Pilu Ibu Hamil Menangis di Lantai Puskesmas Babang: Anak Menjerit Kesakitan, Ditolak Berobat karena Jam Pelayanan Habis

- Penulis Berita

Selasa, 1 September 2026 - 09:33

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: istimewa

Foto: istimewa

HALSEL,CM — Sebuah pemandangan memilukan terjadi di depan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Babang, Kecamatan Bacan Timur, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara. Seorang ibu yang tengah hamil tua menangis tersedu-sedu meratapi anaknya yang menjerit kesakitan, setelah diduga ditolak oleh petugas medis karena jam pelayanan yang sangat singkat.

Peristiwa tersebut terpantau langsung pada Senin (31/8/2026). Sang ibu terlihat duduk pasrah di lantai depan puskesmas sembari memeluk anaknya. Bocah tersebut terus mengerang kesakitan memegangi perut bagian pinggang sebelah kiri dan berulang kali mengalami mual-mual.

Bukannya mendapatkan pertolongan pertama, sang ibu justru harus menelan pil pahit. Sejumlah perawat yang berada di lokasi bergeming dan menyatakan bahwa jam pelayanan puskesmas telah berakhir.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya datang bawa anak yang sakit perut dan muntah-muntah untuk minta pertolongan medis. Tapi karena sudah jam istirahat sekitar pukul 12.30 WIT, perawat bilang pelayanan sudah ditutup dan baru buka besok,” tutur ibu tersebut sambil berurai air mata, tanpa sempat menyebutkan namanya.

Petugas medis kemudian mengarahkan ibu hamil 8 bulan itu untuk membawa anaknya ke RSUD Labuha. Namun, opsi tersebut dirasa sangat berat. Jarak tempuh menuju RSUD Labuha mencapai 10 kilometer dari Desa Babang. Sang ibu mengaku tidak memiliki biaya untuk transportasi mobil, apalagi untuk biaya makan dan minum di sana. Ia juga khawatir kondisi fisik anaknya akan semakin memburuk jika dipaksa menempuh perjalanan jauh di bawah terik matahari.

Akibat keputusasaan tersebut, sang ibu terpaksa membawa pulang buah hatinya ke rumah dengan menggunakan pengobatan tradisional seadanya.

“Nanti saya bawa pulang adek ke rumah saja untuk diberikan obat kampung,” ujarnya lirih.

Saat dikonfirmasi di ruang pelayanan umum, sejumlah perawat Puskesmas Babang membenarkan bahwa pelayanan telah ditutup pada siang itu.

“Iya, pelayanan ditutup sampai besok karena dokter sudah pulang,” kata salah satu perawat.

Ketika ditanya mengenai jam operasional puskesmas, mereka membeberkan fakta mengejutkan. Puskesmas Babang ternyata hanya membuka pelayanan langsung kepada masyarakat selama kurang lebih 3,5 hingga 4 jam saja per hari.

Merespons kejadian viral ini, Kepala Puskesmas Babang, Noce Domeda, memberikan klarifikasi saat ditemui di kediamannya pada Selasa (1/9/2026) sore. Noce membenarkan aturan jam operasional yang sangat singkat tersebut.

Pelayanan kita buka mulai jam 8 pagi sampai dengan 11.30 WIT. Untuk jam selanjutnya, khusus hal-hal internal di lingkup puskesmas yang kami bicarakan,” jelas Noce.

Meski demikian, Noce mengaku kaget dan menyayangkan adanya insiden penolakan pasien yang membutuhkan pertolongan darurat. Ia berdalih tidak berada di tempat saat peristiwa kelam itu terjadi.

Soal kejadian itu saya tidak tahu karena kemarin sedang mengikuti kegiatan di Desa Sayoang. Tetapi saya sudah mengimbau berulang kali kepada pegawai dan perawat, apabila ada keluhan darurat dari pasien, harus tetap dilayani untuk memberikan pertolongan meski di luar jam kerja,” tegasnya.

Tragedi ini memicu sorotan tajam dari masyarakat terkait efektivitas tata kelola dan fungsi Puskesmas sebagai fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama yang seharusnya siap sedia melayani warga, terutama dalam kondisi darurat.

Facebook Comments Box

Editor : Admin Coretansatu.com

Berita Terkait

Jam Kerja Jadi Alasan Tolak Pasien, Pelayanan Puskesmas Babang Halsel Didorong Evaluasi Total
Blak-blakan Pekerja Pangkalan di Halsel: Akui Tebang Kayu Ilegal di Hutan Obi untuk Dijual
Modal Tenaga Kerja Luar, Industri Somel di Kampung Buton Diduga Tampung Kayu Hasil Jarahan Hutan
Dugaan Pungli di Pelabuhan Bastiong: Buruh Gerobak Diperas Rp10 Ribu Sekali Lewat Tanpa Karcis
Diduga Telantarkan Anak Sakit, DPD LIN Desak Bupati Halsel Copot Kadinkes dan Kepala Puskesmas Babang
Abaikan Putusan PTUN, Bupati Halsel Diberi Waktu 30 Hari oleh Ombudsman Gelar PAW
Dugaan Tambang Galian C Ilegal di Sungai Waikop Halmahera Tengah Picu Polemik, BUMDes Ikut Terseret
Polres Halsel Gelar Maulid Nabi Muhammad SAW untuk Wujudkan Polri Presisi

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 16:50

Jam Kerja Jadi Alasan Tolak Pasien, Pelayanan Puskesmas Babang Halsel Didorong Evaluasi Total

Selasa, 1 September 2026 - 15:42

Blak-blakan Pekerja Pangkalan di Halsel: Akui Tebang Kayu Ilegal di Hutan Obi untuk Dijual

Selasa, 1 September 2026 - 12:59

Modal Tenaga Kerja Luar, Industri Somel di Kampung Buton Diduga Tampung Kayu Hasil Jarahan Hutan

Selasa, 1 September 2026 - 11:13

Dugaan Pungli di Pelabuhan Bastiong: Buruh Gerobak Diperas Rp10 Ribu Sekali Lewat Tanpa Karcis

Selasa, 1 September 2026 - 10:27

Diduga Telantarkan Anak Sakit, DPD LIN Desak Bupati Halsel Copot Kadinkes dan Kepala Puskesmas Babang

Selasa, 1 September 2026 - 06:59

Abaikan Putusan PTUN, Bupati Halsel Diberi Waktu 30 Hari oleh Ombudsman Gelar PAW

Senin, 31 Agustus 2026 - 15:48

Dugaan Tambang Galian C Ilegal di Sungai Waikop Halmahera Tengah Picu Polemik, BUMDes Ikut Terseret

Senin, 31 Agustus 2026 - 04:59

Polres Halsel Gelar Maulid Nabi Muhammad SAW untuk Wujudkan Polri Presisi

Berita Terbaru