Tragedi Berdarah di Hutan Halteng, Mabes Polri Turun Tangan Dalami Kasus Pembunuhan

- Penulis Berita

Senin, 6 April 2026 - 08:34

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Kapolda Maluku Utara Irjen Pol. Drs. Waris Agono,

Foto: Kapolda Maluku Utara Irjen Pol. Drs. Waris Agono,

SOFIFI,Coretansatu.com — Polda Maluku Utara mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi menyusul kasus pembunuhan yang terjadi di kawasan hutan Halmahera Tengah (Halteng), tepatnya di Desa Banemo.

Kapolda Maluku Utara Irjen Pol. Drs. Waris Agono, menegaskan bahwa peristiwa konflik yang terjadi di Halmahera Tengah bukan merupakan isu SARA, melainkan diduga kuat sebagai tindakan main hakim sendiri yang tidak berdasar, dipicu oleh provokasi serta isu-isu yang belum dapat dipastikan kebenarannya.

“Kami tegaskan bahwa ini bukan konflik SARA. Ada indikasi kuat bahwa kejadian ini dipengaruhi oleh provokasi dan penyebaran informasi yang belum tentu benar, sehingga memicu tindakan yang tidak dapat dibenarkan secara hukum,” ujarnya. Senin (6/4/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menyampaikan bahwa pihaknya memahami keresahan masyarakat, terlebih karena dalam beberapa tahun terakhir, khususnya pada periode 2021 hingga 2023, memang pernah terjadi sejumlah insiden serangan terhadap warga yang beraktivitas di hutan, baik saat berkebun maupun berburu.

Namun demikian, Kapolda menegaskan bahwa penyelidikan akan dilakukan secara lebih mendalam dan objektif, termasuk menelusuri ulang keterangan dari para korban selamat yang dinilai memiliki dasar pengalaman langsung.

“Kami akan kembali menelusuri seluruh fakta, termasuk keterangan dari korban selamat yang tentu memiliki nilai penting karena mengalami langsung kejadian tersebut. Ini menjadi rujukan yang lebih dapat dipertanggungjawabkan dibandingkan informasi yang tidak bersumber dari pengalaman langsung,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi, terutama yang belum pernah mengalami langsung kejadian namun turut menyampaikan isu-isu yang belum jelas kebenarannya.

Kapolda menegaskan bahwa informasi yang tidak didasarkan pada fakta atau pengalaman langsung perlu disikapi dengan hati-hati. Jangan sampai isu yang tidak jelas justru memperkeruh situasi dan menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Kapolda kembali menegaskan bahwa hingga saat ini tidak terdapat bukti maupun catatan yang mengarah pada keterlibatan kelompok masyarakat desa tertentu dalam rangkaian peristiwa tersebut.

“Kami tegaskan, tidak ada histori yang menyebutkan pelaku berasal dari warga atau masyarakat desa tertentu. Termasuk dalam kasus terbaru ini, belum ada petunjuk yang mengarah ke sana,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia menyoroti adanya pihak-pihak tidak bertanggung jawab yang mencoba memperkeruh suasana, baik di lapangan maupun melalui media sosial.

“Kami melihat ada indikasi provokasi. Ini akan kami dalami. Siapa pun yang mencoba memecah belah dan memperkeruh situasi akan kami tindak sesuai hukum yang berlaku,” katanya.

Dalam upaya mengungkap kasus pembunuhan tersebut, Mabes Polri direncanakan akan menurunkan tim untuk membantu proses penyelidikan, sehingga diharapkan kasus ini dapat segera terungkap secara terang dan objektif.

Kapolda mengajak seluruh masyarakat untuk menahan diri dan mempercayakan sepenuhnya proses hukum kepada aparat kepolisian.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang belum tentu kebenarannya. Berikan kami waktu untuk bekerja secara maksimal dalam mengungkap kasus ini,” pungkasnya.

Hingga saat ini, situasi keamanan di wilayah tersebut terus dipantau oleh aparat kepolisian guna memastikan kondisi tetap kondusif dan aktivitas masyarakat dapat berjalan dengan aman.

Facebook Comments Box

Editor : Admin Coretansatu.com

Sumber Berita : Abdila Moloku

Berita Terkait

Berita Duka: Wartawan Adenyong Nafis Tutup Usia, Karya dan Dedikasinya Abadi dalam Ingatan
Dukung Olahraga Daerah: Harita Nickel Sumbang 10 Mobil Operasional untuk Sukseskan Porprov V Malut 2026
Jual Beli IUP Haltim Disorot, LKBHMI Cabang Ternate Desak Aparat Usut Dugaan Korupsi hingga Tuntas
PW SEMMI Maluku Utara Desak Kejati Segera Tangkap Drs. H. Iqbal Ruray Terkait Dugaan Korupsi Tunjangan DPRD
Hujan Deras Guyur Kota Weda, Tiga Desa Terendam Banjir: Warga Soroti Kinerja Pemda
Dugaan SPPD Fiktif Rp26,3 Miliar Mengguncang DPRD Ternate, FORMAPAS Desak KPK Tetapkan Tersangka!
Nekat Buka Saat Idul Adha, Star Cave Karaoke Terancam Ditutup Satpol PP Halteng
Di Tengah Gemerlap Industri Nikel, BPK Temukan Kekurangan Pungutan Pajak Listrik Halteng Capai Rp7,9 Miliar

Berita Terkait

Rabu, 3 Juni 2026 - 13:04

Rp 2,2 Triliun Kerugian Lingkungan Diduga Menganga, DPP IMM: PT. Halmahera Sukses Mineral Jangan Tutup Mata Perusak Ekologi

Senin, 1 Juni 2026 - 06:18

DPP IMM Mendesak APH Segera Periksa Dugaan Penyimpangan di BPBD Halsel: “Jangan Biarkan Kejahatan Anggaran Tumbuh di Atas Penderitaan Rakyat

Kamis, 28 Mei 2026 - 05:42

Usman Mansur Tagih Janji Kejati Malut, Jangan Main-Main dengan Skandal Tunjangan DPRD: Kuntu Daud Harus Bertanggung Jawab!

Selasa, 26 Mei 2026 - 10:02

Formapas Malut: Desak Cabut IUP PT Priven Lestari, Jangan Korbankan Gunung Wato-Wato Demi Keserakahan Tambang!

Selasa, 26 Mei 2026 - 04:51

PP Formapas: Menteri PU Harus Taat Hukum, Copot Kepala BPJN Malut yang Diduga Terseret Pusaran Korupsi dan Polemik MBG

Senin, 25 Mei 2026 - 18:09

DPP IMM Soroti Utang Proyek BPBD Halsel, Usman Mansur: Jangan Jadikan APBD sebagai Kuburan Transparansi

Senin, 25 Mei 2026 - 17:57

Usman Mansur: Jangan Jadikan Buruh Tumbal Keuntungan Perusahaan, Dugaan Kezaliman di PT Sampoerna Kayoe Harus Diusut!

Rabu, 20 Mei 2026 - 11:35

Skandal Tambang Haltim Meledak! DPP IMM Minta Aparat Usut Dugaan Izin Bermasalah PT Sumberdaya Arindo

Berita Terbaru