Listrik Padam Seharian Tanpa Pemberitahuan, Warga Jojame dan Yaba Meledak Emosi: “PLN Jangan Main-Main Dengan Rakyat

- Penulis Berita

Kamis, 30 Oktober 2025 - 12:00

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HALSEL,Coretansatu.com — Warga Desa Jojame dan Desa Yaba, Kecamatan Bacan Barat Utara, Kabupaten Halmahera Selatan, dibuat geram setelah listrik padam seharian penuh tanpa pemberitahuan dari pihak PLN. Pemadaman yang terjadi sejak pagi hingga malam hari itu menimbulkan kemarahan warga karena dianggap tidak profesional dan merugikan masyarakat.

Kemarahan warga bukan tanpa alasan. Sejak listrik padam, aktivitas rumah tangga lumpuh total. Usaha kecil seperti warung, penjual es, serta pedagang ikan kehilangan penghasilan karena peralatan mereka tak bisa beroperasi. “Kita bayar tiap bulan, tapi pelayanan PLN seperti ini sangat keterlaluan,” ujar salah satu warga Desa Yaba dengan nada kesal.

Situasi makin memanas ketika warga mengetahui bahwa pemadaman tidak hanya terjadi di satu titik, melainkan meluas hingga beberapa dusun di dua desa tersebut. Namun, tidak ada satu pun petugas PLN yang turun memberikan penjelasan. “Kami bukan tidak sabar, tapi tolong beri informasi. Jangan diam seperti ini,” protes seorang tokoh pemuda Desa Jojame.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bagi masyarakat yang mengandalkan listrik untuk kebutuhan dasar, kondisi ini dianggap sangat menyiksa. Beberapa warga bahkan terpaksa menyalakan genset pribadi dengan biaya solar yang tinggi hanya agar anak-anak bisa belajar di malam hari. “Listrik padam, anak-anak tidak bisa belajar. PLN seperti tidak menghargai kehidupan masyarakat desa,” ujar seorang ibu rumah tangga dengan wajah kecewa.

Kemarahan warga pun sempat meluap di media sosial. Sejumlah unggahan di Facebook dan grup WhatsApp lokal memperlihatkan sindiran tajam terhadap pihak PLN. “PLN katanya melayani, tapi kok tidak pernah hadir ketika rakyat gelap gulita,” tulis salah satu akun dengan nada sarkastik.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak PLN terkait penyebab pasti pemadaman di wilayah Bacan Barat Utara. Upaya konfirmasi dari media ini pun belum direspons oleh pihak Unit Layanan Pelanggan (ULP) Bacan.

Ketiadaan informasi resmi membuat masyarakat menuding PLN abai terhadap kewajibannya. Mereka menilai PLN seharusnya memiliki sistem komunikasi yang baik agar masyarakat tidak dirugikan oleh ketidakjelasan seperti ini. “Sekadar mengumumkan lewat pengeras suara atau media sosial saja tidak bisa? Ini bukti pelayanan PLN makin buruk,” ucap salah satu tokoh masyarakat Desa Yaba.

Beberapa warga bahkan mulai berencana melayangkan surat protes ke kantor PLN Bacan jika kondisi serupa terulang kembali. Mereka menegaskan bahwa masyarakat bukan objek coba-coba pelayanan. “Kalau PLN tidak bisa memperbaiki kinerjanya, kami akan lapor ke DPRD dan pemerintah daerah,” tegas warga dengan suara lantang.

Warga berharap pemadaman tanpa pemberitahuan seperti ini tidak kembali terjadi. Mereka menuntut transparansi dan tanggung jawab PLN agar pelayanan publik berjalan sebagaimana mestinya. “Kami bukan menuntut lebih, hanya ingin keadilan dan penghormatan terhadap hak masyarakat,” tutup salah satu warga Jojame dengan nada getir.

Facebook Comments Box

Editor : Admin Coretansatu.com

Sumber Berita : Taslim Barakati

Berita Terkait

Diduga Mark-Up, Kejati Diminta Telisik Pengadaan Beras Program Pangan Murah Pemprov Malut
Diduga Terlibat Tambang Emas ilegal, LIN Malut Desak Polda Periksa Kades Kubung
BPBD Halteng Pastikan Penanganan Pasca Bentrok Patani Barat Berjalan Lancar
Langkah Mediasi Belum Membuahkan Hasil, Warga Tuntut Audit Dana Desa dan Copot Kades Maffa
Jelang May DaY, ini Tuntutan PUK SBGN PT. RIM di Halteng
Pusatkan MTQ di Laromabati, Tamsil Jailan : Wujud Implementasi Visi dan Misi Bassam-Helmi
Desak Copot Kades Maffa, Warga Segel Kantor Desa dan Hadang Kunker Bupati Bassam
DPD GPM Malut Desak KeJati Usut Dugaan Korupsi Normalisasi Kali di Kepulauan Sula

Berita Terkait

Kamis, 23 April 2026 - 22:38

Diduga Mark-Up, Kejati Diminta Telisik Pengadaan Beras Program Pangan Murah Pemprov Malut

Kamis, 23 April 2026 - 16:21

Diduga Terlibat Tambang Emas ilegal, LIN Malut Desak Polda Periksa Kades Kubung

Kamis, 23 April 2026 - 14:50

BPBD Halteng Pastikan Penanganan Pasca Bentrok Patani Barat Berjalan Lancar

Kamis, 23 April 2026 - 10:30

Langkah Mediasi Belum Membuahkan Hasil, Warga Tuntut Audit Dana Desa dan Copot Kades Maffa

Kamis, 23 April 2026 - 09:53

Jelang May DaY, ini Tuntutan PUK SBGN PT. RIM di Halteng

Rabu, 22 April 2026 - 14:22

Desak Copot Kades Maffa, Warga Segel Kantor Desa dan Hadang Kunker Bupati Bassam

Rabu, 22 April 2026 - 11:56

DPD GPM Malut Desak KeJati Usut Dugaan Korupsi Normalisasi Kali di Kepulauan Sula

Rabu, 22 April 2026 - 05:24

Buntut Dugaan Tambang Ilegal, Kades Kubung Halsel Disorot Soal Kepemilikan Tromol Emas

Berita Terbaru

Ketua PUK SBGN PT. RIM : M. Alfarisin

Maluku Utara

Jelang May DaY, ini Tuntutan PUK SBGN PT. RIM di Halteng

Kamis, 23 Apr 2026 - 09:53