Proyek Breakwater Rp6,6 Miliar di Halsel Tak Efektif, Batu Material Terbawa Ombak

- Penulis Berita

Rabu, 1 April 2026 - 14:54

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Proyek Breakwater di Desa Orimakurunga,

Foto: Proyek Breakwater di Desa Orimakurunga,

HALSEL,Coretansatu.com — Breakwater yang seharusnya menjadi benteng pelindung pesisir justru membuat warga Desa Orimakurunga, Kecamatan Kayoa Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) semakin cemas. Dalam sepekan terakhir, cuaca ekstrem tak kunjung mereda dan ombak terus menghantam pantai seolah tidak ada perlindungan, padahal proyek dengan total anggaran Rp6,6 miliar tersebut baru dibangun setahun lalu.

Pembangunan breakwater dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama pada 2022 dengan anggaran Rp4,375 miliar dikerjakan CV Multi Jaya Utama, kemudian tahap kedua pada 2023 dengan angaran Rp2,2 miliar oleh CV Askonstruksi. Namun kenyataan di lapangan menunjukkan struktur tersebut tidak mampu menahan gelombang, bahkan mengalami kerusakan cukup parah.

“Ketika gelombang datang, material batu mulai terbawa ombak dan berserakan di pantai. Ini menjadi ancaman bagi kami,” ujar Sulfi, warga setempat, pada Rabu (01/04/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Akibat kondisi tersebut, pada Jumat lalu warga bersama pemerintah desa melakukan kerja bakti untuk mengumpulkan kembali material tercecer agar tidak memperparah keadaan. “Batu-batu itu kami kumpulkan kembali supaya tidak berdampak buruk bagi lingkungan,” tambahnya.

Menurut warga, dengan nilai anggaran yang besar, breakwater seharusnya dibangun lebih kokoh dengan ukuran memadai. Mereka menyatakan struktur terlihat pendek, tidak terlalu tinggi, dan materialnya tidak sesuai sehingga tidak mampu menahan ombak saat cuaca ekstrem.

Mereka berharap Pemerintah Kabupaten Halsel, termasuk Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba, dapat melihat langsung kondisi lapangan. Selain itu, warga juga meminta klarifikasi dari mantan Kepala Dinas PUPR yang kini menjabat Kepala Dinas Perkim, Ikbal Hi Mustofa, terkait pelaksanaan proyek tersebut.

Saat ini, Ikbal masih dalam upaya konfirmasi oleh awak media terkait tuntutan tersebut.

Facebook Comments Box

Editor : Admin Coretansatu.com

Berita Terkait

Korupsi Dana Desa Ratusan Juta, Kades Gumira Halsel Jadi Sorotan
Anggaran Retreat Kades Halsel Dipertanyakan, FAKI Minta Kejati Malut Segera Periksa Zaki dan Aziz
Miris! THM di Halteng Diduga Bebas Jual Miras Berlabel, Perda Seolah Mandul
Cegah Konflik Meluas, FORMAPAS MALUT Desak Polda Penuntasan Kasus Pembunuhan OTK di Patani”
Di Tengah Konflik, Pendeta Heri Serukan Persatuan: Mari Jaga Kerukunan di Tanah Fagogoru!
Dugaan Korupsi BBM Speedboat Ternate Menguat, Praktisi Hukum Desak APH Usut Tuntas
THR ASN-PPPK Ternate Molor: Walikota Janji Bayar Awal April, Evaluasi Total Dilakukan
Pusaran Dana Rp3,51 Miliar di PD FMB Halmahera Tengah, Muksin Kalbi Jadi Sorotan Utama

Berita Terkait

Sabtu, 4 April 2026 - 07:41

Korupsi Dana Desa Ratusan Juta, Kades Gumira Halsel Jadi Sorotan

Sabtu, 4 April 2026 - 04:43

Anggaran Retreat Kades Halsel Dipertanyakan, FAKI Minta Kejati Malut Segera Periksa Zaki dan Aziz

Jumat, 3 April 2026 - 19:05

Miris! THM di Halteng Diduga Bebas Jual Miras Berlabel, Perda Seolah Mandul

Jumat, 3 April 2026 - 11:55

Cegah Konflik Meluas, FORMAPAS MALUT Desak Polda Penuntasan Kasus Pembunuhan OTK di Patani”

Jumat, 3 April 2026 - 05:54

Di Tengah Konflik, Pendeta Heri Serukan Persatuan: Mari Jaga Kerukunan di Tanah Fagogoru!

Senin, 30 Maret 2026 - 10:00

Dugaan Korupsi BBM Speedboat Ternate Menguat, Praktisi Hukum Desak APH Usut Tuntas

Senin, 30 Maret 2026 - 05:24

THR ASN-PPPK Ternate Molor: Walikota Janji Bayar Awal April, Evaluasi Total Dilakukan

Minggu, 29 Maret 2026 - 17:10

Pusaran Dana Rp3,51 Miliar di PD FMB Halmahera Tengah, Muksin Kalbi Jadi Sorotan Utama

Berita Terbaru