YARA Usulkan Badan Khusus Percepat Rehabilitasi dan Rekonstruksi Banjir

- Penulis Berita

Selasa, 16 Desember 2025 - 14:21

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Ketua Yayasan Advokasi Rakyat Aceh, Safaruddin

Foto: Ketua Yayasan Advokasi Rakyat Aceh, Safaruddin

BANDA ACEH, Coretansatu.com — Ketua Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA), Safaruddin, menilai negara memiliki kemampuan dan sumber daya yang cukup untuk menangani pemulihan dampak bencana banjir yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Namun, ia menekankan pentingnya peran aktif pemerintah daerah dalam menyiapkan data kerusakan dan korban sebagai dasar pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi.

Safaruddin mengatakan, rehabilitasi dan rekonstruksi merupakan dua fase krusial dalam penanganan bencana. Rehabilitasi berfokus pada pemulihan fungsi dasar layanan publik dan kehidupan sosial-ekonomi masyarakat, sedangkan rekonstruksi bertujuan membangun kembali sarana dan prasarana yang rusak, bahkan memungkinkan perbaikan yang lebih baik dari kondisi sebelumnya. “Kedua tahap ini membutuhkan data yang akurat, dan itu harus disiapkan oleh pemerintah daerah,” kata Safaruddin di Banda Aceh, selasa, 16 Desember 2025.

Menurut Safaruddin, dampak banjir memang besar, namun negara dinilai mampu menanganinya. Ia menyebut pemerintah daerah perlu segera mendata korban, fasilitas umum yang rusak, serta harta benda masyarakat terdampak agar proses rehabilitasi dan rekonstruksi dapat berjalan cepat dan tepat sasaran. “Tanpa data yang jelas, pemulihan tidak akan maksimal,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Safaruddin menilai pemerintah pusat telah bergerak cepat dalam upaya pemulihan di berbagai wilayah terdampak. Di Aceh, sejumlah fasilitas vital seperti jalan dan jembatan mulai diperbaiki, meski bersifat darurat, sehingga dapat kembali dilalui untuk mendukung distribusi logistik. Pemerintah juga mengerahkan sarana transportasi udara untuk menjangkau daerah-daerah yang sulit diakses.

Meski demikian, Safaruddin menekankan perlunya komunikasi dan sinkronisasi yang lebih aktif antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat. Menurut dia, percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi akan lebih optimal jika pemerintah daerah aktif menyampaikan data lapangan secara berkala. “Koordinasi pusat dan daerah menjadi kunci agar proses pemulihan berjalan cepat dan tepat,” katanya.

YARA juga mendorong pemerintah pusat membentuk badan ad hoc untuk mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi bencana hidrometeorologi, seperti Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) pascatsunami Aceh 2004. Safaruddin menilai, mekanisme seperti BRR memungkinkan penanganan kerusakan dilakukan secara terukur, terpusat, dan efektif.

Ia menyinggung kunjungan Presiden Prabowo Subianto yang telah beberapa kali datang ke Aceh pascabanjir sebagai bukti perhatian dan komitmen pemerintah pusat terhadap pemulihan bencana. “Dengan sumber daya negara dan komitmen Presiden, kami percaya negara mampu melakukan pemulihan. Kolaborasi dengan pemerintah daerah akan mempercepat proses tersebut,” ujar Safaruddin.

Selain itu, YARA mengapresiasi seluruh pihak yang telah bergerak cepat membantu korban banjir dengan sumber daya masing-masing. Safaruddin menilai solidaritas kemanusiaan tersebut mencerminkan semangat gotong royong bangsa Indonesia. Ia juga mendorong masyarakat untuk terus melakukan pengawasan serta memberikan kritik dan masukan agar pemerintah dapat bertindak cepat dan tepat dalam pemulihan dampak bencana.

“Partisipasi masyarakat penting untuk memastikan rehabilitasi dan rekonstruksi berjalan sesuai kebutuhan korban dan tidak menyimpang dari tujuan kemanusiaan,” kata Safaruddin menutup pernyataannya.

Facebook Comments Box

Editor : Admin Coretansatu.com

Sumber Berita : M Nur

Berita Terkait

Lawan Hoaks dengan Edukasi, Direktur Aceh Humam Foundation Ajak Warga Fokus Pemulihan Banjir 
Ramadhan Damai sebagai Tanggung Jawab Kolektif: PERMAHI Aceh Soroti Peran Preventif Kepolisian
MPC Pemuda Pancasila Buat Warga Terdampak Banjir Kembali Tersenyum
Janji Bukan Sekadar Kata, Deretan Program Nyata Jamaluddin Idham dalam Setahun
Peduli Pendidikan Pasca Bencana, Anggota DPRK Aceh Utara Salurkan 200 Paket Sekolah
Anggota DPR RI Terobos Daerah Terisolir, Salurkan Logistik untuk Warga Uyem Beriring dan Kampung Pasir
PW IPNU Aceh Desak Presiden Copot Danrem 011/Lilawangsa Kolonel Inf. Ali Imran Usai Anggotanya Melakukan Dugaan Pemukulan Terhadap Warga
HA IPB Aceh Sambut Kepemimpinan Baru untuk Perluas Dampak Pengabdian Alumni

Berita Terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 16:03

Kapolda Malut Didesak Copot Kapolres Halsel Terkait Pembiaran Tambang Emas Ilegal

Kamis, 25 Juni 2026 - 12:16

Terkait Isu Penjualan Tanah di Sumae, KNPI Halsel Sebut Tidak Ada Galian C dan Kaitan dengan Harita. Sefnat : Apresiasi untuk Polres yang Sudah Menangani 

Kamis, 25 Juni 2026 - 10:02

Diduga Selundupkan 5 Ton BBM Subsidi, Eks Anggota DPRD Halsel Lontarkan Kata Kasar ke Presiden Prabowo

Kamis, 25 Juni 2026 - 06:09

Bongkar Praktik Mafia BBM di Halsel: Oknum SPBUN Sayoang Diduga Suplai Solar ke Kapal Tangker EVEREST XL

Rabu, 24 Juni 2026 - 11:59

Lompatan Kasus HIV/AIDS di Maluku Utara: Halmahera Utara dan Ternate Jadi Episentrum Tertinggi

Selasa, 23 Juni 2026 - 16:48

PETI di Halsel Menjamur, Komitmen Kapolres Hendra Gunawan Dipertanyakan

Selasa, 23 Juni 2026 - 10:48

LKBHMI Desak Propam Turun Tangan Dugaan Kekerasan Kabag Ops Polres Ternate Dalam Pengamanan Aksi HMI Cabang Ternate

Selasa, 23 Juni 2026 - 07:43

Dinilai Mandul, GMNI Desak Kapolda Malut Turun Tangan Segel PETI di Halmahera Selatan

Berita Terbaru