Instruksi Kapolda Malut Mandul di Halteng: Galian C Ilegal Haji Cen Tetap Beroperasi

- Penulis Berita

Minggu, 9 November 2025 - 14:41

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Brigjen Pol. Drs. Waris Agono, M.Si.

Foto: Brigjen Pol. Drs. Waris Agono, M.Si.

HALTENG,Coretansatu.com — Polsek Subsektor Kecamatan Weda Tengah, Kabupaten Halmahera Tengah, berjanji bakal berkoordinasi dengan Polsek Weda dikepalai Iptu Muhammad Samad.

Hal itu dikatakan oleh Kapolsubsektor Weda Selatan, Hatab Bode, menyusul setelah adanya aktivitas penambangan tanpa izin dilakukan oleh Haji Cen.

” Insyallah saya kordinasi dengan Polsek Weda dulu karena di Subsektor belum ada penyidik, “Ungkapnya saat diwawancarai melalui sambungan Whatsapp Pada Minggu, (9/11/25).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara itu, ketika disentil terkait tindak lanjut ke Polres Halteng untuk dilakukan penyelidikan lebih jauh lagi, Kapolsubsektor, Hatab Bode, lebih memilih tak merespon. Meski pesan dikirimkan telah dicentang biru yang menandakan pesan telah dibaca.

Sebelumnya, diberitakan Kapolsubsektor Kecamatan Weda Selatan, Hatab Bode mengaku tidak mengetahui aktivitas penambangan Galian C Ilegal di wilayah hukumnya tepatnya di Desa Wairoro Indah.

“Nanti saya cek saudara, karena ini saya baru dengar,” ujar Hatab, Minggu (9/11/25).

Ia menambahkan bahwa pihak penambang belum melapor ke Polsek dan berjanji akan segera terjun ke lokasi untuk pemeriksaan.

Seperti diketahui, Kepala Kepolisian Provinsi Maluku Utara, Irjen Pol. Waris Agono sempat menginstruksikan kepada seluruh jajarannya Polres-Polres di daerah setempat untuk melakukan penertiban penambangan tanpa izin.

Diketahui, Instruksi Kapolda Maluku Utara merupakan tindak lanjut dari instruksi Kapolri untuk memberantas segala bentuk penambangan ilegal, illegal logging, dan illegal fishing.

Sementara itu, Penambang Galian C Ilegal, Haji Cen, beroperasi di Desa Wairoro Indah, mengaku aktivitasnya tidak dicegat oleh Kepolisian Resor (Polres) Kabupaten Halmahera Tengah.

Cen mengungkapkan, alasan Kepolisian di daerah setempat tidak bertindak terhadapnya, lantaran dirinya tidak menambang batu boulder, kendatipun matrial dikeruknya gencar diperjual-belikan.

” Secara yuridis saya sudah melapor Kapolres dan polres melarang klu batu bolder kalau pemerataan Aman, ” Ujarnya saat dihubungi melalui sambungan Whatsapp, Pada Jum’at, (7/11/25).

Facebook Comments Box

Editor : Admin Coretansatu.com

Berita Terkait

Begini Pesan Ketum di Muscab PKB Halsel: Kader Harus Peka Dampak Ekonomi dan Hadirkan Solusi
Muscab PKB Halteng: Mutiara Tekankan Loyalitas, 3 Nama Calon Ketua Resmi Diusulkan
Komitmen Harita Nickel Kembangkan Talenta Lokal, 10 Pemuda Obi Jadi Mekanik Tambang
Tambang Ilegal Doko Jadi Sarang Miras dan Judi, BARAH Desak Polda Malut Segera Tutup
Polisi Dalami Temuan Mayat di Kawasi, Masyarakat Diminta Tidak Berspekulasi
Langkah Tegas Satgas PKH Dipertanyakan, Ada ‘Pengecualian’ untuk PT Smart Marsindo
Karyawan PT. BTG Asal Papua Barat di Temukan Tak Bernyawa
Kantongi Bukti Kuat, KNPI Halsel Sebut Polemik Lahan Alimusu Sudah Selesai

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 14:47

Begini Pesan Ketum di Muscab PKB Halsel: Kader Harus Peka Dampak Ekonomi dan Hadirkan Solusi

Minggu, 19 April 2026 - 09:03

Muscab PKB Halteng: Mutiara Tekankan Loyalitas, 3 Nama Calon Ketua Resmi Diusulkan

Minggu, 19 April 2026 - 08:15

Komitmen Harita Nickel Kembangkan Talenta Lokal, 10 Pemuda Obi Jadi Mekanik Tambang

Sabtu, 18 April 2026 - 14:59

Tambang Ilegal Doko Jadi Sarang Miras dan Judi, BARAH Desak Polda Malut Segera Tutup

Sabtu, 18 April 2026 - 03:14

Polisi Dalami Temuan Mayat di Kawasi, Masyarakat Diminta Tidak Berspekulasi

Jumat, 17 April 2026 - 08:12

Karyawan PT. BTG Asal Papua Barat di Temukan Tak Bernyawa

Jumat, 17 April 2026 - 07:40

Kantongi Bukti Kuat, KNPI Halsel Sebut Polemik Lahan Alimusu Sudah Selesai

Jumat, 17 April 2026 - 03:29

Pangkalan Amigo Diduga Jual Mitan di Atas HET, Warga Payahe Desak Disperindag Turun Tangan

Berita Terbaru