TERNATE,CM – Penerapan sistem penimbangan barang muatan berbasis aplikasi PORTASIKA (Port Module & Stream Information Service System) pada armada speedboat rute Ternate– Sofifi memicu gejolak. Kebijakan baru ini menuai protes keras dari para motoris di Pelabuhan Semut Mangga Dua, Ternate, karena dinilai mencekik mata pencaharian mereka dan membuat aktivitas pelabuhan lumpuh dari penumpang.
Para motoris mengeluhkan bahwa sejak aturan timbangan ini diberlakukan, antusiasme masyarakat untuk bepergian menggunakan speedboat merosot tajam. Calon penumpang merasa keberatan dengan kerumitan birokrasi dan biaya tambahan yang harus dibayar untuk barang bawaan mereka. Alhasil, banyak warga memilih menunda atau membatalkan perjalanan.
“Sistem penimbangan ini bikin pelabuhan sepi, penumpang sunyi sekali. Banyak warga mengeluh karena harus menimbang barang lagi. Akhirnya pelabuhan tidak hidup seperti biasanya dan pendapatan kami makin anjlok,” keluh salah seorang motoris saat ditemui di lokasi pelabuhan, Rabu (2/8/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Di tengah lesunya aktivitas penyeberangan, para motoris membeberkan ketimpangan yang terjadi di lapangan. Mereka menuding pihak pengelola justru mendulang keuntungan di atas penderitaan para pekerja laut. Pihak Agen Mutiara diketahui mengantongi keuntungan bersih sebesar Rp1.000 per kilogram dari kelebihan muatan barang penumpang.
“Penumpang sunyi, tapi di sisi lain pihak Agen Mutiara malah raup keuntungan seribu rupiah per kilo dari barang yang ditimbang. Ini jelas tidak pro-rakyat dan sangat memberatkan kami,” tegas motoris tersebut.
Merespons situasi yang kian menyulitkan ini, para motoris mendesak Pemerintah Provinsi Maluku Utara dan Dinas Perhubungan untuk segera turun tangan meninjau ulang regulasi tersebut. Mereka menuntut adanya tindakan tegas agar kebijakan sektor transportasi laut tidak hanya menguntungkan sepihak dalam hal ini agen tetapi juga mempertimbangkan nasib para motoris serta kenyamanan masyarakat luas.
Sementara itu, Ketua Koperasi Mutiara Mangga Dua Ternate, Iksan Adam, belum memberikan penjelasan mendetail terkait polemik dan tudingan miring tersebut. Saat dikonfirmasi melalui WhatsApp pada Rabu (2/8/2026), Iksan hanya memberikan respons singkat dan mengajak untuk bertemu langsung.
“Lebih baik kita ketemu di pelabuhan supaya lebih bagus,” ungkap Iksan singkat.
Editor : Admin Coretansatu.com









