Pesta Ronggeng Bersuara Bising, Warga Halsel Gelisah: Malam Tak Lagi Tenang!”

- Penulis Berita

Rabu, 22 Oktober 2025 - 17:20

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HALSEL,Coretansatu.com — Suara dentuman musik joget dan DJ yang meraung hingga sepanjang malam menjadi teror baru bagi warga di sejumlah desa di Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel). Pesta ronggeng yang digelar tanpa batas waktu dianggap telah merampas hak warga untuk tidur dan beristirahat dengan tenang.

Gelombang protes pun mulai menggema dari berbagai penjuru, terutama di wilayah padat penduduk seperti Kecamatan Bacan dan sekitarnya. Warga menilai pesta ronggeng yang berlangsung hingga lewat tengah malam bukan lagi hiburan, melainkan sumber keresahan yang mengganggu kenyamanan dan berpotensi memicu keributan di tengah masyarakat.

“Sudah sering kami lapor ke pihak berwajib, tapi tetap saja pesta berlanjut sampai jam dua atau tiga pagi. Anak-anak susah tidur, orang tua pun gelisah,” keluh salah satu warga Desa Tomori dengan nada kecewa, menggambarkan frustrasi warga terhadap pembiaran yang terjadi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Keresahan ini semakin menjadi ketika pesta ronggeng nyaris digelar setiap akhir pekan tanpa pengawasan ketat aparat. Suara musik yang memekakkan telinga, dentuman bass yang mengguncang kaca rumah warga, hingga aksi mabuk-mabukan dan perkelahian di lokasi hajatan menjadi pemandangan yang menakutkan, terutama bagi perempuan dan anak-anak.

Desakan keras pun mengalir agar Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan (Pemkab Halsel) bersama Aparat Penegak Hukum (APH) bertindak tegas. Warga meminta pesta ronggeng hanya diizinkan sampai pukul 22.00 malam untuk menjaga ketertiban umum dan kenyamanan sosial. “Kami tidak menolak hiburan, tapi hiburan juga harus tahu waktu. Jangan sampai kegembiraan segelintir orang mengorbankan ketenangan satu kampung,” tegas warga Tomori.

Padahal, sebelumnya Pemkab Halsel telah mengeluarkan regulasi yang mengatur agar pesta ronggeng hanya boleh digelar pada siang hari. Namun, aturan tersebut kini hanya tinggal tulisan di atas kertas, tak satupun desa dari total 249 desa di Halsel yang benar-benar mematuhinya.

Warga menilai lemahnya pengawasan dan sikap pembiaran membuat situasi kian tak terkendali. Mereka mendesak Bupati Halmahera Selatan, Hasan Ali Bassam Kasuba, bersama Polres Halsel mengambil langkah tegas agar pesta ronggeng tak berkembang menjadi masalah sosial yang lebih besar.

“Kalau pemerintah terus diam, jangan salahkan masyarakat kalau nanti bertindak sendiri. Kami hanya ingin malam kami kembali tenang,” ucap seorang warga dengan nada tegas, menandai puncak kegelisahan masyarakat bawah.

Kini, bola panas berada di tangan Pemkab Halsel dan aparat penegak hukum. Warga tak lagi menunggu janji atau imbauan, mereka menunggu tindakan nyata. Sebab bagi mereka yang tiap malam terjaga karena dentuman ronggeng, pesta itu bukan lagi hiburan, melainkan sumber penderitaan yang berisik dan melelahkan.

Facebook Comments Box

Editor : Admin.Coretansatu

Sumber Berita : Taslim Barakati

Berita Terkait

Diduga Mark-Up, Kejati Diminta Telisik Pengadaan Beras Program Pangan Murah Pemprov Malut
Diduga Terlibat Tambang Emas ilegal, LIN Malut Desak Polda Periksa Kades Kubung
BPBD Halteng Pastikan Penanganan Pasca Bentrok Patani Barat Berjalan Lancar
Langkah Mediasi Belum Membuahkan Hasil, Warga Tuntut Audit Dana Desa dan Copot Kades Maffa
Jelang May DaY, ini Tuntutan PUK SBGN PT. RIM di Halteng
Pusatkan MTQ di Laromabati, Tamsil Jailan : Wujud Implementasi Visi dan Misi Bassam-Helmi
Desak Copot Kades Maffa, Warga Segel Kantor Desa dan Hadang Kunker Bupati Bassam
DPD GPM Malut Desak KeJati Usut Dugaan Korupsi Normalisasi Kali di Kepulauan Sula

Berita Terkait

Kamis, 23 April 2026 - 22:38

Diduga Mark-Up, Kejati Diminta Telisik Pengadaan Beras Program Pangan Murah Pemprov Malut

Kamis, 23 April 2026 - 16:21

Diduga Terlibat Tambang Emas ilegal, LIN Malut Desak Polda Periksa Kades Kubung

Kamis, 23 April 2026 - 14:50

BPBD Halteng Pastikan Penanganan Pasca Bentrok Patani Barat Berjalan Lancar

Kamis, 23 April 2026 - 10:30

Langkah Mediasi Belum Membuahkan Hasil, Warga Tuntut Audit Dana Desa dan Copot Kades Maffa

Kamis, 23 April 2026 - 09:53

Jelang May DaY, ini Tuntutan PUK SBGN PT. RIM di Halteng

Rabu, 22 April 2026 - 14:22

Desak Copot Kades Maffa, Warga Segel Kantor Desa dan Hadang Kunker Bupati Bassam

Rabu, 22 April 2026 - 11:56

DPD GPM Malut Desak KeJati Usut Dugaan Korupsi Normalisasi Kali di Kepulauan Sula

Rabu, 22 April 2026 - 05:24

Buntut Dugaan Tambang Ilegal, Kades Kubung Halsel Disorot Soal Kepemilikan Tromol Emas

Berita Terbaru

Ketua PUK SBGN PT. RIM : M. Alfarisin

Maluku Utara

Jelang May DaY, ini Tuntutan PUK SBGN PT. RIM di Halteng

Kamis, 23 Apr 2026 - 09:53