HALTENG,Coretansatu.com — Ancaman terhadap keselamatan jurnalis kembali mencuat dari praktik peredaran kayu olahan ilegal di Maluku Utara. Sebuah sumber yang enggan disebutkan namanya mengungkap pernyataan mengejutkan yang diduga berasal dari salah satu pengusaha kayu ilegal. Pengusaha tersebut disebut memerintahkan sopir angkutan kayu agar bertindak nekat jika bertemu wartawan di jalan.
“Begini issue nya, kalau wartawan tahan saat ngoni bamuat kayu dan melintas, kalau tarada petugas, tabrak saja,” ujar sumber tersebut menirukan instruksi yang ia dengar. Kalimat bernada intimidatif itu dinilai sebagai ancaman serius terhadap profesi kewartawanan dan kebebasan pers.
Menurut sumber yang sama, persaingan dalam bisnis kayu ilegal kini semakin brutal. Angkutan kayu dari wilayah Gane Timur menuju Weda, Ternate, hingga Tidore diduga beroperasi tanpa hambatan berarti, bahkan disinyalir mendapat dukungan dari oknum aparat yang bermain dalam jaringan tersebut. Aktivitas ini bukan hanya merugikan negara dan merusak lingkungan, tetapi juga semakin merongrong hukum dan keselamatan pihak yang berupaya mengawasi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menanggapi situasi tersebut, Sekretaris Wilayah FPII Maluku Utara yang juga Sekretaris Pokdarkamtibmas Bhayangkara Maluku Utara, Junaedi Abd Rasyid, mengecam keras dugaan ancaman terhadap wartawan. Ia menegaskan, serangan terhadap jurnalis adalah serangan terhadap demokrasi dan hak publik untuk mendapatkan informasi yang benar.
Junaedi menyampaikan bahwa pihaknya dalam waktu dekat akan berkoordinasi dengan petugas kehutanan, organisasi lingkungan, dan aparat berwenang untuk menggelar operasi terpadu di wilayah rawan. “Jika ditemukan angkutan kayu ilegal, harus diproses hukum sesuai aturan yang berlaku,” tegasnya.
Di tengah derasnya arus kayu ilegal yang terus melintas tanpa rintangan, peringatan keras ini menjadi alarm bahwa keselamatan wartawan kini berada di garis api mafia kehutanan. Ancaman tersebut bukan sekadar gertakan, melainkan tanda bahwa bisnis ilegal ini siap menyingkirkan siapa pun yang dianggap menghalangi. Demokrasi, lingkungan, dan nyawa pekerja pers kini sama-sama berada dalam taruhannya.
Editor : Admin Coretansatu.com









