HALSEL,CM — Sebuah pemandangan memilukan terjadi di depan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Babang, Kecamatan Bacan Timur, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara. Seorang ibu yang tengah hamil tua menangis tersedu-sedu meratapi anaknya yang menjerit kesakitan, setelah diduga ditolak oleh petugas medis karena jam pelayanan yang sangat singkat.
Peristiwa tersebut terpantau langsung pada Senin (31/8/2026). Sang ibu terlihat duduk pasrah di lantai depan puskesmas sembari memeluk anaknya. Bocah tersebut terus mengerang kesakitan memegangi perut bagian pinggang sebelah kiri dan berulang kali mengalami mual-mual.
Bukannya mendapatkan pertolongan pertama, sang ibu justru harus menelan pil pahit. Sejumlah perawat yang berada di lokasi bergeming dan menyatakan bahwa jam pelayanan puskesmas telah berakhir.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Saya datang bawa anak yang sakit perut dan muntah-muntah untuk minta pertolongan medis. Tapi karena sudah jam istirahat sekitar pukul 12.30 WIT, perawat bilang pelayanan sudah ditutup dan baru buka besok,” tutur ibu tersebut sambil berurai air mata, tanpa sempat menyebutkan namanya.
Petugas medis kemudian mengarahkan ibu hamil 8 bulan itu untuk membawa anaknya ke RSUD Labuha. Namun, opsi tersebut dirasa sangat berat. Jarak tempuh menuju RSUD Labuha mencapai 10 kilometer dari Desa Babang. Sang ibu mengaku tidak memiliki biaya untuk transportasi mobil, apalagi untuk biaya makan dan minum di sana. Ia juga khawatir kondisi fisik anaknya akan semakin memburuk jika dipaksa menempuh perjalanan jauh di bawah terik matahari.
Akibat keputusasaan tersebut, sang ibu terpaksa membawa pulang buah hatinya ke rumah dengan menggunakan pengobatan tradisional seadanya.
“Nanti saya bawa pulang adek ke rumah saja untuk diberikan obat kampung,” ujarnya lirih.
Saat dikonfirmasi di ruang pelayanan umum, sejumlah perawat Puskesmas Babang membenarkan bahwa pelayanan telah ditutup pada siang itu.
“Iya, pelayanan ditutup sampai besok karena dokter sudah pulang,” kata salah satu perawat.
Ketika ditanya mengenai jam operasional puskesmas, mereka membeberkan fakta mengejutkan. Puskesmas Babang ternyata hanya membuka pelayanan langsung kepada masyarakat selama kurang lebih 3,5 hingga 4 jam saja per hari.
Merespons kejadian viral ini, Kepala Puskesmas Babang, Noce Domeda, memberikan klarifikasi saat ditemui di kediamannya pada Selasa (1/9/2026) sore. Noce membenarkan aturan jam operasional yang sangat singkat tersebut.
Pelayanan kita buka mulai jam 8 pagi sampai dengan 11.30 WIT. Untuk jam selanjutnya, khusus hal-hal internal di lingkup puskesmas yang kami bicarakan,” jelas Noce.
Meski demikian, Noce mengaku kaget dan menyayangkan adanya insiden penolakan pasien yang membutuhkan pertolongan darurat. Ia berdalih tidak berada di tempat saat peristiwa kelam itu terjadi.
Soal kejadian itu saya tidak tahu karena kemarin sedang mengikuti kegiatan di Desa Sayoang. Tetapi saya sudah mengimbau berulang kali kepada pegawai dan perawat, apabila ada keluhan darurat dari pasien, harus tetap dilayani untuk memberikan pertolongan meski di luar jam kerja,” tegasnya.
Tragedi ini memicu sorotan tajam dari masyarakat terkait efektivitas tata kelola dan fungsi Puskesmas sebagai fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama yang seharusnya siap sedia melayani warga, terutama dalam kondisi darurat.
Editor : Admin Coretansatu.com









