SEMMI Malut Geram! Proyek Pagar SD Negeri 45 Halsel: Spesifikasi Tak Sesuai RAB,

- Penulis Berita

Rabu, 29 Oktober 2025 - 18:51

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Ketua SEMMI Malut Sarjan Hi Rifai

Foto: Ketua SEMMI Malut Sarjan Hi Rifai

HALSEL,Coretansatu.com – Proyek pembangunan pagar SD Negeri 45 Halmahera Selatan di Desa Toin, Kecamatan Botang Lomang, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), kembali menjadi sorotan. Kali ini, kritikan pedas datang dari Ketua Serikat Mahasiswa Muslim Indonesia (SEMMI) Maluku Utara, Sarjan Hi Rifai, Ia menyoroti sejumlah kejanggalan dalam proses pengerjaan proyek yang dilaksanakan oleh CV. M. Nazwiberkah.

Ketua SEMMI Malut, Sarjan Hi Rifai mengatakan bahwa proyek yang seharusnya menjadi simbol peningkatan keamanan dan estetika sekolah, justru menjadi potret buram kualitas pembangunan di daerah. “Ini bukan sekadar masalah pagar, tapi masalah integritas dan dan tangung jawab ,” tegasnya, Sarjan.

Menurut informasi yang dihimpun, panjang pagar yang dikerjakan hanya mencapai 82 meter. Namun, fakta di lapangan mengungkap adanya indikasi kuat penyimpangan terhadap standar material dan konstruksi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berikut adalah poin-poin krusial yang menjadi sorotan utama SEMMI Malut:

1. Material di Bawah Standar: “Kami menemukan bukti bahwa material yang digunakan, seperti besi, pasir, dan batu, tidak sesuai dengan kualitas yang ditetapkan dalam RAB. Ini adalah tindakan koruptif yang merugikan negara dan masyarakat,” ujar Ketua SEMMI Malut Sarjan Hi Rifai, dengan geram.

 

2. Fondasi Pagar Rawan Roboh: “Fondasi pagar yang dangkal dan tidak kokoh sangat membahayakan keselamatan siswa dan warga sekitar. Apakah kita harus menunggu ada korban jiwa baru pemerintah bertindak?” tanyanya retoris.

3. Pengerjaan Asal-Asalan: “Hasil pekerjaan yang terkesan terburu-buru dan tidak rapi menunjukkan lemahnya pengawasan dan profesionalisme dari kontraktor pelaksana. Ini adalah bentuk penghinaan terhadap dunia pendidikan,” tegasnya.

Kata Sarjan, Kami juga menyoroti lemahnya kontrol lapangan sebagai biang keladi dari proyek yang terkesan asal jadi ini. Mereka mendesak Dinas Pendidikan Kabupaten Halmahera Selatan untuk segera mengambil tindakan tegas terhadap kontraktor pelaksana yang dinilai tidak kompeten dan tidak bertanggung jawab.

“Kami menuntut pemerintah daerah untuk lebih selektif dalam menunjuk rekanan proyek, terutama yang berkaitan dengan fasilitas pendidikan. Jangan sampai uang rakyat dihambur-hamburkan untuk proyek yang tidak berkualitas. Ini adalah bentuk pengkhianatan terhadap cita-cita luhur pendidikan,” serunya.

Menanggapi kasus ini, SEMMI Malut menyatakan akan terus mengawal dan mengawasi proses penyelesaian proyek ini hingga tuntas.

“Kami tidak akan tinggal diam melihat ketidakadilan ini. Kami akan terus berjuang untuk memastikan bahwa setiap proyek publik berjalan transparan, akuntabel, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Ini adalah komitmen kami sebagai mahasiswa dan sebagai bagian dari masyarakat,” pungkasnya dengan semangat membara.

Warga Desa Toin mendukung penuh langkah SEMMI Malut dan berharap agar pemerintah segera bertindak cepat untuk menyelesaikan masalah ini. Mereka juga berharap agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.

Facebook Comments Box

Editor : Admin Coretansatu.com

Berita Terkait

Jual Beli IUP Haltim Disorot, LKBHMI Cabang Ternate Desak Aparat Usut Dugaan Korupsi hingga Tuntas
PW SEMMI Maluku Utara Desak Kejati Segera Tangkap Drs. H. Iqbal Ruray Terkait Dugaan Korupsi Tunjangan DPRD
Hujan Deras Guyur Kota Weda, Tiga Desa Terendam Banjir: Warga Soroti Kinerja Pemda
Dugaan SPPD Fiktif Rp26,3 Miliar Mengguncang DPRD Ternate, FORMAPAS Desak KPK Tetapkan Tersangka!
Nekat Buka Saat Idul Adha, Star Cave Karaoke Terancam Ditutup Satpol PP Halteng
Di Tengah Gemerlap Industri Nikel, BPK Temukan Kekurangan Pungutan Pajak Listrik Halteng Capai Rp7,9 Miliar
Nazlah Gunakan Dana Pribadi untuk Kurban, Sherly Salurkan Sapi lewat APBD
Retak di Lingkar Kekuasaan, Nazlah Mulai Dibaca Jadi Penantang Sherly 2030

Berita Terkait

Rabu, 3 Juni 2026 - 13:04

Rp 2,2 Triliun Kerugian Lingkungan Diduga Menganga, DPP IMM: PT. Halmahera Sukses Mineral Jangan Tutup Mata Perusak Ekologi

Selasa, 2 Juni 2026 - 11:58

Formapas Malut Mendesak ESDM dan APH Usut Aktifitas Pertambangan PT HSM Yang Diduga Ilegal.

Kamis, 28 Mei 2026 - 05:42

Usman Mansur Tagih Janji Kejati Malut, Jangan Main-Main dengan Skandal Tunjangan DPRD: Kuntu Daud Harus Bertanggung Jawab!

Selasa, 26 Mei 2026 - 10:02

Formapas Malut: Desak Cabut IUP PT Priven Lestari, Jangan Korbankan Gunung Wato-Wato Demi Keserakahan Tambang!

Selasa, 26 Mei 2026 - 04:51

PP Formapas: Menteri PU Harus Taat Hukum, Copot Kepala BPJN Malut yang Diduga Terseret Pusaran Korupsi dan Polemik MBG

Senin, 25 Mei 2026 - 18:09

DPP IMM Soroti Utang Proyek BPBD Halsel, Usman Mansur: Jangan Jadikan APBD sebagai Kuburan Transparansi

Senin, 25 Mei 2026 - 17:57

Usman Mansur: Jangan Jadikan Buruh Tumbal Keuntungan Perusahaan, Dugaan Kezaliman di PT Sampoerna Kayoe Harus Diusut!

Rabu, 20 Mei 2026 - 11:35

Skandal Tambang Haltim Meledak! DPP IMM Minta Aparat Usut Dugaan Izin Bermasalah PT Sumberdaya Arindo

Berita Terbaru