Warga Kotalow Keluhkan Dugaan Penimbunan Minyak Tanah oleh Pangkalan Putri Tunggal  

- Penulis Berita

Selasa, 4 November 2025 - 18:10

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Pangakalan Minyak Tanah, Putri Tunggal

Foto: Pangakalan Minyak Tanah, Putri Tunggal

HALSEL,Coretansatu.com – Warga Desa Kotalow, Kecamatan Gane Timur, Halmahera Selatan, mengeluhkan dugaan praktik penimbunan minyak tanah yang dilakukan oleh salah satu pangkalan resmi, yaitu Pangkalan Putri Tunggal.

Keluhan ini muncul setelah sejumlah warga merasa distribusi minyak tanah tidak merata dan menduga sebagian minyak dijual ke luar desa untuk keuntungan lebih besar.

“Minyak yang Pertamina antar, mereka jual di masyarakat cuma 5 sampai 10 liter per hari, itu pun kadang sudah tidak dijual lagi,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Warga tersebut juga menambahkan bahwa harga jual minyak tanah di tingkat masyarakat mencapai Rp7.000 per liter, sementara jika dijual ke luar desa harganya bisa mencapai Rp10.000 per liter.

“Banyak minyak yang dijual keluar. Di sini dijual Rp7.000, tapi di luar bisa sampai Rp10.000,” tambahnya.

Saat dikonfirmasi melalui panggilan WhatsApp, pemilik Pangkalan Putri Tunggal membantah tudingan tersebut. Dengan nada tinggi, ia menantang pihak yang menuding untuk datang langsung menemuinya.

“Masyarakat siapa yang bilang begitu Kasih tahu orangnya suruh datang ke saya, bila perlu panggil kepala desa,” Pungkasnya.

Facebook Comments Box

Editor : Admin Coretansatu.com

Berita Terkait

Dinas Perkim dan Kejari Tidore Diduga Bersekongkol: Tega Kuras Anggaran Rakyat Rp4,8 M di Tengah Defisit
Diduga Kejar Untung, Direktur PT Cimendang Sakti Kontrakindo Tinggalkan Utang
Eks Anggota DPRD Halsel Diduga Jadi Mafia Minyak Tanah, Jual BBM Subsidi Rp10 Ribu Per Liter
Sukses Gelar Rakerda, Ini Pesan Ketua DPD KNPI Halsel
Terima Hibah Rp4,8 Miliar saat Daerah Defisit, Kejari Tidore Dilaporkan ke Jamwas
Rakyat Miskin Bertambah, Wali Kota Tidore Malah Manjakan Jaksa Pakai APBD Rp4,8 Miliar
IPDA Hatab Bode Pimpin Aksi Bersih-Bersih Tempat Ibadah, Jelang HUT Bhayangkara
Kapolda Malut Didesak Copot Kapolres Halsel Terkait Pembiaran Tambang Emas Ilegal

Berita Terkait

Minggu, 28 Juni 2026 - 20:44

Dinas Perkim dan Kejari Tidore Diduga Bersekongkol: Tega Kuras Anggaran Rakyat Rp4,8 M di Tengah Defisit

Minggu, 28 Juni 2026 - 15:19

Diduga Kejar Untung, Direktur PT Cimendang Sakti Kontrakindo Tinggalkan Utang

Minggu, 28 Juni 2026 - 14:30

Eks Anggota DPRD Halsel Diduga Jadi Mafia Minyak Tanah, Jual BBM Subsidi Rp10 Ribu Per Liter

Minggu, 28 Juni 2026 - 06:27

Sukses Gelar Rakerda, Ini Pesan Ketua DPD KNPI Halsel

Sabtu, 27 Juni 2026 - 18:37

Rakyat Miskin Bertambah, Wali Kota Tidore Malah Manjakan Jaksa Pakai APBD Rp4,8 Miliar

Sabtu, 27 Juni 2026 - 04:16

IPDA Hatab Bode Pimpin Aksi Bersih-Bersih Tempat Ibadah, Jelang HUT Bhayangkara

Kamis, 25 Juni 2026 - 16:03

Kapolda Malut Didesak Copot Kapolres Halsel Terkait Pembiaran Tambang Emas Ilegal

Kamis, 25 Juni 2026 - 12:16

Terkait Isu Penjualan Tanah di Sumae, KNPI Halsel Sebut Tidak Ada Galian C dan Kaitan dengan Harita. Sefnat : Apresiasi untuk Polres yang Sudah Menangani 

Berita Terbaru

Foto: Istimewa

Maluku Utara

Sukses Gelar Rakerda, Ini Pesan Ketua DPD KNPI Halsel

Minggu, 28 Jun 2026 - 06:27