Tambang Nikel Rusaki Ekosistem Laut Gebe, Oleh PT Karya Wijaya dan PT Smart Marsindo yang Diduga Mencemari Perairan Elfanun ‎

- Penulis Berita

Selasa, 7 Oktober 2025 - 07:01

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

‎HALTENG, Coretansatu.com – Aktivitas tambang nikel yang dilakukan oleh PT Karya Wijaya dan PT Smart Marsindo di Desa Elfanun, Kecamatan Pulau Gebe, Kabupaten Halmahera Tengah, kembali menuai sorotan. Dugaan pencemaran lingkungan akibat pembuangan limbah tambang ke laut semakin menguat setelah warga menemukan perubahan drastis pada kualitas air dan menurunnya hasil tangkapan ikan di sekitar perairan pelabuhan Gebe.

‎Warga Desa Elfanun menyebutkan bahwa air laut di sekitar area operasi kedua perusahaan tersebut kini tampak keruh kecoklatan dan berminyak. Sejumlah nelayan mengaku sulit memperoleh hasil tangkapan seperti sebelumnya. “Dulu kami bisa dapat ikan dalam waktu satu jam melaut, sekarang bisa dua sampai tiga jam pun kosong,” ungkap salah satu nelayan setempat, Selasa (7/10/2025).

‎Pantauan lapangan menunjukkan bahwa lokasi pelabuhan Gebe, yang bersebelahan langsung dengan area tambang kedua perusahaan, kini tampak mengalami pendangkalan signifikan akibat sedimentasi material tambang. Lumpur berwarna kemerahan, kekuningan yang berasal dari tumpahan tanah ore nikel tampak mengalir ke laut tanpa sistem pengelolaan limbah (settling pond) yang memadai.

‎Menurut data DLH Halmahera Tengah (2025), kadar Total Suspended Solid (TSS) di perairan sekitar lokasi tambang mencapai lebih dari 300 mg/L, jauh di atas baku mutu air laut untuk biota laut yang hanya 80 mg/L sesuai Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No. 51 Tahun 2004. Selain itu, kadar logam berat nikel (Ni) juga terdeteksi meningkat hingga dua kali lipat dari ambang batas normal.

‎Pencemaran seperti ini tidak hanya merusak ekosistem laut, tapi juga mengancam keberlanjutan ekonomi nelayan lokal. Pemerintah daerah harus segera melakukan audit lingkungan dan menghentikan operasi jika terbukti melanggar.

‎Meski demikian, hingga berita ini diturunkan, pihak PT Karya Wijaya dan PT Smart Marsindo belum memberikan tanggapan resmi terkait dugaan pencemaran tersebut.

‎Warga kini menuntut Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah untuk segera menindak tegas kedua perusahaan tersebut. “Jangan tunggu laut kami mati baru bertindak,” kata Risman dengan nada kesal.

‎Pencemaran di Gebe menjadi bukti nyata lemahnya pengawasan lingkungan atas aktivitas tambang di Maluku Utara. Tanpa langkah cepat dan transparan, Pulau Gebe yang dikenal kaya akan sumber daya laut, bisa berubah menjadi zona mati ekologis akibat kerakusan eksploitasi nikel tanpa kendali.

Facebook Comments Box

Editor : Admin Coretansatu.com

Sumber Berita : Wahyu

Berita Terkait

CV Abdi Nusantara Menang Tender MIN Halbar, Hendra Kariangan: Wajib Hukumnya Kontrak Dijalankan!
Proyek MIN Halbar Rp3,6 M Mandek, Kakanwil Kemenag Malut Buka Suara Alasan Tender Ulang
Amsar Bantah Jual BBM Subsidi, Bungkam Soal Penjualan Dexlite
Akui Timbun BBM, Amsar Diduga Jual Solar BBM Subsidi Dari QR Code 11 Mobil Expedisi
Dugaan Bisnis Ampas Emas Ilegal di Halsel Seret Nama Oknum Polisi Berinisial LA
Proyek MIN Halbar Rp3,6 Miliar Terhambat, Kakanwil Kemenag Malut Diduga Intervensi Pemenang Tender
Kontraktor Minta Inspektorat Periksa Pokja III Malut
Kontroversi Kades Sawadai Halsel: Berulang Kali Terseret Kasus Moral, Mengaku Tak Takut Sanksi Bupati

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 07:50

CV Abdi Nusantara Menang Tender MIN Halbar, Hendra Kariangan: Wajib Hukumnya Kontrak Dijalankan!

Selasa, 21 Juli 2026 - 07:17

Proyek MIN Halbar Rp3,6 M Mandek, Kakanwil Kemenag Malut Buka Suara Alasan Tender Ulang

Selasa, 21 Juli 2026 - 06:21

Amsar Bantah Jual BBM Subsidi, Bungkam Soal Penjualan Dexlite

Senin, 20 Juli 2026 - 16:18

Akui Timbun BBM, Amsar Diduga Jual Solar BBM Subsidi Dari QR Code 11 Mobil Expedisi

Senin, 20 Juli 2026 - 15:23

Dugaan Bisnis Ampas Emas Ilegal di Halsel Seret Nama Oknum Polisi Berinisial LA

Senin, 20 Juli 2026 - 10:13

Kontraktor Minta Inspektorat Periksa Pokja III Malut

Jumat, 17 Juli 2026 - 12:45

Kontroversi Kades Sawadai Halsel: Berulang Kali Terseret Kasus Moral, Mengaku Tak Takut Sanksi Bupati

Jumat, 17 Juli 2026 - 06:11

Gelar Penyuluhan di Desa Baru, Polsek Obi Ajak Pelajar SMPN 13 Halsel Perangi Judol dan Napza

Berita Terbaru

Foto: istimewa

Maluku Utara

Amsar Bantah Jual BBM Subsidi, Bungkam Soal Penjualan Dexlite

Selasa, 21 Jul 2026 - 06:21