untuk membongkar dugaan permainan kotor dalam bisnis galian C di Halteng.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saat ini saya ada mau ketemu krimsus bicarakan semua galian C di Halteng biar jangan jadi hantu permainan oknum aparat dan orang-orang tidak bertanggung jawab,” ujarnya pada Jumat, (7/11/25).

Haji Cen, yang diketahui merupakan pemilik galian C ilegal di Desa Wairoro Indah, sebelumnya sempat membuat klaim kontroversial mengenai aktivitasnya.

Ia menyebut bahwa Polres Halteng tidak dapat mencegat operasionalnya, dengan alasan ia tidak menambang batu boulder.

“Secara yuridis saya sudah melapor kepolres dan polres melarang klu batu bolder kalau pemerataan Aman,” klaimnya saat dihubungi melalui sambungan WhatsApp

Ia berdalih bahwa aktivitas penambangan yang dilakukannya bertujuan untuk pemerataan lahan. Selain itu, material pasir dan batu (sirtu) yang dikeruknya diklaim dipasok untuk proyek jalan tani.

“Kalau sirtu jalan tani aman,” imbuhnya

Facebook Comments Box

Editor : Admin Coretansatu.com

Berita Terkait

Begini Pesan Ketum di Muscab PKB Halsel: Kader Harus Peka Dampak Ekonomi dan Hadirkan Solusi
Muscab PKB Halteng: Mutiara Tekankan Loyalitas, 3 Nama Calon Ketua Resmi Diusulkan
Komitmen Harita Nickel Kembangkan Talenta Lokal, 10 Pemuda Obi Jadi Mekanik Tambang
Tambang Ilegal Doko Jadi Sarang Miras dan Judi, BARAH Desak Polda Malut Segera Tutup
Polisi Dalami Temuan Mayat di Kawasi, Masyarakat Diminta Tidak Berspekulasi
Langkah Tegas Satgas PKH Dipertanyakan, Ada ‘Pengecualian’ untuk PT Smart Marsindo
Karyawan PT. BTG Asal Papua Barat di Temukan Tak Bernyawa
Kantongi Bukti Kuat, KNPI Halsel Sebut Polemik Lahan Alimusu Sudah Selesai

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 14:47

Begini Pesan Ketum di Muscab PKB Halsel: Kader Harus Peka Dampak Ekonomi dan Hadirkan Solusi

Minggu, 19 April 2026 - 09:03

Muscab PKB Halteng: Mutiara Tekankan Loyalitas, 3 Nama Calon Ketua Resmi Diusulkan

Minggu, 19 April 2026 - 08:15

Komitmen Harita Nickel Kembangkan Talenta Lokal, 10 Pemuda Obi Jadi Mekanik Tambang

Sabtu, 18 April 2026 - 14:59

Tambang Ilegal Doko Jadi Sarang Miras dan Judi, BARAH Desak Polda Malut Segera Tutup

Sabtu, 18 April 2026 - 03:14

Polisi Dalami Temuan Mayat di Kawasi, Masyarakat Diminta Tidak Berspekulasi

Jumat, 17 April 2026 - 08:12

Karyawan PT. BTG Asal Papua Barat di Temukan Tak Bernyawa

Jumat, 17 April 2026 - 07:40

Kantongi Bukti Kuat, KNPI Halsel Sebut Polemik Lahan Alimusu Sudah Selesai

Jumat, 17 April 2026 - 03:29

Pangkalan Amigo Diduga Jual Mitan di Atas HET, Warga Payahe Desak Disperindag Turun Tangan

Berita Terbaru