HALSEL,Coretansatu.com – Usai pemberitaan terkait dugaan penjualan BBM subsidi di atas Harga Eceran Tertinggi (HET), pengelola Pangkalan Bhakti Agung, Iksan Barmawi, akhirnya angkat bicara. Melalui hak jawab yang diterima redaksi Coretansatu.com, Iksan membantah tudingan tersebut dan memberikan klarifikasi terkait polemik yang terjadi di Desa Yaba, Kecamatan Bacan Barat Utara.
Iksan Barmawi menjelaskan bahwa pihaknya selalu memberikan informasi kepada masyarakat setiap kali BBM tiba di pangkalan. Penyaluran dan penjualan pun dilakukan menggunakan kupon yang telah ditetapkan oleh agen resmi, dengan harga yang tetap mengacu pada HET yang ditetapkan pemerintah.
” Kami selalu menyalurkan BBM tepat waktu, yakni pada minggu pertama setiap bulan. Ini adalah upaya kami untuk menjaga ketertiban dan pemerataan distribusi BBM subsidi kepada warga yang berhak,” ujar Iksan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menanggapi informasi mengenai adanya penjualan BBM dengan harga lebih tinggi, Iksan mengakui bahwa memang ada beberapa warga yang membeli sisa stok BBM dengan harga Rp7.000 per liter. Namun, ia menegaskan bahwa pembelian tersebut dilakukan atas kesepakatan sukarela, tanpa adanya paksaan dari pihak pangkalan.
Iksan juga membantah tudingan bahwa pihaknya menyalurkan sisa minyak tanah ke desa lain. Menurutnya, seluruh sisa minyak tanah dari Pangkalan Bhakti Agung telah dijual khusus untuk warga Desa Yaba. “Hal ini dapat dibuktikan melalui catatan penyaluran dan saksi warga setempat yang menerima distribusi,” tegasnya.
Melalui hak jawab ini, Iksan berharap agar media dapat memberikan ruang klarifikasi secara proporsional, sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Pers. Ia pun menyampaikan apresiasi kepada redaksi Media Coretansatu.com.
Editor : Admin Coretansatu.com
Sumber Berita : Taslim Barakati









