HALSEL,CM — Kasus kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) semakin marak terjadi. Mirisnya korbannya tak mengenal usia, dari anak sampai usia tua.
Hal ini mendapat perhatian dari berbagai pihak, salah satunya datang dari Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Halsel.
Ketua DPD KNPI Halsel, Sefnat Tagaku, dalam rilisnya, ia mendesak ada atensi khusus yang harus diberikan baik dari pihak pemerintah maupun aparat penegak hukum (APH).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Bagi KNPI, kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak bukanlah sebuah persoalan biasa, melainkan problem serius yang harus menjadi atensi khusus.
“Ini bukan hal biasa, ini kejahatan fatal yang harus disikapi secara serius. Jika tidak, maka akan lebih parah lagi kedepan”, ucap Sefnat dengan nada tegas, Kamis (3/9/2026).
KNPI Halsel lantas mengingatkan kepada pihak APH agar jika terdapat kasus-kasus seperti ini tidak lansung mengambil jalan Restoratif Justice (RJ) sehingga ada efek jeranya bagi para pelaku.
“Jika kasus seperti ini selalu berujung damai, maka kita akan semakin kesulitan mendapatkan langkah strategis dalam menekan angka kasus. Ini harus ada efek jeranya bagi pelaku berdasarkan ketentuan”, pungkas,Sefnat.
Editor : Admin Coretansatu.com









