SEMMI Malut: PT Smart Marsindo Jangan Bohongi Publik, Alam Pulau Gebe Sudah Hancur!

- Penulis Berita

Kamis, 9 Oktober 2025 - 14:52

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA,Coretansatu.com – Serikat Mahasiswa Muslim Indonesia (SEMMI) Maluku Utara kembali mengeluarkan pernyataan keras terhadap PT Smart Marsindo, perusahaan tambang nikel yang beroperasi di Pulau Gebe, Kabupaten Halmahera Tengah. SEMMI menuding perusahaan tersebut telah menipu masyarakat dengan narasi palsu pembangunan dan tanggung jawab sosial, padahal yang tersisa hanyalah kehancuran alam dan penderitaan warga.

Ketua SEMMI Malut, Sarjan Hi Rivai, dalam keterangannya, menyebut PT Smart Marsindo sudah terlalu sering mengemas pencitraan melalui proyek-proyek “CSR semu”, termasuk pembangunan SMA Negeri 3 Gebe yang diklaim sebagai bukti kepedulian perusahaan terhadap pendidikan. “Padahal, sekolah itu dibangun karena sekolah lama hancur akibat dampak aktivitas tambang mereka sendiri,” tegasnya.

Ia menjelaskan, sebelum perusahaan itu beroperasi, kondisi lingkungan Pulau Gebe masih terjaga, gunung di sekitar kawasan sekolah masih hijau dan stabil. Namun sejak aktivitas tambang dimulai, lereng gunung di belakang SMA lama ambruk, tanah longsor terjadi, dan struktur sekolah rusak berat. “Mereka rusak dulu, baru datang pura-pura membangun,” ujarnya dengan nada geram.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Sarjan, langkah PT Smart Marsindo yang kembali melakukan kegiatan tambang di belakang pembangunan sekolah baru menunjukkan keserakahan tanpa batas. Sekolah pengganti belum rampung, tapi alat berat sudah kembali bekerja di area berisiko tinggi. “Ini sama saja dengan membiarkan bencana berikutnya terjadi,” tegas Ketua SEMMI.

Selain merusak lingkungan pendidikan, aktivitas tambang juga berdampak luas pada kehidupan masyarakat Pulau Gebe. Jalan umum kini berubah menjadi jalur tambang yang penuh dengan debu nikel, lumpur, dan kerusakan aspal. Kendaraan berat milik perusahaan lalu-lalang tanpa kendali, mengganggu keselamatan dan kenyamanan warga.

“Jangan seolah-olah masyarakat ini bodoh. Mereka tahu siapa yang bikin rusak jalan, siapa yang bikin longsor di gunung, dan siapa yang bikin debu nikel masuk sampai ke rumah warga,” kata Sarjan. Ia menilai PT Smart Marsindo telah mempermainkan logika publik dengan narasi tanggung jawab sosial yang menipu.

SEMMI juga menyoroti lemahnya pengawasan pemerintah daerah maupun pusat terhadap aktivitas tambang di Pulau Gebe. Mereka menduga ada pembiaran sistematis terhadap pelanggaran lingkungan dan keselamatan warga yang dilakukan perusahaan. “Kalau tidak ada perlindungan dari pihak tertentu, perusahaan seperti ini tak akan seberani itu,” ungkap mereka.

SEMMI Malut mendesak Kementerian ESDM dan Kementerian Lingkungan Hidup untuk segera turun tangan melakukan audit menyeluruh terhadap PT Smart Marsindo. Audit tersebut, kata mereka, harus mencakup aspek perusakan hutan, pencemaran tanah dan air, serta dampak sosial terhadap masyarakat sekitar area tambang.

“SEMMI Malut tidak akan diam melihat Pulau Gebe dihancurkan oleh kerakusan tambang,” tegas mereka. “Kami akan terus bersuara sampai ke KPK dan Presiden jika perlu. Sebab ini bukan sekadar soal nikel atau proyek, ini soal masa depan manusia, masa depan anak-anak Gebe yang dirampas oleh debu dan kebohongan.”

Facebook Comments Box

Editor : Admin.Coretansatu

Berita Terkait

Berita Duka: Wartawan Adenyong Nafis Tutup Usia, Karya dan Dedikasinya Abadi dalam Ingatan
Dukung Olahraga Daerah: Harita Nickel Sumbang 10 Mobil Operasional untuk Sukseskan Porprov V Malut 2026
Jual Beli IUP Haltim Disorot, LKBHMI Cabang Ternate Desak Aparat Usut Dugaan Korupsi hingga Tuntas
PW SEMMI Maluku Utara Desak Kejati Segera Tangkap Drs. H. Iqbal Ruray Terkait Dugaan Korupsi Tunjangan DPRD
Hujan Deras Guyur Kota Weda, Tiga Desa Terendam Banjir: Warga Soroti Kinerja Pemda
Dugaan SPPD Fiktif Rp26,3 Miliar Mengguncang DPRD Ternate, FORMAPAS Desak KPK Tetapkan Tersangka!
Nekat Buka Saat Idul Adha, Star Cave Karaoke Terancam Ditutup Satpol PP Halteng
Di Tengah Gemerlap Industri Nikel, BPK Temukan Kekurangan Pungutan Pajak Listrik Halteng Capai Rp7,9 Miliar

Berita Terkait

Rabu, 3 Juni 2026 - 13:04

Rp 2,2 Triliun Kerugian Lingkungan Diduga Menganga, DPP IMM: PT. Halmahera Sukses Mineral Jangan Tutup Mata Perusak Ekologi

Senin, 1 Juni 2026 - 06:18

DPP IMM Mendesak APH Segera Periksa Dugaan Penyimpangan di BPBD Halsel: “Jangan Biarkan Kejahatan Anggaran Tumbuh di Atas Penderitaan Rakyat

Kamis, 28 Mei 2026 - 05:42

Usman Mansur Tagih Janji Kejati Malut, Jangan Main-Main dengan Skandal Tunjangan DPRD: Kuntu Daud Harus Bertanggung Jawab!

Selasa, 26 Mei 2026 - 10:02

Formapas Malut: Desak Cabut IUP PT Priven Lestari, Jangan Korbankan Gunung Wato-Wato Demi Keserakahan Tambang!

Selasa, 26 Mei 2026 - 04:51

PP Formapas: Menteri PU Harus Taat Hukum, Copot Kepala BPJN Malut yang Diduga Terseret Pusaran Korupsi dan Polemik MBG

Senin, 25 Mei 2026 - 18:09

DPP IMM Soroti Utang Proyek BPBD Halsel, Usman Mansur: Jangan Jadikan APBD sebagai Kuburan Transparansi

Senin, 25 Mei 2026 - 17:57

Usman Mansur: Jangan Jadikan Buruh Tumbal Keuntungan Perusahaan, Dugaan Kezaliman di PT Sampoerna Kayoe Harus Diusut!

Rabu, 20 Mei 2026 - 11:35

Skandal Tambang Haltim Meledak! DPP IMM Minta Aparat Usut Dugaan Izin Bermasalah PT Sumberdaya Arindo

Berita Terbaru