Maraknya Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak, KNPI Minta Semua Beri Atensi Khusus

- Penulis Berita

Kamis, 3 September 2026 - 16:51

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: istimewa

Foto: istimewa

HALSEL,CM — Kasus kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) semakin marak terjadi. Mirisnya korbannya tak mengenal usia, dari anak sampai usia tua.

Hal ini mendapat perhatian dari berbagai pihak, salah satunya datang dari Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Halsel.

Ketua DPD KNPI Halsel, Sefnat Tagaku, dalam rilisnya, ia mendesak ada atensi khusus yang harus diberikan baik dari pihak pemerintah maupun aparat penegak hukum (APH).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bagi KNPI, kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak bukanlah sebuah persoalan biasa, melainkan problem serius yang harus menjadi atensi khusus.

“Ini bukan hal biasa, ini kejahatan fatal yang harus disikapi secara serius. Jika tidak, maka akan lebih parah lagi kedepan”, ucap Sefnat dengan nada tegas, Kamis (3/9/2026).

KNPI Halsel lantas mengingatkan kepada pihak APH agar jika terdapat kasus-kasus seperti ini tidak lansung mengambil jalan Restoratif Justice (RJ) sehingga ada efek jeranya bagi para pelaku.

“Jika kasus seperti ini selalu berujung damai, maka kita akan semakin kesulitan mendapatkan langkah strategis dalam menekan angka kasus. Ini harus ada efek jeranya bagi pelaku berdasarkan ketentuan”, pungkas,Sefnat.

Facebook Comments Box

Editor : Admin Coretansatu.com

Berita Terkait

Pelindo Ternate Bantah Isu Pungli Buruh Gerobak Rp10 Ribu di Pelabuhan Bastiong
Polemik Timbangan Digital Speedboat Ternate: Penumpang Sunyi, Agen Diduga Kantongi Rp1.000 per Kilo
Jam Kerja Jadi Alasan Tolak Pasien, Pelayanan Puskesmas Babang Halsel Didorong Evaluasi Total
Blak-blakan Pekerja Pangkalan di Halsel: Akui Tebang Kayu Ilegal di Hutan Obi untuk Dijual
Modal Tenaga Kerja Luar, Industri Somel di Kampung Buton Diduga Tampung Kayu Hasil Jarahan Hutan
Dugaan Pungli di Pelabuhan Bastiong: Buruh Gerobak Diperas Rp10 Ribu Sekali Lewat Tanpa Karcis
Diduga Telantarkan Anak Sakit, DPD LIN Desak Bupati Halsel Copot Kadinkes dan Kepala Puskesmas Babang
Pilu Ibu Hamil Menangis di Lantai Puskesmas Babang: Anak Menjerit Kesakitan, Ditolak Berobat karena Jam Pelayanan Habis

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 16:51

Maraknya Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak, KNPI Minta Semua Beri Atensi Khusus

Kamis, 3 September 2026 - 06:24

Pelindo Ternate Bantah Isu Pungli Buruh Gerobak Rp10 Ribu di Pelabuhan Bastiong

Rabu, 2 September 2026 - 13:30

Polemik Timbangan Digital Speedboat Ternate: Penumpang Sunyi, Agen Diduga Kantongi Rp1.000 per Kilo

Selasa, 1 September 2026 - 16:50

Jam Kerja Jadi Alasan Tolak Pasien, Pelayanan Puskesmas Babang Halsel Didorong Evaluasi Total

Selasa, 1 September 2026 - 15:42

Blak-blakan Pekerja Pangkalan di Halsel: Akui Tebang Kayu Ilegal di Hutan Obi untuk Dijual

Selasa, 1 September 2026 - 11:13

Dugaan Pungli di Pelabuhan Bastiong: Buruh Gerobak Diperas Rp10 Ribu Sekali Lewat Tanpa Karcis

Selasa, 1 September 2026 - 10:27

Diduga Telantarkan Anak Sakit, DPD LIN Desak Bupati Halsel Copot Kadinkes dan Kepala Puskesmas Babang

Selasa, 1 September 2026 - 09:33

Pilu Ibu Hamil Menangis di Lantai Puskesmas Babang: Anak Menjerit Kesakitan, Ditolak Berobat karena Jam Pelayanan Habis

Berita Terbaru