PW IPNU Aceh Desak Presiden Copot Danrem 011/Lilawangsa Kolonel Inf. Ali Imran Usai Anggotanya Melakukan Dugaan Pemukulan Terhadap Warga

- Penulis Berita

Jumat, 26 Desember 2025 - 03:29

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto, Ketua PW IPNU Aceh Arifan Hendra

Foto, Ketua PW IPNU Aceh Arifan Hendra

Banda Aceh,Coretansatu.com – Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PW IPNU) Aceh mendesak Presiden Republik Indonesia untuk mencopot Copot Danrem 011/Lilawangsa Kolonel Inf. Ali Imran usai anggotamya melakukan dugaan pemukulan terhadap warga sipil yang tengah mengantarkan bantuan kemanusiaan bagi korban banjir di Aceh Tamiang.

Desakan tersebut muncul setelah beredarnya laporan dugaan kekerasan aparat terhadap warga di sejumlah titik yang terjadi pada Kamis, 25 Desember 2025 hingga malam Jumat.

Peristiwa ini menuai kecaman luas karena terjadi di tengah situasi darurat bencana, saat masyarakat Aceh masih berjuang memulihkan diri dari dampak banjir.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

PW IPNU Aceh menilai, apabila dugaan pemukulan tersebut benar terjadi, maka hal itu merupakan pelanggaran serius terhadap prinsip kemanusiaan serta mencederai rasa keadilan publik.

“Dalam kondisi rakyat sedang tertimpa musibah, tindakan kekerasan oleh aparat, siapa pun pelakunya, tidak bisa ditoleransi. Presiden harus mengambil langkah tegas, termasuk mencopot Copot Danrem 011/Lilawangsa Kolonel Inf. Ali Imran sebagai bentuk tanggung jawab pimpinan,” tegas Ketua PW IPNU Aceh Arifan Hendra dalam pernyataan resminya, Jumat (26/12/2025).

Menurutnya, warga yang menjadi korban diduga tengah menjalankan misi kemanusiaan untuk menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak banjir. Insiden tersebut dilaporkan terjadi di wilayah Krueng Mane dan Kandang, Kabupaten Aceh Utara.

Arifan juga menegaskan bahwa setiap persoalan di lapangan seharusnya disikapi dengan pendekatan persuasif. Jika terdapat masyarakat yang membawa simbol atau bendera tertentu, termasuk bendera Bintang Bulan, maka penyelesaiannya harus dilakukan melalui dialog dan musyawarah, bukan dengan tindakan represif.

“Bila ada masyarakat yang membawa bendera Bintang Bulan, ajak warga duduk bersama, bermusyawarah, dan berdialog secara baik-baik apalagi mereka hanya menuntut pemerintah pusat untuk ditetapkan bencana nasional bukan menuntut kemerdekaan. Jadi jangan langsung menggunakan cara-cara kekerasan,” ujar arifan.

Selain itu, PW IPNU Aceh meminta agar aparat kepolisian diberikan ruang lebih besar untuk melayani dan mengayomi masyarakat sipil apabila terdapat hal-hal yang dianggap tidak sesuai dengan ketentuan hukum. Penegakan hukum, menurut mereka, harus dilakukan secara prosedural, humanis, dan menghormati hak-hak warga negara.

Dia juga menegaskan bahwa Aceh merupakan wilayah yang damai dan tidak sedang berada dalam situasi konflik, sehingga seluruh aparat negara diminta kembali menjalankan tugas sesuai fungsi masing-masing.
“Berikan ruang kepada kepolisian untuk melayani dan mengayomi masyarakat jika ada hal-hal yang dianggap tidak sesuai. TNI juga harus kembali pada tugas utamanya. Aceh ini damai, tidak konflik. Kami meminta Presiden benar-benar menghadirkan keadilan bagi masyarakat,” ujar Arifan.

PW IPNU Aceh menilai, apabila kasus ini tidak ditangani secara terbuka, adil, dan bertanggung jawab, maka berpotensi merusak kepercayaan publik terhadap institusi negara, khususnya di Aceh yang memiliki sejarah panjang dan sensitif dalam relasi antara masyarakat dan aparat tutupnya.

Facebook Comments Box

Editor : Editor_Coretansatu

Sumber Berita : M. Nur

Berita Terkait

Lawan Hoaks dengan Edukasi, Direktur Aceh Humam Foundation Ajak Warga Fokus Pemulihan Banjir 
Ramadhan Damai sebagai Tanggung Jawab Kolektif: PERMAHI Aceh Soroti Peran Preventif Kepolisian
MPC Pemuda Pancasila Buat Warga Terdampak Banjir Kembali Tersenyum
Janji Bukan Sekadar Kata, Deretan Program Nyata Jamaluddin Idham dalam Setahun
Peduli Pendidikan Pasca Bencana, Anggota DPRK Aceh Utara Salurkan 200 Paket Sekolah
Anggota DPR RI Terobos Daerah Terisolir, Salurkan Logistik untuk Warga Uyem Beriring dan Kampung Pasir
HA IPB Aceh Sambut Kepemimpinan Baru untuk Perluas Dampak Pengabdian Alumni
DPR RI Fraksi PDIP Dan Ketua DPD PDIP Turun Langsung Menyalurkan Bantuan Kemanusiaan Ke Aceh Tamiang

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 02:06

Dukung Olahraga Daerah: Harita Nickel Sumbang 10 Mobil Operasional untuk Sukseskan Porprov V Malut 2026

Jumat, 5 Juni 2026 - 16:47

Jual Beli IUP Haltim Disorot, LKBHMI Cabang Ternate Desak Aparat Usut Dugaan Korupsi hingga Tuntas

Jumat, 5 Juni 2026 - 14:44

PW SEMMI Maluku Utara Desak Kejati Segera Tangkap Drs. H. Iqbal Ruray Terkait Dugaan Korupsi Tunjangan DPRD

Senin, 1 Juni 2026 - 03:36

Dugaan SPPD Fiktif Rp26,3 Miliar Mengguncang DPRD Ternate, FORMAPAS Desak KPK Tetapkan Tersangka!

Kamis, 28 Mei 2026 - 12:27

Nekat Buka Saat Idul Adha, Star Cave Karaoke Terancam Ditutup Satpol PP Halteng

Kamis, 28 Mei 2026 - 10:50

Di Tengah Gemerlap Industri Nikel, BPK Temukan Kekurangan Pungutan Pajak Listrik Halteng Capai Rp7,9 Miliar

Kamis, 28 Mei 2026 - 06:23

Nazlah Gunakan Dana Pribadi untuk Kurban, Sherly Salurkan Sapi lewat APBD

Kamis, 28 Mei 2026 - 05:26

Retak di Lingkar Kekuasaan, Nazlah Mulai Dibaca Jadi Penantang Sherly 2030

Berita Terbaru