Tak Terima diberitakan Aktifitas Galian C, Oknum Polisi Polda Malut Diduga Ancam Wartawan: 

- Penulis Berita

Sabtu, 15 November 2025 - 17:52

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Ilustrasi

Foto: Ilustrasi

HALTENG, Coretansatu.com – Oknum anggota polisi bernama Fandi, yang diduga mengendalikan aktivitas penambangan galian C ilegal di Desa Lukulamo, Kecamatan Weda Tengah, Halmahera Tengah, kini melakukan ancaman terhadap wartawan Coretansatu.com! Ancaman ini dilontarkan setelah pemberitaan mengenai keterlibatannya dalam kegiatan ilegal tersebut mencuat ke publik.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Fandi, yang disebut-sebut bertugas di Polda Malut, diduga kuat sebagai sosok yang berada di balik layar kegiatan ilegal tersebut. Saat tim media melakukan konfirmasi, oknum polisi tersebut justru menunjukkan sikap arogan dan melakukan intimidasi.

Tak hanya membentak dan mengancam akan melaporkan ke Polda Malut, Fandi juga melontarkan serangkaian ancaman dan tantangan terbuka kepada wartawan Coretansatu.com melalui pesan singkat:

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Berarti saya buat laporan di Ditreskrimsus Pencemaran nama baik. Terimakasih ya.”

“Itu bukan tambang Bos.”

“Nanti tong baku dapa di Polda (Nanti kita ketemu di Polda).”

“Ngana status kerja wartawan di Weda di bagian coretan satu.com kah? Yang kasi naik ngana kah (Kamu status kerja wartawan di Weda di bagian coretan satu.com kah? Yang kasih naik kamu kah)?”

“Boleh minta ngana p KTP dulu (Boleh minta KTP kamu dulu).”

“Wartawan tapi bukan seenaknya asal-asalan begitu. Mudah-mudahan kasus ini betul-betul naik.”

“Ngana ini bicara trada dasar. Masyarakat resah apa di situ? Coba nga kirim KTP kamari (Kamu bicara tidak ada dasar.

Hingga berita ini publish, Pihak Polda Malut belum memberikan keterangan resmi

Facebook Comments Box

Editor : Admin Coretansatu.com

Berita Terkait

Begini Pesan Ketum di Muscab PKB Halsel: Kader Harus Peka Dampak Ekonomi dan Hadirkan Solusi
Muscab PKB Halteng: Mutiara Tekankan Loyalitas, 3 Nama Calon Ketua Resmi Diusulkan
Komitmen Harita Nickel Kembangkan Talenta Lokal, 10 Pemuda Obi Jadi Mekanik Tambang
Tambang Ilegal Doko Jadi Sarang Miras dan Judi, BARAH Desak Polda Malut Segera Tutup
Polisi Dalami Temuan Mayat di Kawasi, Masyarakat Diminta Tidak Berspekulasi
Langkah Tegas Satgas PKH Dipertanyakan, Ada ‘Pengecualian’ untuk PT Smart Marsindo
Karyawan PT. BTG Asal Papua Barat di Temukan Tak Bernyawa
Kantongi Bukti Kuat, KNPI Halsel Sebut Polemik Lahan Alimusu Sudah Selesai

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 14:47

Begini Pesan Ketum di Muscab PKB Halsel: Kader Harus Peka Dampak Ekonomi dan Hadirkan Solusi

Minggu, 19 April 2026 - 09:03

Muscab PKB Halteng: Mutiara Tekankan Loyalitas, 3 Nama Calon Ketua Resmi Diusulkan

Minggu, 19 April 2026 - 08:15

Komitmen Harita Nickel Kembangkan Talenta Lokal, 10 Pemuda Obi Jadi Mekanik Tambang

Sabtu, 18 April 2026 - 14:59

Tambang Ilegal Doko Jadi Sarang Miras dan Judi, BARAH Desak Polda Malut Segera Tutup

Sabtu, 18 April 2026 - 03:14

Polisi Dalami Temuan Mayat di Kawasi, Masyarakat Diminta Tidak Berspekulasi

Jumat, 17 April 2026 - 08:12

Karyawan PT. BTG Asal Papua Barat di Temukan Tak Bernyawa

Jumat, 17 April 2026 - 07:40

Kantongi Bukti Kuat, KNPI Halsel Sebut Polemik Lahan Alimusu Sudah Selesai

Jumat, 17 April 2026 - 03:29

Pangkalan Amigo Diduga Jual Mitan di Atas HET, Warga Payahe Desak Disperindag Turun Tangan

Berita Terbaru