KPK dan Kejagung Bungkam Soal Skandal Tambang Pulau Gebe: Publik Curiga Ada Persekongkolan 

- Penulis Berita

Rabu, 15 Oktober 2025 - 14:34

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Potret: kerusakan lingkungan akibat aktivitas tambang adalah potret tentang keserakahan, ketidakpedulian, dan ketidakadilan. Potret yang seharusnya membuat kita tersadar, bahwa alam bukanlah sekadar sumber daya yang bisa dieksploitasi tanpa batas, melainkan titipan yang harus dijaga dan dilestarikan untuk generasi mendatang.

Potret: kerusakan lingkungan akibat aktivitas tambang adalah potret tentang keserakahan, ketidakpedulian, dan ketidakadilan. Potret yang seharusnya membuat kita tersadar, bahwa alam bukanlah sekadar sumber daya yang bisa dieksploitasi tanpa batas, melainkan titipan yang harus dijaga dan dilestarikan untuk generasi mendatang.

JAKARTA,Coretansatu.com — Diamnya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kejaksaan Agung (Kejagung RI) terhadap kasus tambang ilegal di Pulau Gebe makin menimbulkan kegelisahan publik. Sudah berbulan-bulan laporan pelanggaran hukum disampaikan berbagai elemen masyarakat, namun hingga kini tak satu pun pejabat perusahaan ataupun pejabat negara yang disentuh hukum.

Pulau Gebe, pulau kecil strategis dengan keanekaragaman hayati tinggi, kini terancam menjadi “kuburan ekologi” akibat aktivitas tambang PT Smart Marsindo dan PT Halmahera Sukses Mineral (HSM). Ironisnya, institusi penegak hukum yang seharusnya menjadi benteng terakhir keadilan malah memilih bungkam.

Kondisi ini menimbulkan dugaan keras bahwa bukan hanya perusahaan yang bermain, tetapi juga oknum di dalam tubuh KPK dan Kejagung yang diduga “berbagi peran” membangun pagar pengaman hukum bagi para mafia tambang. Publik pun mulai mempertanyakan: Apakah hukum kini bisa dibeli dengan logam nikel dan amplop tebal?

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua SEMMI Maluku Utara, Sarjan H. Rivai, menyebut sikap diam KPK dan Kejagung sebagai “konspirasi kejahatan berjubah institusi negara.” Ia menegaskan bahwa semua data pelanggaran hukum PT Smart Marsindo dan PT HSM sudah terbuka, mulai dari status non-Clear and Clean, RKAB ilegal, hingga dugaan penyuapan terhadap almarhum Gubernur Maluku Utara, Abdul Gani Kasuba.

“Jika KPK dan Kejagung masih pura-pura tidak tahu, maka publik berhak curiga bahwa mereka bukan lagi pemberantas korupsi, tapi penjaga kepentingan oligarki tambang,” tegas Sarjan.

Padahal, Undang-Undang Minerba dan Putusan Mahkamah Konstitusi secara tegas melarang tambang terbuka di pulau kecil. Artinya, aktivitas tambang di Pulau Gebe bukan hanya pelanggaran administratif, tetapi kejahatan terhadap konstitusi. Lalu mengapa penegak hukum justru memilih tutup mata?

Lebih mengerikan lagi, dalam surat dakwaan KPK terkait kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), nama pengusaha tambang Ade Wirawan disebut melakukan 56 kali transfer suap senilai Rp2 miliar lebih. Anehnya, hingga kini sang pengusaha masih bebas berkeliaran dan tetap menjalankan bisnisnya seperti raja tanpa mahkota.

Situasi ini makin memperkuat dugaan adanya persekongkolan segitiga antara perusahaan tambang, birokrasi lokal, dan aparat penegak hukum pusat. Ketiganya membentuk “segitiga setan” yang mengunci rapat penyelidikan agar kasus tidak menyentuh aktor utama di balik layar.

SEMMI Maluku Utara bersama berbagai organisasi kepemudaan menyatakan bahwa jika KPK dan Kejagung terus membisu, maka rakyat akan bergerak lebih besar dan lebih ganas. Mereka berencana melakukan aksi permanen dua kali seminggu di depan dua lembaga tersebut sampai ada penangkapan nyata, bukan hanya konferensi pers basa-basi.

“Kami tidak takut teriakan kami dianggap gaduh. Justru kami takut jika negeri ini dibiarkan dikuasai pencuri berseragam negara. Jika KPK dan Kejagung tidak mau berpihak pada rakyat, maka rakyat sendiri yang akan memaksa mereka bicara,” Pungkas Sarjan dengan lantang.

Facebook Comments Box

Editor : Admin Coretansatu.com

Berita Terkait

CV Abdi Nusantara Menang Tender MIN Halbar, Hendra Kariangan: Wajib Hukumnya Kontrak Dijalankan!
Proyek MIN Halbar Rp3,6 M Mandek, Kakanwil Kemenag Malut Buka Suara Alasan Tender Ulang
Amsar Bantah Jual BBM Subsidi, Bungkam Soal Penjualan Dexlite
Akui Timbun BBM, Amsar Diduga Jual Solar BBM Subsidi Dari QR Code 11 Mobil Expedisi
Dugaan Bisnis Ampas Emas Ilegal di Halsel Seret Nama Oknum Polisi Berinisial LA
Proyek MIN Halbar Rp3,6 Miliar Terhambat, Kakanwil Kemenag Malut Diduga Intervensi Pemenang Tender
Kontraktor Minta Inspektorat Periksa Pokja III Malut
Kontroversi Kades Sawadai Halsel: Berulang Kali Terseret Kasus Moral, Mengaku Tak Takut Sanksi Bupati

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 07:50

CV Abdi Nusantara Menang Tender MIN Halbar, Hendra Kariangan: Wajib Hukumnya Kontrak Dijalankan!

Selasa, 21 Juli 2026 - 07:17

Proyek MIN Halbar Rp3,6 M Mandek, Kakanwil Kemenag Malut Buka Suara Alasan Tender Ulang

Selasa, 21 Juli 2026 - 06:21

Amsar Bantah Jual BBM Subsidi, Bungkam Soal Penjualan Dexlite

Senin, 20 Juli 2026 - 16:18

Akui Timbun BBM, Amsar Diduga Jual Solar BBM Subsidi Dari QR Code 11 Mobil Expedisi

Senin, 20 Juli 2026 - 15:23

Dugaan Bisnis Ampas Emas Ilegal di Halsel Seret Nama Oknum Polisi Berinisial LA

Senin, 20 Juli 2026 - 10:13

Kontraktor Minta Inspektorat Periksa Pokja III Malut

Jumat, 17 Juli 2026 - 12:45

Kontroversi Kades Sawadai Halsel: Berulang Kali Terseret Kasus Moral, Mengaku Tak Takut Sanksi Bupati

Jumat, 17 Juli 2026 - 06:11

Gelar Penyuluhan di Desa Baru, Polsek Obi Ajak Pelajar SMPN 13 Halsel Perangi Judol dan Napza

Berita Terbaru

Foto: istimewa

Maluku Utara

Amsar Bantah Jual BBM Subsidi, Bungkam Soal Penjualan Dexlite

Selasa, 21 Jul 2026 - 06:21