Kopra Institute Desak Bupati dan BKD Periksa Sekda Morotai Soal Dugaan Judol

- Penulis Berita

Sabtu, 25 April 2026 - 12:33

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Direktur Kopra Institute, Faisal Habeba

Foto: Direktur Kopra Institute, Faisal Habeba

MOROTAI,Coretansatu.com — Desakan agar pemerintah daerah segera mengambil langkah tegas atas dugaan keterlibatan Sekretaris Daerah (Sekda) Pulau Morotai, Muhammad Umar Ali, dalam praktik judi online kian menguat. Komite Perjuangan Rakyat (Kopra Institute) secara resmi meminta Bupati dan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) tidak tinggal diam membiarkan isu yang merusak citra birokrasi ini berlarut tanpa kejelasan.

Direktur Kopra Institute, Faisal Habeba, menegaskan bahwa kasus ini bukan lagi sekadar isu biasa, melainkan persoalan serius yang menyangkut martabat jabatan dan kepercayaan publik. Oleh karena itu, pemeriksaan menyeluruh harus segera digelar.

“Ini bukan hal yang bisa dianggap enteng. Bupati dan BKD wajib segera memeriksa yang bersangkutan. Jangan sampai ada kesan bahwa kasus ini dibiarkan atau bahkan dilindungi pihak tertentu,” tegas Faisal, Sabtu (25/4/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menambahkan, sebagai pejabat tinggi daerah, Sekda memegang peran sentral dalam pemerintahan dan seharusnya menjadi teladan dalam menjaga integritas serta mematuhi aturan. Jika terbukti melakukan pelanggaran, maka proses hukum dan kepegawaian harus dijalankan secara transparan dan tanpa pandang bulu.

Isu ini mendapatkan bobot lebih lantaran tuduhan tersebut datang langsung dari dalam lingkaran keluarga sendiri. Istri Sekda, Lela, secara terbuka mengungkap berbagai dugaan pelanggaran yang dilakukan suaminya, bahkan telah melaporkannya ke BKD Provinsi Maluku Utara.

Dalam laporan yang disampaikan, terdapat sejumlah poin krusial, mulai dari dugaan pelanggaran disiplin ASN terkait proses izin cerai, penelantaran rumah tangga yang telah berlangsung selama sembilan bulan, hingga yang paling mencuri perhatian adalah keterlibatan aktif dalam judi online.

“Saya sebagai istri merasa sangat malu dan tertekan. Suami saya jelas terlibat judi online yang sudah dilarang hukum. Saya memohon kepada Ibu Gubernur agar menindak tegas sesuai perbuatannya, karena ini memberikan contoh yang sangat buruk bagi masyarakat dan aparatur lainnya,” ungkap Lela melalui pesan WhatsApp, Senin (20/4/2026).

Lebih lanjut, Lela mengaku telah mengantongi sejumlah bukti pendukung yang menguatkan tuduhan tersebut. Bukti yang dimaksud meliputi data nomor rekening, identitas pribadi, hingga catatan akun yang diduga digunakan untuk bermain judi online.

Tak hanya itu, dalam pengakuannya, Lela juga menyebut adanya dugaan keterlibatan oknum anggota kepolisian berinisial Bripda RHL, yang diketahui merupakan orang dekat suaminya, dalam lingkaran aktivitas tersebut.

Menyikapi pengakuan dan bukti yang sudah ada ini, Faisal Habeba kembali menekankan pentingnya tindak lanjut yang cepat dan tepat dari pihak berwenang. Menurutnya, lambatnya penanganan hanya akan menimbulkan keraguan masyarakat terhadap kredibilitas pemerintah.

“Jika nanti terbukti semua tuduhan itu benar, maka sanksi yang diberikan harus tegas dan setimpal. Ini bukan soal pribadi, tapi menyangkut integritas pejabat publik dan kepercayaan rakyat kepada pemerintah,” pungkas Faisal.

Hingga saat ini, publik masih menunggu respon resmi dan langkah konkret dari Bupati Pulau Morotai serta instansi terkait untuk mengusut tuntas kasus yang mengundang perhatian luas ini

Facebook Comments Box

Editor : Admin Coretansatu.com

Berita Terkait

Sekda Morotai Diduga Doyan Judi Online, Gubernur dan Mendagri Diminta Tindak Tegas  
PETI di Halsel Makin Marak, Diduga Ada Setoran Untuk Bekingan Tambang Kusubibi
Diduga Mark-Up, Kejati Diminta Telisik Pengadaan Beras Program Pangan Murah Pemprov Malut
Diduga Terlibat Tambang Emas ilegal, LIN Malut Desak Polda Periksa Kades Kubung
BPBD Halteng Pastikan Penanganan Pasca Bentrok Patani Barat Berjalan Lancar
Langkah Mediasi Belum Membuahkan Hasil, Warga Tuntut Audit Dana Desa dan Copot Kades Maffa
Jelang May DaY, ini Tuntutan PUK SBGN PT. RIM di Halteng
Pusatkan MTQ di Laromabati, Tamsil Jailan : Wujud Implementasi Visi dan Misi Bassam-Helmi

Berita Terkait

Sabtu, 25 April 2026 - 12:33

Kopra Institute Desak Bupati dan BKD Periksa Sekda Morotai Soal Dugaan Judol

Sabtu, 25 April 2026 - 11:12

Sekda Morotai Diduga Doyan Judi Online, Gubernur dan Mendagri Diminta Tindak Tegas  

Sabtu, 25 April 2026 - 10:03

PETI di Halsel Makin Marak, Diduga Ada Setoran Untuk Bekingan Tambang Kusubibi

Kamis, 23 April 2026 - 22:38

Diduga Mark-Up, Kejati Diminta Telisik Pengadaan Beras Program Pangan Murah Pemprov Malut

Kamis, 23 April 2026 - 16:21

Diduga Terlibat Tambang Emas ilegal, LIN Malut Desak Polda Periksa Kades Kubung

Kamis, 23 April 2026 - 10:30

Langkah Mediasi Belum Membuahkan Hasil, Warga Tuntut Audit Dana Desa dan Copot Kades Maffa

Kamis, 23 April 2026 - 09:53

Jelang May DaY, ini Tuntutan PUK SBGN PT. RIM di Halteng

Kamis, 23 April 2026 - 09:23

Pusatkan MTQ di Laromabati, Tamsil Jailan : Wujud Implementasi Visi dan Misi Bassam-Helmi

Berita Terbaru