Warga Keluhkan Biaya, Ambulance Laut Pemkot Ternate Tembus Rp20 Juta

- Penulis Berita

Selasa, 24 Februari 2026 - 13:13

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Ambulance laut Milik Pemkot Ternate

Foto: Ambulance laut Milik Pemkot Ternate

TERNATE,Coretansatu.com– Kehadiran speedboat ambulance laut yang digagas Pemerintah Kota Ternate untuk memudahkan pelayanan kesehatan bagi warga pulau terluar, yakni Batang Dua, Hiri dan Moti (BAHIM), ternyata menyisakan persoalan serius. Pasien yang hendak menggunakan layanan tersebut disebut-sebut harus menyiapkan biaya hingga puluhan juta rupiah.

Awalnya, masyarakat di wilayah kepulauan Ternate, khususnya di kawasan BAHIM, menyambut baik program ambulance laut. Fasilitas ini diharapkan menjadi solusi bagi pasien yang membutuhkan rujukan cepat ke rumah sakit di pusat kota.

Namun di balik kemegahan speedboat ambulance laut itu, muncul informasi terkait besarnya biaya yang harus ditanggung pasien. Data yang diperoleh, menyebutkan, untuk wilayah Pulau Hiri, biaya yang harus disiapkan mencapai sekitar Rp3 juta. Sementara dari Pulau Moti sebesar Rp7 juta, dan yang paling tinggi berasal dari Pulau Batang Dua yang bisa mencapai Rp20 juta.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Besaran biaya tersebut mencakup sejumlah komponen, di antaranya jasa umum, jasa sarana, serta jasa pelayanan medis selama proses evakuasi pasien menggunakan ambulance laut.

Ironisnya, speedboat ambulance laut yang didatangkan sejak 19 Oktober 2025 itu hingga kini belum juga beroperasi untuk melayani masyarakat. Padahal, fasilitas tersebut digadang-gadang menjadi andalan untuk mempercepat penanganan pasien dari wilayah kepulauan.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Ternate, dr. Fatia Suma, telah berulang kali dikonfirmasi oleh media terkait informasi biaya tersebut maupun alasan belum beroperasinya ambulance laut. Namun hingga berita ini dipublish, yang bersangkutan belum memberikan tanggapan resmi.

Di satu sisi, ambulance laut diharapkan menjadi solusi pelayanan kesehatan yang cepat dan terjangkau, namun di sisi lain muncul kekhawatiran akan besarnya biaya yang justru memberatkan pasien, khususnya warga di pulau terluar dengan keterbatasan ekonomi.

Facebook Comments Box

Editor : Admin Coretansatu.com

Sumber Berita : Arfandi Latif

Berita Terkait

Formapas Malut Desak Satgas PKH Tindak Tegas Aktivitas Tambang Yang Melakukan Kerusakan Lingkungan di Pulau Taliabu.
Begini Pesan Ketum di Muscab PKB Halsel: Kader Harus Peka Dampak Ekonomi dan Hadirkan Solusi
Muscab PKB Halteng: Mutiara Tekankan Loyalitas, 3 Nama Calon Ketua Resmi Diusulkan
Komitmen Harita Nickel Kembangkan Talenta Lokal, 10 Pemuda Obi Jadi Mekanik Tambang
Tambang Ilegal Doko Jadi Sarang Miras dan Judi, BARAH Desak Polda Malut Segera Tutup
Polisi Dalami Temuan Mayat di Kawasi, Masyarakat Diminta Tidak Berspekulasi
Langkah Tegas Satgas PKH Dipertanyakan, Ada ‘Pengecualian’ untuk PT Smart Marsindo
Karyawan PT. BTG Asal Papua Barat di Temukan Tak Bernyawa

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 05:49

Formapas Malut Desak Satgas PKH Tindak Tegas Aktivitas Tambang Yang Melakukan Kerusakan Lingkungan di Pulau Taliabu.

Minggu, 19 April 2026 - 14:47

Begini Pesan Ketum di Muscab PKB Halsel: Kader Harus Peka Dampak Ekonomi dan Hadirkan Solusi

Minggu, 19 April 2026 - 09:03

Muscab PKB Halteng: Mutiara Tekankan Loyalitas, 3 Nama Calon Ketua Resmi Diusulkan

Minggu, 19 April 2026 - 08:15

Komitmen Harita Nickel Kembangkan Talenta Lokal, 10 Pemuda Obi Jadi Mekanik Tambang

Sabtu, 18 April 2026 - 03:14

Polisi Dalami Temuan Mayat di Kawasi, Masyarakat Diminta Tidak Berspekulasi

Jumat, 17 April 2026 - 09:45

Langkah Tegas Satgas PKH Dipertanyakan, Ada ‘Pengecualian’ untuk PT Smart Marsindo

Jumat, 17 April 2026 - 08:12

Karyawan PT. BTG Asal Papua Barat di Temukan Tak Bernyawa

Jumat, 17 April 2026 - 07:40

Kantongi Bukti Kuat, KNPI Halsel Sebut Polemik Lahan Alimusu Sudah Selesai

Berita Terbaru